
"Mas,bibi Fatma lusa akan ke sini". Ucap Melody, tersenyum manis ke arah suaminya. "Kangen mas, dengan beliau". Sambungnya lagi, dengan wajah memelas.
Vino,memang tidak menyukai sifat bibinya Melody. Apa lagi,beliau tak segan-segan mempengaruhi pikiran sang istrinya. "Terus,bermalam di sini?Sama siapa bibi Fatma,ke sini?". Tanyanya, mendelik ke arah sang istri. Semoga saja sendirian,jangan sama dia.
"Gak tau mas,bibi Fatma sama siapa. Mas,kamu jangan berburuk sangka dengan bibi Fatma". Melody, mengetahui jika suaminya tidak suka dengan kedatangan sang bibi.
"Terserah kamu yang,aku ngikutin aja. Semoga beliau sendirian,gak sama dengan...". Vino, menggantung ucapannya hampir kecoplosan.
Beruntung anaknya menangis bangun tidur,jadi Melody tidak mendengar kalimat perkataan suaminya tadi.
"Selamat". Gumam Vino, memusut dadanya.
Melody, memberikan susu kepada anaknya sampai tertidur pulas lagi. Dia kembali duduk di tepi ranjang, dekat sang suami."Mas, sebenarnya kamu percaya gak sama makhluk halus?". Tanya Melody, memeluk erat tubuh suaminya.
Vino, mendengar ucapan sang istri mu. Tenggorokannya terasa tercekat,tak bisa mengeluarkan kata-kata.
"Uhukkk.... Uhukk.... Rrrggghhh.... Uhukkk...!". Vino, memegang lehernya. Astagfirullah,kenapa dengan leherku? Aaarghhh...Sakit sekali,ini sangat sakit Ya Allah.
"Mas,kamu kenapa? Ya Allah,kamu kenapa mas?". Melody,panik melihat suaminya semakin mencekik lehernya. Ya Allah,kenapa dengan kamu mas?.
"Bi Darna! Dina! Tolong!bi Darna!". Melody, berteriak-teriak memanggil dua artnya dari pintu kamar.
"Aarrrghh... Uhukkk.... Uhukk...!". Mata vino, memerah menahan rasa sakit di bagian lehernya. Astagfirullah, leherku panas sekali rasanya. Kenapa ini,aku tidak bisa mengeluarkan suara?.
"Astagfirullah! Nak Vino,kenapa kamu nak?". Bi Darna,panik melihat Vino yang berlutut di lantai sambil terbatuk-batuk dan memegang lehernya.
"Ya Allah,pak Vino!". pekik Dina, ketakutan melihatnya. Apa pak Vino,di ganggu makhluk halus yah?Iih... Menyeramkan sekali,apa masih pak Vino tidak percaya hal mistis?.
Melody, tangisnya sudah pecah dan Dina, ketakutan melihat keadaan Vino.
"Bi... Uhukk.... Uueekk.... Uueekkk...!".
Deg!
Mata Melody dan Dina, terbelalak melihat apa yang di hadapan mereka.
__ADS_1
"Aaaaaaaaa....!". Teriak Melody,bi Darna dan Dina.
Bagaimana tidak syok berat, melihat Vino memuntahkan darah segar dan beberapa belatung.
"Darah, astagfirullah mas!". Teriak Melody, ketakutan dan mengundurkan langkahnya.
Bi Darna dan Dina, bergidik ngeri melihat belatung menggeliat di lantai. Mereka langsung mual-mual,tak sanggup menahannya.
"Ha...Ha...Ha... Astagfirullah, astagfirullah,apa itu?". Vino, panik melihat apa yang keluar dari mulutnya.
"Uueekk.... Uueekkk...!". Melody dan Dina, muntah-muntah tak sanggup apa yang di lihatnya.
"Astagfirullah,kenapa ada belatung? Ya Allah, apa yang terjadi?". Isak tangisnya Melody,luruh di lantai.
Vino, bergegas menuju kamar mandi dan membasuh mulutnya beberapa kali. Sungguh tak percaya dengan terjadi,benda menjijikkan itu keluar dari mulutnya.
Bi Darna,masih mematung di tempatnya dan syok berat apa yang di lihat.
"Bi Darna!". Pekik Melody dan Dina, tiba-tiba bi Darna tak sadarkan diri langsung.
Dina, sudah memangku kepala bi Darna dan menepuk kedua pipinya.
"Mas! Buka pintunya,mas! Bantu kami mas,keluar mas!". Isak tangisnya Melody, berlarian ke arah anaknya menangis juga.
