Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta

Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta
Bab.52 Pelatihan dan Praktek untuk Meningkatkan Kemampuan Pejuang


__ADS_3

Hari-hari berburu di alam liar berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah seminggu Tim War Blade Alucard yang dipimpin oleh Rangga berburu di reruntuhan kota Zona E.


Hari-hari terakhir ini mereka berburu dengan lebih hati-hati, karena terlalu banyak monster di alam liar yang melebihi ekspektasi mereka. Beberapa kali mereka menghadapi pengepungan para monster, yang membuat mereka sangat kewalahan.


Mereka juga mulai mempelajari bahwa para monster lebih suka membuat sarang di reruntuhan kota dari pada di dalam hutan, hal ini di karenakan bahwa di reruntuhan kota lebih banyak tempat bersembunyi di bandingkan di dalam hutan, para monster tingkat rendah juga takut kepada monster tingkat tinggi yang membuat sarang di dalam hutan.


Dengan begitu banyak monster di reruntuhan kota, Tim Hunter War Blade Alucard mengurangi intensitas perburuan mereka, hal ini di lakukan untuk membagi waktu antara istirahat dan pertempuran. Karena setiap mereka bertempur, mereka pasti menghadapi pengepungan dari para monster.


Pada hari ketiga perburuan, mereka menghadapi pengepungan dari monster singa dan kawanannya. Mereka semua hampir mati di makan para singa kalau tidak melarikan diri di celah-celah sempit antar bangunan dan bersembunyi di dalam selokan air.



Sejak saat itu, mereka tidak lagi dengan sombong memburu semua monster yang mereka temui. Mereka mulai berhati-hati memilih kawanan monster yang akan mereka buru, agar tidak terlalu membahayakan Tim Hunter mereka.


Meskipun mereka mengurangi intensitas perburuan mereka, mereka tetap mendapatkan hasil panen yang berlimpah dari perburuan mereka. Ada lebih dari 20 monster yang mereka buru selama satu minggu ini, yang jika di hitung mereka akan mendapatkan uang sebanyak 1,5 juta koin Federasi dari hasil penjualan material monster yang mereka buru.


Di salah satu bekas Mension mewah di pinggiran reruntuhan kota, tim War Blade Alucard beristirahat dan menyusun rencana untuk kembali ke Benteng Pangkalan Hunter 01.


"Pagi ini kita harus bergegas kembali ke Benteng Pangkalan sebelum gelap, sudah seminggu kita di alam liar, saatnya kita kembali ke kota untuk beristirahat selama setengah bulan ke depan," Rangga mengajukan rencana nya kepada teman-temannya.


"Iya, aku juga sudah merasa sangat lelah dan bau, aku butuh mandi di air hangat ketika sampai di Benteng Pangkalan," seru Zhang sambil mencium bau badan nya yang sudah sangat masam.


"Felix, berapa banyak hasil buruan kita selama seminggu ini?" Tanya Dennis kepada Felix yang berperan sebagai akuntan di Tim Hunter mereka.

__ADS_1


"Menurut hitungan ku, kurang lebih kita akan mendapatkan 1.750.000 koin Federasi. Saran ku biarkan Rangga yang membagi keuntungan kesetiap orang, karena dia adalah ketua Tim kita!" ucap Felix


"Iya, kami setuju!" mereka menganggukkan kepala sambil menatap Rangga.


"Rangga bagaimana? Kami semua setuju dengan pembagian keuntungan yang akan kamu bagikan!"


Walaupun terkesan sepele, tetapi mengatur pembagian keuntungan kepada setiap orang adalah masalah kepercayaan dan keadilan yang sangat fatal bagi sebuah Tim. untuk itu, Rangga harus dengan bijak mempertimbangkan keputusan nya dan menjelaskan secara jelas kepada teman-temannya.


Pada dasarnya, setiap orang punya peran nya masing-masing di dalam tim, hanya saja distribusi kekuatan yang tidak merata membuat keputusan harus di ambil berdasarkan kepercayaan antar teman.


Rangga menatap wajah teman-temannya satu persatu dan mulai mengambil keputusan," Aku akan membagikan 1,5 juta secara merata kepada masing-masing orang di dalam tim, dan menggunakan sisanya Sebagai uang kas Tim Hunter kita sebagai dana dadakan jika terjadi apa-apa di dalam Tim Hunter kita."


