Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta

Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta
Bab.29 50 Tahun Menjadi Orang Biasa?


__ADS_3

Bintang terdekat dari Matahari, Proxima Centauri.


Planet Proxima Centauri Beta adalah salah satu planet kehidupan dari dua planet kehidupan di orbit bintang Katai merah Proxima Centauri. Planet ini adalah salah satu planet koloni terbesar di Peradaban tingkat kedua kekaisaran Oarks.


Kekaisaran Oarks adalah salah satu cabang Ras Manusia yang memiliki beberapa perbedaan fisik dengan manusia di bumi. Ras manusia Oarks memiliki tanduk banteng di kepalanya dengan kulit merah kehitaman, fisik mereka jauh lebih kuat dari manusia biasa dan mereka memiliki sifat pemarah dan suka bertarung.



Wujud mereka terlihat seperti iblis dalam mitologi manusia bumi. Peradaban mereka baru 500 tahun menjelajahi ruang angkasa dan sudah memiliki dua planet koloni di bintang terdekat, salah satu nya Proxima Centauri Beta.


Planet Proxima Centauri Beta, ibukota koloni. semua penduduk kekaisaran Oarks pingsan dan tergeletak dimana-mana. Di dalam markas komando hanya beberapa perwira yang masih dalam keadaan sadar dan sedikit pusing.


"Apa yang baru saja terjadi? kenapa ada gelombang aneh yang sangat kuat!" Seorang perwira bertanya kepada perwira yang masih sadarkan diri.


"Tidak tahu, aku merasa kulit dan daging ku akan terlepas dari tulang-tulang ku oleh aura yang di bawah gelombang aneh itu!" jawab perwira itu masih dalam keadaan pusing dan tubuhnya menggigil.


Mereka berdua duduk di kursi mereka masing-masing sambil memejamkan mata untuk menenangkan diri mereka sendiri. Beberapa jam kemudian baru para kolonel dan mayor di sekitar mereka bangun satu persatu.


"Cepat ! Periksa dari mana datangnya gelombang aneh itu? dan segera hubungi salah satu kapal induk kita yang sedang menuju ke bintang Katai kuning terdekat, sudah sampai mana mereka?" perintah seorang Perwira kepada Brigadir Jenderal yang baru sadar.


"Siap komandan!" jawab brigadir jenderal.


"Jenderal sepertinya gelombang aneh itu berasal dari bintang Katai kuning terdekat!"


"Bagaimana kapal induk kita, apakah sudah ada jawaban?" tanya jenderal tersebut.


"Belum Jenderal, Sepertinya mereka juga pingsan oleh gelombang aneh itu!"


"Segera hubungi perwira yang lain, kita akan segera melakukan rapat militer! terlalu banyak hal aneh terjadi di sekitar bintang Katai kuning beberapa tahun ini terutama planet ketiga nya. Kita harus segera mengirim kan semua armada kita untuk langsung menguasai planet itu." ucap Perwira itu.


"Sebentar lagi teknologi kita akan segera mencapai peradaban tingkat ketiga, jadi kita harus segera memperluas wilayah kekuasaan kekaisaran Oarks kita!"


"Siap Jenderal! Hidup kekaisaran Oarks!"


"Hidup kekaisaran Oarks!"

__ADS_1


"Hidup kekaisaran Oarks!"


****


Eclipse City, Laboratorium Istana.


Gerhana memerintahkan Aladin untuk merapikan semua kekacauan di laboratorium, Gerhana sendiri sedang memakai Armor Nanobot dan Gelang komunikator dari logam Seuseup. Dia segera mengumpulkan semua aksesoris dan armor yang lain kedalam ruang penyimpanan nya.



Tubuhnya terasa lebih berat dan tidak ada sedikit pun energi yang terpancar keluar, aura Dirga seperti manusia biasa yang belum berlatih energi Force.


"Tuan armor itu akan mulai berwarna merah jika energi yang tersimpan hampir penuh, jadi tuan harus segera mengganti armor yang baru atau tuan harus menggunakan energi yang tersimpan di dalam armor!" Aladin mengingatkan fungsi alarm pada armor tersebut kepada Gerhana.



Armor itu terlihat seperti Armor Eksoskeleton pada umumnya, bercorak metal dengan kostum merah dan list emas di sekitar nya.


Karena material logam Seuseup, orang akan mengira Gerhana hanyalah warga biasa tanpa aura pejuang sedikit pun. Dan Gerhana sendiri sengaja tidak mengeluarkan energi genetik nya(Force) karena dia belum bisa mengontrolnya, dia takut tanpa sengaja membelah bumi menjadi dua.