"Pak Vino, tolong kami! Bi Darna,tak sadarkan pak!". Teriak Dina, ikutan menangis jadinya.
Sedangkan Vino, menangis kesegukan di dalam kamar mandi. Dia masih enggan keluar, terbayang-bayang apa yang keluar dari mulut. Lagi-lagi Vino, membersihkan mulutnya tak berhenti.
Pak Hermon, terpaksa membersihkan muntahan Vino. "Ini ada yang tidak beres non Melody,ada seseorang yang berbuat jahat terhadap keluarga non".
Deg!
Melody, terkejut mendengar ucapan pak Hermon. "Tapi,siapa pak? Kami tidak melakukan kejahatan terhadap siapapun,apa yang harus kamu lakukan?". Melody, memeluk erat tubuh anaknya di dalam gendongan.
"Akan saya cari tahu,non. Siapa tau,ada ustadz yang bisa melakukan ini. Jangan tinggalkan ibadah sholat dan ngaji, untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT". Kata pak Hermon,di angguki Melody.
__ADS_1
Bi Darna, sudah siuman dalam keadaan lemas tak bertenaga.
"Tapi,kami sudah melakukannya pak Hermon". Sahut Dina, langsung.
Vino, melangkah gontai bergabung dengan istri dan lainnya di ruang tamu.
Melody,merasa senang akhirnya sang suami keluar juga. "Mas, duduklah di sini. Kata pak Hermon,ada seseorang yang sirik sama kita. Lalu, seseorang mengirim ilmu hitam seperti santet mas".
Vino,masih pusing memikirkan masalah yang terjadi. "Besok pagi aku pergi ke rumah sakit,siapa tau ada penyakit dalam. Jangan berpikir aneh-aneh,apa lagi tentang ilmu hitam. Gak baik Melody, terlalu mempercayai hal seperti itu".
"Astagfirullah,mas! Apa belum cukup bukti-bukti yang ada,ha? Aku tidak sanggup mas,aku akan meminta bantuan yang bisa melakukan hal ini". Melody,tak habis pikir dengan sikap suaminya.
"Iya,kita harus meminta pertolongan kepada ustadz". Sambung bi Darna, langsung.
"Ck,bilang saja kan kamu ingin bertemu dengan ustadz Agam. Apa jangan-jangan kamu tidak bisa move one,dari dia!". Bentak Vino, sorotan matanya memerah manahan amarahnya.
"Selain ustadz Agam,masih banyak ustadz yang lainnya". Sahut Dina,tak mau Melody terus di salahkan.
Melody,merasa sakit hati karena ucapan sang suaminya. Selalu menuduh bahwa dirinya,masih menginginkan ustadz Agam. "Istighfar mas,aku istrimu mu loh. Mana mungkin aku menginginkan pria lain,ingat itu". Melody, menghapus air matanya yang luruh.
"Pak...!".
"Pak Hermon, silahkan keluar! Jangan ikut campur dalam urusan keluarga kami!". Perintah Vino, memotong perkataannya.
Mau tak mau,pak Hermon mengangguk pasrah dan melangkah ke luar rumah. Merasa iba melihat Melody, wajahnya terlihat pucat pias.
"Nak, bisakah kamu mempercayai ucapan kami". Bi Darna, memohon kepada Vino.
"Cukup! Ini adalah akibatnya mempercayai makhluk halus,terima resikonya. Sudah aku bilang bukan,jangan terlalu mempercayai hal begituan. Sekali lagi,aku mendengar kalian membahas ini. Aku tak segan-segan mengusir bi Darna dan Dina, akan aku pulangkan langsung". Ancam Vino, menatap tajam ke bi Darna menundukkan kepalanya.
Melody, beranjak berdiri dan meninggalkan ruang tamu. Dia masuk kedalam kamar,lalu menguncinya dari dalam. Sungguh kecewa dengan sikap suaminya, sedikitpun tak mempercayai apa yang di rasakannya.
Vino,mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tau jika Melody, sudah sakit hati mendengar bentakan kerasnya tadi.
Dina, membawa bi Darna ke kamar mereka. Sama-sama merasakan ketakutan,hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh mereka
__ADS_1
Melody, meletakkan buah hatinya di tempat tidur dan dia menangis meringkuk. "Kamu tega mas, sampai kapan kamu percaya dengan ku. Apa belum cukup, dengan kejanggalan semua ini". Gumamnya pelan, membiarkan air matanya membasahi sprei.