Sebelas anggota lainya menganggukkan kepala, menyetujui usulan Rangga.


Beberapa saat kemudian mereka sudah mengemas semua barang bawaan mereka dan mulai berjalan meninggalkan mansion menuju benteng pangkalan Hunter 40 kilometer dari lokasi mereka saat ini.



"Teman-teman, selama berburu monster, apakah kalian merasa perubahan pada diri kalian?" tanya jarjit pada teman-temannya.


"Perubahan? Apa maksudnya jarjit?" Lee sedikit bingung dengan pertanyaan jarjit.


"Sepertinya aku mengerti maksud jarjit, aku juga merasakan sedikit perubahan pada skill Pedang ku, baru kemarin aku merasakan kekuatan dan kecepatan pedang ku menjadi dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya," ucap Christopher.

__ADS_1


"Setelah pertempuran akhir-akhir ini, aku tiba-tiba meningkatkan level kultivasi ku. Baru pagi tadi aku menerobos level Bronze menengah, padahal aku baru mencapai level Bronze awal, 2 bulan yang lalu," ucap jarjit dengan gembira. Dia adalah pejuang termuda diantara teman-teman satu Tim nya.


"Waw ... Jarjit, kamu pejuang paling jenius yang pernah aku lihat!" Norman berseru sambil menepuk pundak Jarjit.


Mendengar pujian Norman Jarjit mereka malu, lalu mengatakan rencana, " Teman-teman, aku berencana untuk bergabung dengan Eclipse Dojo. Aku merasa jika aku berlatih di sana dan di selingih dengan berburu monster di alam liar, maka kultivasi ku akan meningkatkan dengan cepat!"


"Aku setuju dengan rencana jarjit. Sebenarnya aku ingin menyampaikan ini kepada kalian, alasan kenapa kemampuan bertempur kita lemah dan kultivasi kita rendah adalah karena kita tidak memiliki bimbingan dan teknik kultivasi yang benar dan cocok untuk kita.


Makanya, aku ingin menganjurkan kalian untuk berlatih di Eclipse Dojo selama waktu istirahat berburu kita. Apakah kalian lupa siapa yang mengusulkan sistem Hunter dan yang mendirikan Eclipse Dojo?" kata Rangga kepada teman-temannya.


"Kalau tidak salah, itu sama-sama di lakukan oleh orang yang sama, yaitu tuan Gerhana, suami dari Nona Anindita salah satu dari delapan Dewi Perang," ucap Felix sambil mengingat-ingat.


"Aku juga pernah membaca rumor bahwa Nona Anindita dan nona Wulan, bisa mencapai level Gold, itu semua berkat bimbingan dari tuan Gerhana," ucap Dennis.


"Mungkin inilah tujuan tuan Gerhana untuk para Pejuang, Pelatihan dan Praktek. Dengan begitu mereka akan dengan cepat meningkatkan kemampuan dan kultivasi para Pejuang!" jelas Rangga singkat.


"Kita juga memiliki uang yang cukup, untuk kehidupan kita selama beberapa tahun ke depan, jadi tidak masalah untuk kita berlatih selama beberapa minggu."


Anggota yang lain mulai merenungkan rencana tersebut, "Seperti ini bukan ide yang buruk. Ayo, kita semua mulai berlatih bersama dan membuat Tim Hunter kita menjadi Tim terbaik di Kota Benteng Singapoer," ucap Darren bersemangat.


"Baik, sudah di sepakati bersama, bahwa Tim War Blade Alucard kita akan beristirahat dari kegiatan berburu dan mulai berlatih di Eclipse Dojo," Ucap Rangga menyepakati.


Setelah itu mereka mulai berlari menuju Benteng Pangkalan Hunter 01 selama hampir 9 jam. Ketika sampai mereka langsung menjual semua material monster yang mereka kumpulkan dan mulai mencari penginapan untuk istirahat selama satu malam, baru keesokan harinya mereka akan pulang ke Kota Benteng Singapoer.

__ADS_1



Suasana Benteng Pangkalan Hunter pun mulai sedikit lebih ramai dari sebelumnya. Sudah banyak tim hunter berkeliaran di sekitar Benteng Pangkalan. Ini menunjukkan meningkatkan nya pendaftaran Hunter oleh para pejuang.


__ADS_2