Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta

Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta
Bab.18 Serangan Gerombolan Mutan Kelelawar Bertanduk Rusa


__ADS_3

Eclipse City, Orbit Mars.


"Nama mu Aladin kan? Apakah kamu menyimpan semua data teknologi dari Primordial Universe?" Amanda mendekati Aladin yang sedang bermain bersama Aqila.


"Iya tentu saja! Aku menyimpan semua data teknologi dari semua ras dan semua level material, tidak ada yang tidak diketahui Tuan Aladin!" Aladin berkata sombong dengan wajah lucu.


"Iya Tuan Aladin, seperti di dongeng jin yang bisa mengabulkan semua permintaan. Tante Amanda bisa menanyakan apa saja padanya!" Aqila mengiyakan perkataan Aladin.


Setelah bergaul selama beberapa jam, Aqila seperti menemukan teman sebaya yang pintar dan lucu. Walaupun Aladin selalu bersikap sombong, hal itu membuat nya terlihat lucu dimata Aqila. apalagi Aladin selalu bisa menjawab semua pertanyaan Aqila.


Seseorang yang mengetahui banyak hal tetapi berbentuk anak kecil, terlihat sangat menarik bagi orang dewasa apalagi anak kecil. Aqila sangat menyukai Aladin, dia ingin membawa Aladin menemui sahabat-sahabatnya di sekolah.


"Kalau begitu bolehkah aku meminta semua data teknologi itu?" tanya Amanda.


"Kalau tuan mengizinkan kenapa tidak!" jawab Aladin.


"Oke, beres! Aku akan bertanya kepada bang Dirga nanti."


Melihat Amanda sedang mengobrol dengan Aladin, Anindita bertanya kepada Gerhana, "Sayang, Apa benar Aladin hanya kecerdasan buatan? dia terlihat sangat pintar dan seperti manusia normal!"


"Memang seperti itu lah harusnya kecerdasan buatan, tidak seperti kecerdasan buatan di Bumi. mereka hanya beberapa program pemrosesan logika sederhana tidak memenuhi syarat untuk disebut pintar! Dapat disebut cerdas ... Setidaknya dalam memikirkan masalah, tidak lebih buruk dari manusia.


Untuk Aladin sendiri, dia telah terlepas dari kecerdasan buatan. Itu bisa disebut 'kehidupan cerdas'! Sama seperti kehidupan manusia kita, serta beberapa kehidupan binatang, kehidupan tanaman, dll. Aladin juga memiliki emosi kegembiraan, kemarahan, kesedihan, dan sukacita, dan dia juga memiliki pemahaman tentang kultivasi dan evolusi! " Gerhana menjelaskan tentang Aladin.


"Aku hanya kurang memberinya tubuh dan Heart of Automata, untuk menyempurnakannya menjadi kehidupan cerdas!"


Anindita, Wulan dan Amanda Terkejut mendengarnya. Mereka melihat ke arah Aladin, dia bisa senang dan marah, berlatih dan bahkan berevolusi? Ini masih merupakan sistem yang cerdas, dan memang memenuhi syarat untuk menyebutnya 'kehidupan cerdas'.


"Sepengetahuan ku evolusi kecerdasan buatan itu dapat dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu program pemrosesan logis - logika dapat menyaingi kecerdasan manusia yang sebenarnya - kecerdasan emosional - dan terakhir kehidupan yang cerdas," Gerhana terus menjelaskan tentang kecerdasan buatan.


"Kak Nana apa itu Heart of Automata? dan apa yang dimaksud Automata?" Wulan agak kebingungan karena dia bukan orang teknis.


"Kamu ingat beberapa dekade yang lalu ada film Sci-fi dengan judul Transformers. Heart of Automata sama dengan Allspark di film tersebut dan Automata adalah nama Ras Alien, para Transformers adalah mahluk dari Ras Automata."

__ADS_1


Mereka tidak menyangka mahluk seperti di film benaran ada di dunia nyata.


Selama percakapan mereka, Eclipse City sudah memasuki atmosfer bumi. Namun satelit manusia tidak ada yang mendeteksi, teknologi bumi belum cukup canggih untuk mendeteksi Eclipse City.


Beberapa saat kemudian kota benteng Tanjung Pinang mulai terlihat dari atas awan. Kota itu terlihat sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya, terdapat banyak reruntuhan kota lama di sekitar Kota Benteng Tanjung Pinang.



