
Gedung markas Merchant Alliance adalah Bangunan tingkat tinggi dengan 88 lantai di dalam nya dan fasad seperti jaring emas yang melambangkan Fengsui keberuntungan dan menjaring kekayaan.
Gedung ini tidak hanya menjadi markas Merchant Alliance tetapi juga Mall Terbesar di Kota Pangkalan Batam yang setiap hari tidak pernah sepi pengunjung.
Banyak fasilitas hiburan di dalam nya, mulai dari pusat perbelanjaan, ruang bioskop, area taman bermain indoor, area bermain virtual reality dan arena petarung pejuang dan robot. Desain interior bangunan nya juga indah dan mewah, setiap pengunjung yang datang, mereka akan betah berkeliling di dalam nya.
Sesampainya di markas Merchant Alliance, Aladin langsung memarkir kan pesawat di helipad taman eksterior gedung.
Anindita menggandeng Gerhana sambil berjalan memasuki gedung. Tidak jauh dari sana di depan lift utama, Henry dan Thomas hendak memasuki lift.
Namun tiba-tiba Henry melihat Anindita menggandeng seorang pria tampan berwajah Asia. Ada percikan api membara di hatinya, wanita yang selama ini selalu menolak dan menghinanya tiba-tiba menggandeng seorang pria di depannya. Walaupun dia tidak terlalu menyukai Anindita dan ada keinginan tersembunyi di hatinya, tetapi harga dirinya merasa terhina dengan sikap yang selama ini di tunjukkan Anindita.
"Thomas ayo kita keluar lift dulu, aku memilih para wanita Asia itu!" ucap Henry sambil menunjuk Anindita dan Sekar.
"Oke, Terserah mu," Thomas hanya mengikuti gerak gerik Henry.
Ketika baru memasuki gedung, Sekar melihat beberapa staff Workshop Alliance menghampiri mereka.
"Bagaimana Apakah kalian membawa dokumen jumlah material yang kita butuhkan untuk negoisasi hari ini," Sekar bertanya kepada para staff.
"Sudah Bu, kami sudah mendata semua, termasuk kebutuhan material pesawat hypersonic yang di butuhkan Federasi saat ini."
"Bagus, ayo kita langsung ke ruang pertemuan," ucap Sekar.
Tiba-tiba dua pria barat menyapa mereka, "Selamat sore, ibu walikota Sekar dan Ketua Guild Anindita!" Thomas menyapa dengan sikap ramah.
"Apakah ibu walikota tidak keberatan kita pergi ke ruang pertemuan bersama?" Henry mengajak dengan ramah.
Henry sengaja hanya melirik Gerhana dan berpura-pura tidak melihat nya. Baru saja dia melihat bahwa Gerhana hanyalah manusia biasa tanpa energi Force. Baru kemudian dia berbalik ke arah Gerhana
"Nyonya Anindita siapakah pria biasa yang bersamaan mu ini ?" Henry langsung bertanya dengan wajah merendahkan.
"Dia adalah suami ku, Namanya Gerhana Dirga!" ucap Anindita singkat.
__ADS_1
Henry agak terkejut mendengar nya. seingatnya suami Anindita sudah lama menghilang dan di duga terjebak di dalam retakan dimensi. Apakah dia masih hidup dan berhasil keluar?
Melihat Gerhana tanpa energi Force, muncul pikiran licik di kepala nya. Dia ingin mempermalukan Gerhana di depan istrinya.
"Tuan Gerhana aku dengar anda terjebak di dalam retakan selama ini ?" tanya Henry.
"Iya benar, aku baru kembali beberapa hari yang lalu," jawab Gerhana santai.
"Apakah tuan Gerhana seorang praktisi bela diri? kalau benar, aku ingin mencoba bertanding dengan tuan Gerhana!" walaupun terlihat tanpa energi Force, Henry sedikit menebak bahwa Gerhana adalah seorang praktisi bela diri. Karena biasanya para praktisi bela diri memiliki kemampuan menyembunyikan aura dan energi mereka.
Mendengar itu alis Gerhana sedikit berkedut, karena hal inilah yang di tunggu oleh Gerhana dan Henry lah orang yang ingin Gerhana hajar.
"Boleh saja! tetapi apakah kita akan bertanding setelah negoisasi atau sebelum negoisasi?" tanya Gerhana.
"Sekarang saja, kita masih memiliki sedikit waktu!" ucap Henry mendesak.
"Ayo kita langsung ke arena pertarungan di lantai 50," Henry memimpin jalan.
