
Sangat mudah bagi Gerhana untuk meningkatkan kultivasi Anindita dari Diamond level satu menjadi Diamond level sembilan, bahkan menerobos ke level Master.
Hanya perlu menggunakan tabung nutrisi level Diamond, dalam waktu singkat Pejuang Diamond level satu bisa langsung menjadi Pejuang Diamond level sembilan. Hal ini sering digunakan oleh para bangsawan kekaisaran alam semesta untuk meningkatkan kekuatan para keturunan mereka, walaupun biaya cairan nutrisinya amat sangat mahal. Tetapi bagi Gerhana itu hanya setetes air di lautan luas.
Tetapi hal seperti itu memiliki satu kelemahan fatal, yaitu yayasan kultivasi mereka tidak kuat. Untuk kultivasi di level selanjutnya, mereka akan jauh lebih lemah dari seorang pejuang di level yang sama. Sebagai contoh, ketika seorang Pejuang Diamond level lima yang berkultivasi dengan kerja keras mereka sendiri melawan seorang Pejuang Diamond level sembilan yang berkultivasi menggunakan cairan nutrisi, yang akan menang adalah Pejuang Diamond level lima, karena yayasan mereka jauh lebih matang dan waktu kultivasi mereka lebih lama.
Normalnya butuh waktu puluhan sampai ratusan tahun untuk meningkatkan satu level di ranah Diamond, jadi selama puluhan sampai ratusan tahun ini pengalaman dan kemampuan mereka akan lebih kuat di setiap level nya, apalagi Pejuang level Diamond memiliki umur lebih dari 1000 tahun. Jadi ketika Pejuang Diamond menggunakan cairan nutrisi untuk meningkatkan level mereka hanya dalam beberapa bulan, pengalaman dan kemampuan mereka tidak meningkatkan sama sekali, karena kultivasi mereka dilakukan secara instan.
Namun itu semua tidak pernah menjadi pertimbangan bagi Gerhana untuk keadaan Anindita, karena Gerhana tidak butuh Anindita menjadi pejuang yang kuat. Dari kultivasi Anindita, Gerhana hanya ingin Anindita memiliki umur yang panjang, agar bisa terus menemaninya mengarungi Alam Semesta yang luas ini.
Gerhana juga hanya ingin anaknya lahir dengan sehat dan normal, karena semakin tinggi kultivasi ibunya semakin sehat juga bayi yang dilahirkan. Anak Gerhana di takdir untuk tidak menjadi bayi manusia biasa pada umumnya, karena Gen Dewa Gerhana, anaknya yang lahir pasti akan lebih lebih kuat, di perkirakan mereka akan mencapai ranah Bintang (Pejuang Master) ketika mereka dilahirkan, jadi Anindita juga minimal harus mencapai Ranah Bintang tingkat sembilan untuk bisa melahirkan mereka tanpa resiko kematian.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Gerhana memiliki amplitudo sel tubuh sebanyak 100 juta kali lipat dari manusia biasa, jadi anaknya juga pasti memiliki amplitudo sel tubuh sebanyak 10 juta kali lipat atau paling tidak 1 juta kali lipat, yang berarti bayi yang lahir akan sebesar Matahari ketiga dilahirkan. Hal ini mustahil bagi Anindita yang hanya seukuran manusia normal.
Namun Alam Semesta lapisan pertama memiliki aturan nya sendiri. Batas atas amplitudo sel mahluk hidup, hanya sebanyak 10.081 kali lipat. Hal ini memungkinkan bayinya untuk memiliki ukuran bayi manusia normal pada umumnya, namun nutrisi yang di perlukan tetap 10 juta kali lipat dari janin manusia biasa dan perkembangan mereka akan menjadi lebih cepat dari dari manusia normal. Itulah kenapa dalam waktu kurang dari 4 Minggu, embrio nya sudah berbentuk seperti janin berusia 6 Minggu.