Kota ini adalah kota satu-satunya di dunia yang berada di pinggir laut secara langsung. Karena monster-monster dari lautan memiliki ukuran yang lebih besar dari pada yang di darat, makanya manusia tidak ada yang berani membangun kota di pinggir laut dan biasanya reruntuhan kota menjadi sarang para monster.


Kenapa Kota Benteng Tanjung Pinang bisa berdiri di pinggir laut? karena lautan di Tanjung Pinang sangat dangkal sehingga tidak ada habitat monster raksasa dan jika ada monster raksasa maka prajurit Mecha siap menghadapi para monster raksasa itu.


Mecha di kota ini sering digunakan untuk menangkap monster ikan, para Mecha di gunakan sebagai perahu nelayan oleh para pejuang di kota ini.


Kenapa kemarin tiba-tiba ada monster Aligator raksasa? Monster itu bukan berasal dari laut tetapi dari sungai besar yang mengalir dari Gunung Barisan di daerah Kerinci, Jambi.


"Kita sudah sampai di atas Kota Benteng Tanjung Pinang, kalian turun mengunakan pesawat penjelajah saja, jangan lupa nanti membawa material aneh penyerap energi, agar aku bisa membuat armor pembatas kekuatan secepatnya."


Mereka berlima segera menaiki pesawat penjelajah dan terbang turun ke kota.



"Ketua ada keadaan darurat!" terdengar suara wanita dari balik komunikator.


"Tenang, coba ceritakan apa yang sedang terjadi secara rinci," Anindita berkat dengan tenang.


"Kami mendapat kabar dari pihak militer kota bahwa ada segerombolan monster yang akan menyerang kota."


"Pihak militer telah mengkonfirmasi, serangan berasal dari sektor B Barat Daya kota. Saat ini para monster dalam jarak 800 kilometer dari kota dan di perkirakan akan tiba di kota dalam waktu satu setengah jam," Suara dari balik komunikator mengkonfirmasi.


"Sangat cepat, segera selidiki monster apa yang menyerang!" Anindita langsung bertanya.


"Belum diketahui monster apa, tetapi yang pasti monster tipe terbang seperti burung," jawab staff di balik komunikator.

__ADS_1


"Baik lah aku akan langsung ke lokasi monster!" Anindita berkata kepada staff dibalik komunikator.


"Apakah kami harus menyiapkan Mecha, ketua ?" staff tersebut bertanya.


"Tidak perlu aku dan wakil ketua Wulan akan mengalahkan mereka secara langsung, cukup kirim drone pengawas," perintah Anindita yang langsung mematikan komunikator.


"Seperti nya kita akan langsung melakukan pemanasan setelah menerobos level Gold," Wulan tersenyum dengan bahagia.


Beberapa saat kemudian, komunikator kembali berbunyi. " Ketua, sudah di konfirmasi! Monster yang menyerang adalah Mutasi kelelawar bertanduk rusa dan jumlah mereka ada lebih dari 100 ekor. Apakah ketua tidak perlu menggunakan Mecha?"


"Tidak dibutuhkan!"Setelah mendengar jenis monster yang menyerang, Anindita langsung mematikan komunikator.


"Sepertinya kalian akan langsung mencoba Armor, Senjata dan Sayap yang baru aku berikan!" Dirga memperhatikan mereka bertiga.


"Sayang tolong jaga Aqila di pesawat, dan jangan ikut mengambil tindakan ketika kami melawan monster!" Anindita meminta Dirga menjaga Aqila di pesawat.


"Aku dan Aqila hanya akan menonton keseruan dari dalam pesawat, aku percaya dengan kekuatan kalian bertiga. Lagi pula tidak ada yang bisa mengalahkan ketiga Srikandi," Dirga tersenyum kepada Anindita.


"Jika kalian bertiga di kalahkan, maka Srikandi ke empat siap membantu. Benarkan sayang?" Dirga melirik Aqila di sebelah nya.


"Benar sekali ayah! Srikandi Aqila, siap membantu!" Aqila membusungkan dadanya.


Dengan Sayap kelas harta Karun yang di berikan Gerhana kepada Aqila tidak ada dibawa ranah Abadi yang bisa menyakiti apalagi mengalahkan Aqila.


(Spoiler)



Serangan Tornado Cahaya Pemusnah Kegelapan.



#Up lagi 2 bab tengah malam nanti.

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan favorit nya teman-teman. Terima kasih.


__ADS_2