"Sepertinya aku harus berlatih selama 50 tahun untuk mengontrol energi ini sepenuhnya, agar tidak membahayakan orang sekitar," ucap Gerhana.


"Tidak tahu akan melahirkan berapa generasi ketika bercocok tanam selama 50 tahun ke depan, Hahaha ... !" Gerhana tertawa lepas.


Sesampainya di aula tengah, Gerhana melihat Anindita dan Sekar berlari cemas.


"Sayang, apa yang terjadi barusan? kenapa tiba-tiba ada gempa dan gelombang energi yang sangat kuat!" Anindita memegang tangan Gerhana dengan khawatir.


"Benar Dirga! kami juga mendengar seperti tertawa iblis dari dalam istana ketika kami baru tiba tadi ," ucap Sekar


Ada aura gelap di wajah Gerhana. Dia hanya tertawa biasa tadi, kenapa mereka mendengar tertawaan iblis. Apakah wanita ini sengaja mengejeknya?


"Tidak ada, itu hanya suara Aladin yang mengacau di dalam istana! Walikota Sekar, mulai sekarang boleh panggil aku Gerhana saja ," Gerhana pura-pura menyalahkan Aladin.


"Sayang, apakah kamu sudah menggabungkan dirimu dengan Cloning?" Mendengar nama Gerhana, Anindita mulai menebak bahwa Gerhana sudah bergabung dengan clon Dirga.

__ADS_1


"Iya, aku baru saja selesai bergabung tadi dan sekarang aku menjadi seperti manusia biasa. Aku belum bisa mengontrol energi ku!" ucap Dirga.


"Bagaimana kalau kita berduel lagi!" ucap Anindita dengan semangat.


"Jangan, aku takut akan mencelakai mu!" Gerhana menolak ajakan duel Anindita.


"Sepertinya sekarang sudah hampir jam 3 sore, ayo kita bergegas ke markas Merchant Alliance. Lagipula ada seseorang yang ingin aku ajak berduel di sana," ucap Gerhana dengan penuh senyuman.


"Siapa ? tidak ada orang kuat di sana !" Anindita bertanya, heran.


"Justru karena keadaan ku seperti ini sekarang, tidak perlu berduel dengan orang kuat. Lagi pula aku tidak perlu takut melukai seseorang, jika lawannya adalah orang seperti itu."


"Baiklah, Ayo kita segera pergi!" Anindita hanya mengiyakan, walaupun dia tidak tahu siapa orang yang dimaksud gerhana.


Didepan Istana, Aladin mengeluarkan pesawat penjelajah untuk mereka kendarai. Setelah mereka bertiga masuk ke pesawat, Aladin langsung membawa pesawat turun kembali ke kota Pangkalan Batam.



"Walikota Sekar apakah kita akan langsung ke markas Merchant Alliance atau kembali dulu ke markas Workshop Alliance?" Aladin bertanya dari balik layar kemudi pesawat.


"Kita langsung saja ke markas Merchant Alliance! Staff dari Workshop Alliance juga sudah menunggu di sana," ucap Sekar


Tidak lama kemudian, kota Pangkalan Batam mulai terlihat dari kejauhan.



"Ketika negoisasi nanti, kita melihat bagaimana mereka mulai menekan kita. Tetapi jangan langsung menolak nya aku ingin melihat apa yang ingin mereka gunakan!" Gerhana menginstruksi mereka Sekar dan Anindita.


"Baiklah, Aku tahu apa yang harus dilakukan. Dengan semua bahan logam yang kamu berikan, kita tidak perlu peduli lagi dengan mereka. Kita hanya ingin melihat apa yang mereka inginkan dari kita."


"Sebenarnya aku tidak ingin kita berkonflik dengan Merchant Alliance, karena anggota kita juga banyak berasal dari keluarga Merchant Alliance. Seperti Tiara pasangan aji, Ayahnya adalah kepala Merchant Alliance cabang Kota Batam!" ucap Anindita kepada Gerhana.


...*******************************...


...Ini adalah bab terakhir untuk hari ini, terima kasih teman-teman reader setia. jangan lupa like, komen dan favorit biar tidak ketinggalan bab-bab seru selanjutnya....

__ADS_1


Sekali lagi author akan merekomendasikan novel bagus karya tempat author lainnya, silahkan dibaca karena novelnya bagus.



__ADS_2