__ADS_1
***
"Aladin, menurut perhitungan mu berapa lama waktu yang dibutuhkan Anindita untuk berada di kabin nutrisi sampai dia mencapai Pejuang Master(Bintang) level sembilan?" Sambil menyiapkan kabin dan cairan nutrisi di kamar utama, Gerhana bertanya kepada Aladin.
"Menurut perhitungan ku dengan kondisi kehamilan Nyonya Anindita yang seperti ini, untuk mencapai Diamond level sembilan akan di butuhkan waktu 2 bulan Nyonya Anindita berendam di kabin nutrisi selama 15 jam sehari, dan maksimal 1 bulan waktu untuk Nyonya Anindita menerobos ke ranah Pejuang Master.
Kemudian untuk mencapai Pejuang Master level sembilan Nyonya Anindita harus berendam lagi di cairan nutrisi selama 15 bulan lagi, jadi Nyonya Anindita harus mengandung anaknya selama satu setengah tahun lagi, agar bayinya bisa dilahirkan dengan normal," Aladin menjelaskan secara rinci kepada Gerhana.
"Kenapa perlu waktu begitu lama?" Gerhana bertanya dengan heran.
"Tuan, Nyonya Anindita mengandung lima anak kembar dari mu dan amplitudo sel tubuh mereka 1 juta kali lipat dari manusia biasa, jadi Nyonya Anindita membutuhkan 10 juta kali lebih banyak cairan nutrisi dan waktu yang dibutuhkan," ucap Aladin sambil memutar mata nya belakang, sikap tuannya terlalu cemas, jadi tidak bisa berpikiran lebih jernih.
"Oh, begitu," Gerhana hanya sedikit merespon Aladin sambil melihat Anindita yang berdiri di depan kamar.
Gerhana menghampiri Anindita sambil berkata, "Sayang, sebaiknya kamu berendam di kabin nutrisi mulai dari sekarang selama 15 jam sehari dan mengurangi kegiatan mu di luar."
__ADS_1
Melihat Anindita, Gerhana tidak ingin Vitalitas istri nya terus berkurang setiap detik, jadi dia mendesak Anindita untuk segera mulai berendam di kabin nutrisi.
"Iya, tidak apa-apa Sayang! aku akan mandi dan berganti baju dulu!" Ucap Anindita sambil tersenyum, agar suaminya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
"Sayang, aku akan selalu menemani mu selama kamu mengandung!" bisik Gerhana pelan.
Gerhana merasa sangat khawatir, karena dia tidak ingin hal yang sama sepuluh tahun yang lalu terulang lagi kepada Anindita. Dia juga merasa sedikit bersalah karena selalu membebani Anindita dengan cara mengandung anaknya, setelah ini dia berjanji akan lebih memanjakan istri nya.
Berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Gerhana. Anindita justru merasa sangat bahagia karena bisa kembali memiliki bayi dari Gerhana, ini menunjukkan hasil buah cinta mereka yang masih sangat kuat meski telah terpisah selama 10 tahun.
Anindita sangat merindukan masa-masa membesar kan bayi mereka yang sempat tertunda, dia tidak khawatir Gerhana akan menghilang lagi. Tidak mungkin bencana yang sama terulang kembali, apalagi sekarang Gerhana adalah seorang Dewa atau manusia paling kuat di seluruh Alam Semesta, tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka.
Namun melihat ekspresi wajah Gerhana yang tertekan dan khawatir, Anindita memikirkan bagaimana cara agar suaminya tidak terlalu khawatir. Dia tahu apa yang sangat di khawatir oleh suami nya, jadi dia akan membujuk suami agar tidak terlalu cemas.
Bagi seorang wanita yang sudah menikah, mengandung anak dari suaminya dengan berbagai macam resiko kematian, adalah hal yang sering terjadi. Tetapi tinggal bagaimana cara mereka mengurangi resiko tersebut dan melahirkannya dengan normal dan sehat.
__ADS_1
Tidak ada satu pun seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya tumbuh dengan sehat, apa pun akan mereka berikan untuk anak mereka.