
Keesokan paginya, setelah pesta penyambutan semalam, Gerhana meminta The Libraryan menjadi penanggung jawab orang-orang Forerunner atau Ras Forerunner dan berhubung mereka masih dalam masa Usia sekolah, Gerhana meminta The Libraryan menyusun sistem pendidikan dan materi pendidikan untuk semua anak-anak yang ada di Eclipse City dimasa depan.
Jadi Gerhana menunjuk The Libraryan sebagai Menteri Pendidikan dan kepala penelitian di Eclipse City. Ada banyak peneliti dari Ras Forerunner yang dewasa, jadi sayang kalau mereka tidak di pekerjaan sebagai peneliti di Eclipse City.
Pagi hari ini akhirnya Gerhana dan Anindita bisa sarapan bersama Aqila, Wulan, dan Amanda.
"Kak Nana, kenapa kemarin kalian tidak mengajakku," ucap Wulan memprotes.
"Aku tidak enak mengganggu kencan mu dan Gilbert kemarin! Aku tidak menyangka, Gilbert bisa menjadi pria yang gagah padahal dulu dia anak laki-laki gendut dan pemalu yang selalu kamu bully, Wulan!" Gerhana sengaja mengejek Wulan.
Kemarin Wulan kembali mengunjungi gudang pembongkaran untuk melihat progres pembongkaran sambil untuk ribut dengan Gilbert. Tetapi Gilbert tidak marah kepada Wulan dan malah mengajaknya makan siang bersama. Momen makan siang ini lah yang dilihat Gerhana melalui energi spiritual nya.
Wulan sangat malu dengan ejekan kakaknya, dia hanya bisa diam untuk menutupi rasa malunya."Jadi, kapan kalian mulai bertunangan? Kakak akan bertanggung jawab menjadi wali mu! Kakak kasih waktu satu Minggu untuk kalian berdua mendiskusikan pertunangan, kalau tidak kakak sendiri yang akan mendatangi Gilbert," Gerhana mendesak Wulan.
Wulan malu sekaligus marah dengan keputusan sepihak Gerhana, "Kakak kenapa kamu mendesak ku seperti ini, hubungan ku dan Gilbert tidak sedekat seperti yang kakak pikiran," Wulan berusaha memelas kepada Gerhana.
"Wulan, sekarang kakak yang bertanggung jawab mengurus kalian mengantikan Ayah dan Ibu, Kamu juga sudah berumur 33 tahun dan seharusnya sudah lama kamu menikah, walaupun Pejuang memiliki umur ribuan tahun tetapi kamu harus menerobos ke level Emerald terlebih dahulu, jadi sudah menjadi tugas kakak untuk mendesak kalian menikah!" Gerhana menasehati Wulan.
"Kakak, dengan bakat ku. Sangat mudah untuk mencapai level Emerald dalam beberapa tahun!" ucap Wulan masih keras kepala.
"Tetapi Gilbert hanya orang biasa dia bukan pejuang, dia akan mati ketika kamu menerobos level Emerald. Lagi pula tidak ada laki-laki lain yang mau menikah dengan wanita gila seperti mu selain Gilbert, dan kakak juga sudah mengenalnya dari dia masih kecil," Gerhana terus membantah protes Wulan.
"Makanya jadi cewek itu harus merawat kecantikan bukan merawat otot," bisik Gerhana dalam hatinya mengejek fisik Wulan yang seperti Barbie berotot.
Kakek Gerhana berasal dari keturunan orang Belanda, makanya ketika beliau muda dia terlihat seperti bule dan dia bisa berbisnis dengan lancar di Hongkong berkat bantuan orang-orang Inggris di sana, waktu itu Hongkong belum kembali ke tangan China.
__ADS_1
Dari semua keturunan kakeknya, Hanya Wulan yang mewarisi darah Eropa kakeknya, sehingga dari kecil Wulan sudah terlihat sangat cantik seperti blasteran.
Dengan terpaksa, akhirnya Wulan menuruti kata-kata kakak nya itu,"Aku akan membicarakan nya dengan Gilbert nanti, kakak tidak boleh menemui Gilbert sebelum aku izinkan." ujar Wulan.
"Kak Dirga, aku juga ingin ikut, jika kalian menemukan Ras Manusia lainya!" melihat percakapan kakak adik antara Gerhana dan Wulan selesai. Amanda langsung mengatakan keinginan nya, setelah melihat Ras Forerunner dia menjadi sangat tertarik dengan manusia dari ras lain.
