AYUNAN BAYI

AYUNAN BAYI
Restoran


__ADS_3

Randa, mendekati Ilham di meja kerja dan memberikan kode ada seseorang tengah menguping pembicaraan mereka.


"Gimana kabar Melody sama anaknya, Ilham?" Tanya Randa, sekedar basa-basi semata.


"Alhamdulillah, keadaan Melody dan anaknya baik-baik saja. Kata ustadz Yahya, tidak ada mengganggu mereka lagi. Besok Melody,mulai aktif bekerja dan anaknya di asuh oleh baby sitter" Jawab Ilham, tersenyum sumringah.


"Alhamdulillah,kalau Melody dan anaknya baik-baik saja. Aku salut dengan Melody,tetap semangat menjalani kehidupannya" Ucap Randa, mengedipkan bola matanya.


"Hmmmm...Melody,jauh lebih baik kok. Kita doakan saja, semoga mendapat suami jauh lebih baik lagi" kekehnya Ilham, tersenyum kecil.


"Benar sekali,siapa tau kamu menjadi suaminya nanti" Randa, menggoda Ilham yang menggeleng pelan.


Mereka berbicara tentang Melody,saling menggoda. Di sisi lainnya, Vino tengah menguping pembicaraan mereka dan tidak menyukainya. Hatinya terasa panas mendengar temannya, ingin mendekati mantan sang istri.


 "Vino,ke kantin yuk!" Ajak Mona, ingin meraih lengan Vino.


Vino, langsung menghindari dan menjaga jarak. "Kamu saja, aku sudah sarapan pagi di rumah" Jawabnya sedikit kesal, berlalu meninggalkan Mona.


"Tumben sekali,wajah vino kusut" Gumamnya pelan,masih menatap kepergian Vino dan masuk kedalam ruang kerjanya.


Vino, tidak fokus dengan pekerjaannya dan masih terngiang-ngiang pembicaraan teman-temannya. Memang benar,jika mereka berkumpul dan membawa Melody dulu. Teman-temannya terang-terangan memuji kecantikan, Melody. Masih berstatus istri saja, mereka berani memujinya apa lagi sekarang status janda.


"Aaaarrgghh...Ada apa denganku ku ini? Mana mungkin juga, aku menyesali perbuatanku sendiri" Vino, menghempas maps di meja.


Menghela nafas panjang dan mulai bekerja lagi. Masih dengan sama, dia tidak fokus bekerja.


**************


Hari ini, Melody pergi ke Mall untuk berbelanja keperluannya. Besok dia mulai aktif bekerja, berharap semuanya berjalan dengan lancar.


"Huuff... Sudah lama sekali,aku tidak pernah jalan dan berbelanja seperti sekarang" Gumamnya pelan,sambil memilih beberapa pakaian.

__ADS_1


Kebetulan sekali, Randa tengah ke mall ada sesuatu yang di carinya. Matanya tertuju kepada Melody,tengah sibuk di toko pakaian.


"E'ehmmm...!" Randa, berdehem dan mendekati Melody.


"Ee...Randa,kamu ada di sini? Mau belanja juga,yah?" Tanya Melody, terkejut melihat teman mantan suaminya itu.


"Iya,mau cari sepatu olahraga yang di rumah sudah sobek" Jawab Randa, melirik ke arah Melody tubuhnya terlihat kurus.


"Oh,suka olahraga rupanya. Pantesan postur tubuh mu bagus, sixpack dan kekar" Melody,tak segan-segan memuji bentuk tubuh Randa.


Randa, tersipu malu-malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehehehe.. Bisa juga yah,kamu memuji pria lain. Kamu sendirian kah,mana anakmu?" Tanya Randa, calingukan melihat sekeliling karena tidak ada siapapun bersama Melody.


"Anakku tinggal, Rand. Mumpung ada nenek dan baby sitter menjaganya. Aku cuman sebentar kok,mau beli beberapa set pakaian kerja saja" Jawab Melody,nada berbicaranya sangat halus di telinga Randa.


