
Ketika mereka sibuk berdiskusi, tidak terasa waktu sudah berlalu selama beberapa jam, sekarang sudah menunjukkan pukul 20.00 malam.
"Waktu sudah semakin malam, bagaimana kalau kita makan malam bersama di sini," Tuan Luo masih sangat bersemangat saat ini, jadi dia menawarkan makan malam agar bisa terus mengobrol sambil makan malam.
"Maaf tuan Luo, seperti malam ini tidak bisa karena banyak hal yang harus segera kami siap kan. Bagaimana kalau besok kita makan malam keluarga di tempat Tuan Luo?" Gerhana harus menolak ajakan Tuan Luo karena dia harus segera mempersiapkan sesuatu, namun dia menawarkan makan malam keluarga kepada tuan Luo.
"Ide yang bagus, sekalian aku memanggil Tiara dan Aji bersama!" Tuan Luo menyetujui tawaran Gerhana.
"Kalau begitu kami pamit undur diri dulu, selamat malam tuan Luo."
"Kalau begitu aku akan mengantar kalian ke entrance bawah!" Mereka berjalan bersama memasuki lift.
Sesampainya di entrance masih terlihat banyak orang berbelanja dan jalan-jalan di dalam gedung, mereka berempat terus berjalan keluar Gedung.
Di luar Aladin sudah membawa pesawat penjelajah ke depan gedung, menunggu Gerhana dan yang lainnya. Di sekitar gedung banyak orang terkejut melihat pesawat itu, karena mereka belum pernah melihat kejadian seperti ini. Biasanya sekaya apapun orang itu, pasti yang menjemput mereka di depan gedung adalah mobil mewah, tetapi baru kali ini mereka melihat yang menjemput adalah pesawat ruang angkasa.
"Terima kasih Tuan Luo, kami akan langsung pulang," Gerhana sekali lagi pamit kepada Tuan Luo, dan langsung terbang bersama Anindita dan Sekar.
Tuan Luo juga sedikit terkejut melihat pesawat ruang angkasa itu, walaupun ukurannya kecil tetapi terlihat sangat futuristik. Ini pasti strata sosial tertinggi untuk mengendarai pesawat ruang angkasa di dalam kota.
Didalam pesawat, Gerhana menyuruh Aladin menerbangkan pesawat ke rumah Sekar untuk langsung mengantar Sekar pulang.
"Besok Sekar harus segera mengumumkan sistem Hunter ke semua warga di Kota Pangkalan Batam dan ke empat kota benteng di sekitar nya, sekalian mengumumkan berdiri nya Dojo Gerhana dan perekrutan anggota bagi para pejuang. Malam ini aku akan menyuruh Aladin memetakan 10.000 kilometer zona di sekitar Kota Pangkalan Batam dan langsung membangun Pangkalan Hunter di beberapa zona dalam semalam," Gerhana memberi tugas mendesak kepada Sekar.
"Apakah ini tidak terlalu cepat? bagaimana kamu membangun beberapa Pangkalan Hunter dan pusat Dojo di lima kota sekaligus?" Sekar agar kewalahan dengan sikap Gerhana.
"Lebih cepat lebih baik! Penolakan kita dan sikap Thomas tadi sore mungkin akan membangkitkan kewaspadaan Merchant Alliance dan Federasi, jadi kita harus bergegas.
__ADS_1
Lagi pula leluhur kita di zaman dahulu bisa membangun Seribu Candi dalam Satu Malam. Apalagi kita saat ini dengan teknologi canggih, pasti bisa membangun Seribu Kota dalam Satu Malam," Ucap Gerhana santai.
Di ranah Raja Dewa jangan kan membangun 1000 kota, membuat alam semesta yang berisi 1000 triliun galaksi pun bukan masalah bagi Gerhana.
Mendengar ucapan Gerhana, Sekar langsung memijat dahinya. Bergaul dengan pria ini dia harus siap jantung dan mental, agar tidak mati muda. Setiap sesuatu yang di lakukan pria ini selalu diluar nalar manusia, dalam sehari saja sudah berapa kali dia hampir terkena serangan jantung karena ucapan Gerhana.
"Baiklah, Apapun yang kamu inginkan! Aku tidak peduli, lagipula aku hanya menjalankan perintah mu," ucap Sekar sambil tersenyum masam.