"Tidak masalah! Tanya kan langsung pada Aladin apakah dia sudah menemukan pemukiman Ras manusia lain di dekat sini," Gerhana sudah menyuruh Aladin sebelumnya untuk memantau semua wilayah dalam radius 200.000 kilometer disekitar kota Batam.
"Bagaimana Aladin, apakah kamu sudah menemukan Ras Manusia lain?" Amanda bertanya dengan semangat kepada Aladin.
"Nona Amanda, sejauh ini aku sudah menemukan 3 Ras manusia dan 1 Ras Humanoid!" jawab Aladin.
Mendengar hal itu Amanda dan Wulan langsung sangat tertarik, " Jadi, dimana saja mereka berada dan apa Ras mereka?" Amanda bertanya lagi.
"Aku akan menggunakan nama dalam mitologi manusia agar kalian bisa mengerti ras apa mereka! Ada dua Ras di perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, mereka tinggal di lereng Gunung Barisan, Kedua Ras tersebut adalah Ras Orc dan Ras Dwarf. Ada satu ras di arah Kota Pangkalan Mandalay Burma, ras tersebut adalah Ras Manusia bertelinga Hewan atau Demi-Human dan terakhir Ras Humanoid Mgalekgolo di daratan Natuna," Aladin menjelaskan satu persatu.
"Waw ... Banyak sekali Ras Alien di bumi. Kak Dirga, Jadikan kami diplomat yang akan mengunjungi mereka mewakili Eclipse City!" Amanda semakin bersemangat.
"Wulan kamu akan pergi bersama Amanda," ucap Gerhana.
"Kak Nana, Sebenarnya kami sudah mendiskusikan dengan Mbak Dita, Kalau kami Bertiga akan membentuk tim Hunters. Jadi, kami berencana akan selalu pergi bersama ketika kami pergi ke alam liar!" Sejak di umumkan sistem Hunter, Wulan sangat bersemangat mengajak Anindita dan Amanda membentuk tim Hunter mereka sendiri.
"Tidak masalah, Justru itu jadi lebih baik. Anindita sudah pernah menghadapi Ras Forerunner, jadi dia bisa membantu kalian ketika menghadapi Ras Demi-Human!" Gerhana memang berencana meminta Anindita menemani mereka berdua.
"Tetapi kalian jangan pergi hari ini, biarkan Aladin mengumpulkan data tentang mereka terlebih dahulu."
"Oke kak Nana (Dirga)!" Wulan dan Amanda menjawab bersamaan.
__ADS_1
***
Setelah Sarapan bersama, Gerhana mengajarkan metode penanaman tujuh fisik tiga spiritual kepada Wulan dan Amanda. Gerhana juga membimbing mereka berdasarkan pengalaman nya selama ini.
"Kak Nana, ajarkan aku jurus serangan yang bisa melipat gandakan kekuatan, apa kak Nana punya jurus seperti itu?" tanya Wulan.
"Aku punya banyak metode dan jurus yang bisa melipat gandakan kekuatan serangan. Nanti aku akan mengajarkan kalian masing-masing jurus yang sangat kuat. Tetapi sebelum itu, kalian harus membiasakan diri berlatih menggunakan metode penanaman yang aku ajarkan sebelum nya."
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba komunikator Gerhana menerima panggilan dari Tuan Luo.
"Hallo Gerhana, jangan lupa malam ini aku mengundang mu dan Anindita makan malam di rumah ku. Aku juga sudah menyuruh Tiara mengajak Aji ke rumah malam ini," Tuan Luo langsung mengingatkan Gerhana tentang undangan makan malam dirumahnya.
"Terima kasih Tuan Luo, atas undangan nya."
"Tidak apa-apa, aku sangat menyambut kalian datang ke rumahku," ucap Tuan Luo.
Setelah sedikit obrolan ringan, Tuan Luo menutup panggilan nya.
"Siapa yang menelepon barusan?" tanya Anindita.
"Tuan Luo, dia mengundang kita makan malam dirumahnya!" ucap Gerhana.
"Apakah Aji dan Tiara datang juga? Aku akan segera menyiapkan pakaian yang akan kita kenakan nanti malam," Anindita langsung menyiapkan pakaian mereka.
"Iya, Aji dan Tiara akan datang juga." ucap Gerhana
...******************************...
__ADS_1
Author merekomendasikan salah satu karya teman author, novel remaja yang sangat seru.