
"Aku akan ke Eclipse City sebentar, apakah kalian mau ikut?" Dirga mengajak Sekar dan Anindita.
"Apa itu Eclipse City?" Sekar bertanya heran.
"Eclipse City adalah kota Terbang yang dibuat Dirga untuk menjadi Ibukota Kekaisaran!" Anindita menjelaskan kepada Sekar yang belum mengetahui apa-apa.
"Kalian berpegang tangan, aku akan langsung berteleport!"
Dalam sekejap mata mereka menghilang dari area kantin dan langsung muncul di dalam istana.
Seperti Anindita, Wulan dan Amanda sebelumnya, Sekar pun terpesona dengan kemegahan istana. Dia mengingat istana emas Æsir di film Thor beberapa dekade yang lalu, namun istana ini memiliki ukuran yang lebih besar, seakan-akan penghuninya adalah mahluk yang sangat besar.
"Sayang, ajak walikota Sekar melihat sekeliling kota, minta Aladin untuk menyediakan kendaraan. Ada yang harus aku lakukan dulu!" ucap Dirga ketika dia pergi meninggalkan Anindita dan Sekar.
Dirga langsung bergegas ke laboratorium pribadinya di dalam istana, dia ingin segera meneliti logam Seuseup dan mengunakan nya untuk membuat alat penahan kekuatan.
Dia memasuki ruang laboratorium yang sangat besar, banyak teknologi di dalam laboratorium yang tidak bisa di bayangkan oleh imajinasi manusia, setiap alat di sini sangat canggih dan memancarkan aura aturan kosmik.
Di depan sebuah alat analisa material, Gerhana sudah menunggu kedatangan Dirga. Dirga langsung terbang menghampiri dan mengeluarkan semua logam Seuseup dari ruang penyimpanan nya.
"Aladin, analisa material apa ini dan apa fungsi nya?" Gerhana meletakan beberapa logam ke dalam alat analisis sambil memerintahkan Aladin menganalisa nya.
Setelah beberapa saat, Aladin mengeluarkan hasil analisa, " Tuan, material ini adalah mayat dari bentuk kehidupan energi. Semasa hidup ia menguasai hukum ruang dan hukum logam sehingga dia memiliki kemampuan menyerap energi tanpa batas dan merubah bentuk nya sesuka hati. Mahluk ini suka memakan asteroid dan planet yang mengandung banyak logam dan terkadang memakan bintang disekitar nya, mereka biasa di sebut Pelahap Bintang.
Jika tuan ingin tahu bagaimana mahluk ini ketika hidup, mereka seperti Big Gate Star di film animasi Dragon Ball yang biasa tuan tonton," Aladin menjelaskan secara terperinci.
"Pastikan apakah mahluk ini benar-benar sudah mati dan tidak ada sedikit pun tanda-tanda kehidupan!" Gerhana khawatir jika mahluk seperti ini masih hidup di bumi.
__ADS_1
"Sudah di pastikan material ini adalah benda mati dan aman di gunakan. Tuan bisa dengan bebas menyuntikkan energi tuan ke dalam material ini dan dia tidak akan pernah hidup lagi. Tetapi material ini hanya bagian kecil dari mahluk kehidupan energi tersebut, jadi untuk memastikan tuan harus mencari sisa-sisa mayat yang lain," ucap Aladin.
"Coba simulasi kan apakah material ini mampu menahan energi yang dikeluarkan dari pengabungan diriku dan Cloning ku!" Gerhana ingin memastikan apakah material ini bisa digunakan ketika dia mengabungkan tubuh asli dan Cloning nya.
Ini bukan pengabungan biasa antara tubuh asli dan Cloning, tetapi pengompresan setiap sel tubuh asli ke dalam tubuh Cloning. Reaksi energi yang di hasilkan dari setiap sel jauh lebih dahsyat dari Fusi Nuklir, sehingga Gerhana harus sangat hati-hati.
"Material ini tidak akan mampu secara langsung menyerap energi tuan, tetapi dengan teknologi yang kita miliki material ini bisa menjadi alarm pengingat jika tuan secara tidak sengaja mengeluarkan energi secara berlebihan dan material ini bisa menyerap dan menyimpan energi yang tuan pancarkan secara tidak sengaja."
"Jelaskan lebih rinci material ini bisa di buat menjadi apa dan apa fungsi nya?" Gerhana terus bertanya secara lebih mendetail.