"Jangan khawatir, Aladin dan Cortana akan membantu mu mengatur data dan sistem nya. kamu hanya perlu menggunakan otoritas mu sebagai walikota untuk mempublikasikan," Gerhana mengerti seberapa sibuk urusan Sekar, jadi dia meminta para AI membantu Sekar untuk mengurangi beban kerja nya.
Beberapa saat kemudian setelah mengantar Sekar, Gerhana langsung meminta Aladin menjemput Aqila, Amanda dan Wulan dirumah untuk mengajak mereka tinggal di Eclipse City.
Di dalam pesawat, Gerhana langsung mengendong Aqila, "Ayah aku ingin AI pribadi seperti Aladin dan harus ada lima!" ucap Aqila.
"Oh ... kenapa harus ada lima, Sayang?"tanya Gerhana kepada Aqila.
"Ini ayah, lihat foto Aladin menggunakan pakaian balet. imut sekali, bukan ?" Aqila menunjukkan foto Aladin yang dia dandani dengan pakaian balet.
Walaupun Aladin selalu bersama Gerhana tetapi dia bisa menggunakan kode sumber untuk membuat Cloningan atau kopian nya dimana saja.
Jadi yang di bawa Aqila ke sekolah adalah kopian AI dari Aladin dengan kecerdasan yang agak sedikit lebih lemah dari Aladin asli.
Gerhana mengeluarkan 5 gelang komunikator yang berisi energinya sebelum nya dan memodifikasi agar cocok untuk di pakai anak perempuan.
"Tuan Putri, ini adalah gelang komunikator canggih yang berisi AI yang sama dan saling terhubung. Tuan Putri bebas memberi namanya apa saja!," Gerhana berlagak seperti seorang prajurit yang menghadap Tuan Putri di kerajaan.
__ADS_1
Melihat akting ayahnya dan lima gelang komunikator, Aqila sangat bahagia. Dia langsung memeluk dan mencium ayahnya, "Terima kasih, hadiah nya Ayah!"ucap Aqila.
"AI itu belum memiliki bentuk dan nama, Aqila bebas mengatur nya sendiri." Gelang komunikator itu menyimpan energi dari Gerhana yang sangat kuat, jadi gelang itu juga bisa melindungi Aqila dan teman-temannya.
"AI ayah bernama Aladin, jadi AI ku akan di beri nama Jasmine!" ucap Aqila.
Melihat Gerhana sangat memanjakan Aqila, Anindita sangat bahagia. Sudah lama dia menunggu momen seperti ini, Anindita langsung memeluk mereka berdua dari belakang. Amanda dan Wulan berpura-pura tidak melihat dan sibuk mengamati teknologi di dalam pesawat.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di istana. Walaupun ukuran istana tidak berubah, tetapi ukuran proporsi didalamnya sudah menyesuaikan ukuran manusia normal.
Gerhana langsung menyuruh mereka beristirahat di kamar yang mereka pilih masing-masing, dan dia sendiri menuju ruang belajar pribadinya karena masih harus melakukan sesuatu bersama Aladin.
"Aladin, segera kirim drone pengawas kesemua arah dalan radius 10.000 kilometer dari pusat kota pangkalan Batam dan petakan setiap zona. Kirim juga drone robot pekerjaan kesetiap kota di Pangkalan Batam untuk membangun benteng yang berisi semua fasilitas Dojo termasuk hunian nya seperti yang sudah di rencana sebelumnya, Jangan lupa bangun juga pangkalan pemburu di beberapa zona!" Gerhana mengatakan perintah nya kepada Aladin dan mengatur pembangunan agar bisa di selesaikan pada satu malam.
Setengah jam kemudian, Gerhana kembali ke kamarnya dan Anindita.
"Sayang, aku harus terus latihan mengontrol energi dan kekuatan ku selama 50 tahun. Tetapi semua itu bisa di percepat jika aku bercocok tanam diladang seperti kemarin setiap hari, maukah Sayang membantu ku?" ucap Gerhana sedikit memohon kepada Anindita.
"Tentu saja sayang, kalau bukan aku yang membantu mu di ladang lalu siapa lagi yang bisa membantu mu? Apakah kamu ingin mencari ladang yang lain?" Anindita tersenyum agak seram.
Takut merusak mood Anindita, Gerhana langsung mencangkul ladang dengan kekuatan penuh, yang membuat Anindita berteriak kegirangan.
...****************************...
hari ini up 1 bab lagi, jangan lupa like, komen dan favorit nya teman-teman.
Author juga merekomendasikan novel bagus teman author, novel cinta anak SMA. buat teman-teman yang suka, silahkan mampir.
__ADS_1