
Deg!
Melody, terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling. Betapa terkejutnya sekarang berada di tengah hutan,di kelilingi perpotongan menjulang tinggi.
"Dimana aku?" Kata Melody,mulai melangkah kakinya dan sedikit berlarian.
"Tolong! Adakah orang di sini! Tolong!". Melody, berteriak-teriak memanggil seseorang di tengah hutan. Dia terus berlarian kemana pun, seketika langkahnya terhenti karena merasa sesuatu yang tidak beres.
"Tidak! Tidak! Aku berkeliling di sini saja,ini tidak mungkin". Melody, menggeleng pelan. "Tolong! Tolong! Tolong,mas Vino! Mas Vino!".
Melody, berlutut di tanah dan menangis histeris tak ada seorang pun.
"Rrrggghhh....Sakit! Sakit,aaarggh...!"
Melody, terdiam mendengar rintihan suaminya kesakitan. "Suara mas Vino,iya suara suamiku. Mas Vino! Kamu dimana,mas? Mas Vino! Kamu dimana,mas?".
Melody, terus-terusan memanggil suaminya dan berteriak-teriak sekeras mungkin.
"Rrrggghhh....Sakit! Hahahaha...Sakit! Hahahahha....!"
"Aaaaaaa... Hentikan! Iblis, keluarlah! Hentikan!". Melody, menggeleng pelan dan menutup kedua telinganya. Dia tidak tahan mendengar suara sang suami,merintih kesakitan.
Krek
Krek
Krek
Glek
Melody, berlahan-lahan mendekati sebuah pohon besar. Dimana ayunan bayi,berayun dengan sendirinya.
Dada Melody, berdegup kencang namun kakinya terus melangkah maju.
"Mas! Mas Vino!Mas,ini aku mas Melody!". Kata Melody, dia tau sang suami tengah mengayun buah hati mereka.
Krek....Krek...krek...
Matanya Melody, melotot sempurna melihat sesosok suami wajahnya berlumuran darah.
"Aaaaaaaaa....Ha...Ha...Ha...Ha....!". Dia terbangun dari tempat tidurnya, melihat sekeliling masih di dalam kamar.
"Astagfirullah, astagfirullah,tadi apa?" Melody,mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat.
__ADS_1
Allahuakbar.... Allahuakbar...
Adzan subuh berkumandang di mesjid terdekat, Melody keluar dari kamar menuju dapur.
Berniat untuk menggambil air wudhu untuk sholat berjamaah bersama bu Ina, bulu kuduk seketika berdiri tempat mengambil air keluar dari pintu belakang.
Melody, mengambil air di dalam sumur. Calingukan melihat sekeliling,dia sudah sangat ketakutan. Buru-buru berwudhu, rasanya ingin kabur secepat mungkin.
Kretek...
Kretek...
Melody, mendengar suara aneh dari arah sumur. Langsung mengambil langkah kaki seribu, masuk kedalam tak berani menoleh ke belakang.
***************
Sekitar jam 9 pagi, Melody dan bu Ina menuju sebuah pegunungan dengan jalan kaki.
"Kenapa beliau tinggal di hutan,bu?". Tanya Melody, keheranan kakinya sangat lelah sudah.
"Tidak tau,nak. Beliau paling tua di desa ini,enggan mau tinggal bersama penduduk desa. Tetapi, warga desa kami menyanjung tinggi beliau". Jawab bu Ina, berhenti melangkah kakinya.
Melody, memandang ke arah depan melihat sebuah rumah lumayan besar dan dikelilingi pohon-pohon besar.
Wuuusss....
Angin berhembus kencang, daun-daun kering berterbangan di sekeliling mereka.
"Panggil Aki Belau, bersikaplah sopan santun dan ramah". Bisik bu Ina, langsung di angguki Melody yang gelisah gusar sejak tadi.
Deg!
Melody, berekspresi biasa melihat sesosok pria yang sudah tak muda lagi.
"Silahkan masuk,nak". Ucap pria itu, jenggotnya sangat panjang dan kalung tasbih lumayan besar di lehernya. Di tangan sebuah tongkat bengkok, berkulit sawo matang dan rambutnya panjang. Berpakaian rapi, mengenalkan sorban putih di kepalanya.
Aki Belau, mempersilahkan duduk di hadapannya.
Melody dan bu Ina, menurut perintah Aki Belau. Beliau,berkata lembut dan halus sungguh indah di dengar oleh Melody.
Mata Melody, melihat sekeliling begitu banyak pigura ayat-ayat Suci Allah SWT. Bahkan beberapa gambar ulama besar,di pajang di dinding.