"Material ini bisa dibuat menjadi berbagai macam aksesoris seperti Gelang komunikator, kalung, cincin dan anting-anting dan juga bisa di buat sebagai Armor Nanobot. Fungsi nya bisa di gunakan sebagai tempat penyimpanan energi yang tuan pancarkan secara tidak sengaja dalam kapasitas tertentu dan dalam pertarungan, tuan bisa menggunakan energi dari material ini tanpa harus mengeluarkan energi kultivasi tuan sendiri. Sehingga bisa membantu melatih kontrol energi, tuan !" jelas Aladin.
"Bagus sekali !"Gerhana tersenyum senang.
"Segera buat sebanyak-banyaknya Cincin, Gelang komunikator dan Armor Nanobot. Aku akan langsung mengabungkan diri dengan Cloning ku!" Gerhana sangat bersemangat dan langsung memerintahkan Aladin.
Beberapa saat kemudian semuanya sudah selesai di persiapkan dan Gerhana bisa memulai Teknik Pengabungan.
Ditengah laboratorium berdiri dua sosok, satu sangat besar dan satu sangat kecil. Mereka berdua melayang di udara bersama, di sekitar mereka mulai muncul cahaya terang.
Mereka berdua mulai bercahaya dan sedikit demi sedikit muncul debu cahaya di sekitar mereka, terlihat beberapa distorsi ruang di sekitar mereka.
Debu cahaya di sekitar mereka berdua mulai bertambah banyak dan perlahan-lahan sel di tubuh mereka menjadi debu cahaya.
Waktu perlahan-lahan berlalu, sel tubuh mereka sudah menjadi debu cahaya dan tubuh mereka perlahan-lahan menghilang.
Tiba-tiba Distorsi ruang berubah menyerupai cangkang telur yang menyelimuti debu cahaya tersebut. Debu cahaya yang lebih besar menyatu dengan debu cahaya kecil dan terjadi badai energi di dalamnya.
Ketika semua debu cahaya mulai menyatu, sosok manusia berukuran normal mulai terbentuk samar-samar. Tidak butuh waktu lama untuk semua debu cahaya menyatu menjadi Tubuh manusia normal Gerhana, dan dia mulai membuka mata nya.
__ADS_1
Energi yang sangat kuat terpancar dari tubuh baru Gerhana dan menghancurkan cangkang distorsi ruang yang di buat Gerhana.
Terjadi tekanan yang sangat kuat di dalam laboratorium yang mengakibatkan gempa di seluruh Eclipse City.
"Aladin ... cepat pasangkan cincin, gelang dan armor ke tubuhku, jika energi nya sudah penuh segera pasangkan yang baru," mendengar itu Aladin langsung melaksanakan nya.
Namun Aladin sedikit terlambat, terjadi kecelakaan di dalam laboratorium. Semua Array dan Hukum yang di pasang Gerhana pecah dan energi yang sangat kuat terpancar keluar laboratorium sampai ke seluruh Eclipse City dan terus terpancar sampai keluar dari Bumi.
Energi yang terpancar seperti gelombang yang terus meluas sampai keluar menyelimuti Bimasakti. Gelombang itu terus meluas melampaui Lokal Group tanpa melambat sedikit pun. Dengan sangat cepat gelombang energi itu terpancar meluas menyelimuti Virgo Supercluster.
Gelombang energi ini terjadi dengan sangat cepat dan dalam persekian detik Aladin sudah memasang semua alat penahan yang di perintahkan Gerhana.
Gerhana juga sudah menahan semua pancaran energi ini, sehingga pancaran nya tidak merusak segala sesuatu yang dilewati nya dan hanya terpancar sampai Virgo Supercluster. Jika tidak ditahan oleh Gerhana, tidak terhitung berapa miliar galaksi yang hancur oleh pancaran energi ini.
Dalam beberapa menit, Aladin sudah ratusan kali melepas dan memasang Cincin, Gelang dan Armor di tubuh Gerhana. lima menit kemudian Aladin berhenti menganti armor Gerhana karena energi yang terpancar sudah tidak ada lagi.
*****************************************
...Nanti malam up 1 bab lagi yang tidak kalah serunya dan besok waktu sahur akan up 2 bab lagi sebagai bonus puasa pertama....
...Sebelum itu Author mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya....
Kembali author merekomendasikan novel teman author yang cukup bagus untuk mengisi waktu puasa reader sekalian.
__ADS_1