Sesampainya di lantai 50 Gerhana dan Henry mulai bersiap-siap memakai Armor mereka masing-masing.
buff dan debuff yang bisa Henry gunakan seperti meningkatkan kecepatan, meningkatkan Serangan dan menganggu konsentrasi lawan. Henry memasuki arena ring, di sana Gerhana sudah menunggu dengan pedang hijaunya.
"Apakah anda sudah siap bertarung tuan Gerhana?" Henry bertanya dengan senyum licik.
Gerhana terlalu malas untuk menjawab, karena Henry langsung mengunakan debuff kepada Gerhana secara diam-diam, dalam per-sekian detik Henry juga menggunakan buff kecepatan pada dirinya sendiri.
Dari awal semua tindakan Henry sudah berada dalam wawasan Gerhana, jadi sihir apapun yang di gunakan Henry tidak akan terpengaruh pada Gerhana.
Dengan buff kecepatan, Henry langsung berlari menebas Gerhana.
Walaupun tanpa energi genetik, Gerhana siap menghadapi serangan Henry. ketika pedang Henry hampir mengenai kepala Gerhana, dia langsung menangkisnya dengan cepat dan memukul tinju nya langsung ke dada Henry.
__ADS_1
Karena jarak yang begitu dekat dan gerakan yang cepat, Henry tidak bisa mengelak pukulan Gerhana. Henry langsung terlempar ke belakang, dia merasakan perasaan sakit yang sangat kuat di dadanya seperti seseorang yang ditabrak mobil.
Henry langsung mengunakan sihir penyembuhan nya untuk mengurangi rasa sakit di dada. Serangan pertama Henry kalah telak, walaupun dia sudah menggunakan buff dan debuff di awal.
Tetapi Henry masih percaya diri bisa mengalahkan Gerhana. Dia langsung mengunakan sihir petir pada pedangnya untuk meningkatkan serangan, dengan buff kecepatan dia kembali menyerang Gerhana dengan kecepatan penuh.
Setiap tebasan pedang mampu mendorong Gerhana mundur, hal ini membuat Henry tambah percaya diri walaupun semua serangan nya berhasil di tangkis Gerhana. Karena dari awal tidak ada tanda-tanda Gerhana mengeluarkan energi Force, hal ini membuat Henry percaya bahwa Gerhana bukanlah seorang pejuang, dia hanya jenius bela diri biasa yang hanya bisa mengandalkan kemampuan fisiknya.
Selama serangan Henry, Gerhana sengaja mengurangi pertahanan nya, karena dia ingin melihat seberapa jauh dia bisa mengontrol kekuatannya.
Tetapi ternyata dia sedikit lalai, dia tidak sengaja mengeluarkan sedikit energi genetik nya dan langsung di serap oleh armor yang dia kenakan. Seketika penyimpanan energi armor itu langsung penuh dan mengeluarkan cahaya merah.
Gerhana langsung menghindar ke belakang Henry untuk menenangkan energi nya yang mengamuk, agar dia tidak dengan sengaja membunuh Henry karena tidak bisa mengendalikan kekuatan nya sendiri.
"Aku harus mengakhiri pertarungan ini secepatnya, agar tidak terjadi sesuatu yang lebih berbahaya!" Gerhana berkata dalam hatinya.
Gerhana bernafas terengah-engah karena berusaha menahan energi nya yang bocor, muncul banyak kilatan merah dari armor Gerhana.
Melihat Gerhana yang seperti itu, Henry mengira bahwa Gerhana sudah kelelahan, jadi dia melakukan gerakan pamungkas nya. Dia berlari dengan kecepatan penuh dan melompat tinggi di udara sambil mengumpulkan sihir petir di ujung pedang nya.
Posisi Henry di udara adalah posisi yang paling rentan karena tidak memiliki pijakan untuk menghindar. Keadaan ini langsung di manfaatkan oleh Gerhana, dengan kekuatan penuh dan di tambah energi dari Armor, Gerhana langsung menendang perut Henry yang masih melayang di udara.
Henry langsung terpental ke belakang dan menghantam dinding arena sampai penyok. Henry tidak sadarkan diri, mulut nya mengeluarkan busa dan bola matanya memutih.
Pertandingan ini di menangkan oleh Gerhana.
...**********************...
...Sahur ini up satu bab dulu, karena author telah bangun sahur, semoga reader bisa menyelesaikan puasa hari pertama dengan lancar, nanti siang masih ada up satu bab....
Puasa hari pertama author kembali merekomendasikan novel teman author yang sangat bagus.
__ADS_1