Keadaan sekeliling terlihat sangat rapi, begitu banyak tumpukan buku-buku di lemari. Satu menjadi puas perhatian Melody, sebuah lemari di dalamnya terdapat Al-Qur'an.
__ADS_1
Beberapa pertanyaan dari Aki Belau,kepada Melody dan langsung di jawabnya.
Mbah Belau,mencipratkan air di gelas ke arah Melody dan membacakan surah suci Allah SWT.
"Astagfirullah, seseorang sengaja mengirimkan ilmu hitam kepada suamimu nak. Ini sangat bahaya sekali,nyawa taruhannya jika terlambat untuk di obati". Ucap Aki Belau,menatap Melody sangat memprihatikan. "Minumlah air ini, sudah mengandung beberapa surah suci Allah SWT. Ada seseorang sengaja menghancurkan mu nak, makhluk itu terus-terusan mengikuti mu. Beruntung sekali,kamu tahan dan dia tidak bisa memasuki tubuhmu. Nak, ingatlah Allah SWT dan berdoalah meminta perlindungan. Coba kamu ingat-ingat lagi, adakah seseorang yang pernah kamu sakiti?". Tanya Aki Belau, tersenyum kecil.
Melody, mengangguk pelan dan menceritakan masa lalunya. Dimana dulu, dia pernah menjalin hubungan dengan seorang pria dan hubungan mereka tak di restui.
Aki Belau, langsung meminta Melody segera menemui pemuda itu dan meminta maaf.
Aki Belau, memberikan sebotol air kepadanya untuk sang suaminya. Beliau memberikan gelang di buat dari benang hitam, untuk Melody.
Setelah selesai, barulah Melody pulang ke kota menemui suaminya itu. Satu-satu harapannya saat ini, harus menemui pria di masa lalunya itu.
*******************
Malam harinya, Melody sudah sampai di rumah mertuanya dan tergesa-gesa menghampiri sang suami dalam keadaan semakin memburuk.
Bu Mega,masih enggan berbicara dengan menantunya itu. Dia malah bersembunyi di dalam kamarnya,ketika Melody datang.
Bu Sonya,merasa lega atas kedatangan Melody dalam ke adaan selamat tanpa kekurangan apapun.
Berlahan-lahan Melody,mulai mengusap wajah suaminya menggunakan air yang di berikan Aki Belau. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya,wajah sang suami tidak sebiru tadi.
"Mah,aku akan pergi lagi dan mencari seseorang yang melakukan hal ini. Aku titip mas Vino,mah. Setiap Adzan berkumandang di mesjid,mamah harus mengusap air ini ke wajah mas Vino. Aku mohon mah, bantulah aku". Melody, memohon kepada sang ibu.
"Nak,biar ayah yang melakukannya. Ayah,akan menjaga Vino dan menuruti perkataan mu". Pak Marto,merasa kasian atas perjuangan menantu demi anaknya.
"Makasih ayah,aku tidak tau harus berbuat apa lagi. Bagaimana keadaan bunda, apakah beliau baik-baik saja?". Tanya Melody, dia juga mengkhawatirkan keadaan ibu mertuanya.
"Nak, semua di sini baik-baik saja. Vino, berulah seperti kemarin lagi. Sekarang ustadz Yahya, pulang harus beristirahat karena kepalanya terkena lemparan benda dari suamimu". Kata bu Sonya.
Melody,langsung syok berat mendengar ucapan sang ibu. "Astagfirullah, kenapa seperti ini? Maafkan mamah, harus pergi lagi nak. Do'akan mamah, semoga cepat-cepat menyelesaikan masalah ini dan bisa bersama ayah lagi". Melody, mencium kening anaknya yang tertidur pulas di pangkuan sang nenek.
"Kamu harus berhati-hati nak,jangan lupa berdoa yah". pinta bu Sonya, mengelus lembut rambut anaknya.
"Apakah mamah dan bunda, bergantian menjaga Nalendra?" Tanya Melody, penasaran melihat sang ibu letih.
"Tidak,cuman bi Darna dan Dina saja. Sejak ibu mertua marah kepadaku, tidak pernah menggendong cucunya". Bu Sonya, terpaksa harus jujur mengatakannya. "Bahkan kemarin atasan suamimu dan rekan kerjanya di kantor datang menjenguk Vino. Mamah, melihat seorang wanita begitu akrab dengan ibu mertua mu".
Deg!
Melody, menggeleng pelan dan merasakan hatinya teriris-iris mendengar ucapan sang ibu. Ya Allah, begitu tega sekali bunda dengan anak kami. Apakah bunda, tidak mau mengakui anakku sebagai cucunya?.Batin Melody, hatinya seperti di remas-remas.
__ADS_1