"Kerja dimana Mel?" Tanya Randa, tersenyum kecil.


"Kerja di tempat dulu,di perusahaan kecantikan dan masih posisi sama. Aku permisi dulu, mau membayar belanjaan ini". Pamit Melody, melewati Randa cuman mengangguk pelan.


Randa,keluar dari toko pakaian dan menunggu di luar sana. Beberapa menit kemudian, Melody keluar sambil membawa belanjanya.


Randa,menghela nafas beratnya dan memijit pelipisnya. "Aku cuman mau bilang ke sana, takutnya kamu cariin aku". Kekehnya Randa,dia salah tingkah jadinya.


"Hahahaha....Kamu ada-ada saja,aku pamit pulang dulu yah. Assalamualaikum," pamit Melody, tersenyum manis.


"Wa'alaikum salam, Mel. Hati-hati yah" Randa, mempersilahkan Melody pergi. Masih menatap kepergian Melody, semakin jauh saja.


"Kok bisa yah, Vino melepaskan seorang istri seperti Melody? Apa mata Vino, ketutup sesuatu? Kata Ilham, sempat bertanya kepada ustadz Yahya jawabannya tidak ada. Perpisahan itu,memang murni kemauan dari Vino". Randa, terduduk di kursi sambil memikirkan hubungan Melody dan Vino.


*****************


Jam menunjukkan pukul 5 sore hari,Melody mampir kesebuah restoran yang baru buka. Dia pernah melihat status Facebook temannya, masakan di restoran ini sangatlah enak.

__ADS_1


Melody, memesan makanan sejenis seafood dan beberapa BBQ lainnya. Aromanya sangat menggoda lidah, perutnya semakin keroncongan. Ketika menoleh ke belakang, rupanya ada seseorang yang di kenalnya.


Deg!


"Mas Vino" Lirihnya pelan,air matanya luruh melihat mantan suaminya duduk bersama seorang wanita cantik yang masih muda. Rupanya mereka baru datang,lalu memesan makanan mereka.


"Ya Allah,sakit sekali hatiku. Siapa wanita itu? Apakah ini, alasannya mas Vino berpisah dengan ku karena dia menemukan wanita impiannya". Kata Melody,menyeka air matanya. Dia berusaha tegar saat ini, memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan masih samar-samar mendengar pembicaraan mereka.


"Mas Vino,aku senang sekali kita bisa makan bersama. Aku sudah lama loh, menanti momen ini" Wanita itu, malu-malu kucing.


"Benarkah? Aku terkejut mendengarnya,maaf aku tidak tau selama ini. Ngomong-ngomong kamu kerja apa?" Tanya Vino, tersenyum kecil ke arah wanita di depannya.


"Aku seorang perawat di rumah sakit Idaman. Aku juga tau,mas kerja dimana dan sebagai apa" Kata wanita itu, malu-malu menyantap makanannya.


"Sulis,kamu sudah lama kenal sama bunda ku?" Tanya Vino, sesekali melirik ke arah Sulis yang dikenalkan oleh bundanya dan calon istri katanya.


Benar sekali, Sulis masih muda dan berumur 23 tahun. Kulitnya putih bersih, rambut pendek dan tinggi. Dia orang terpandang juga, seperti keluarga Vino.


"Lama mas, semenjak mas Vino belom menikah. Sakit hati mas, mendengar kamu menikah dengan wanita lain. padahal aku ingin sekali loh,jadi istrinya mas" Sulis, menyelipkan rambut di telinganya.


Vino, terkejut melihat sesosok wanita yang dikenalnya. Melody, beranjak pergi dari meja makan dan melongos melewati mantan suaminya itu.


Sedikitpun Melody, tidak memandang wajah mantan suaminya dan acuh saja. Vino, beranjak berdiri ingin mencegah kepergian Melody.


"Mel,aku dan dia..." Vino, terhenti berbicara karena Melody menatapnya tajam.


"Maaf,saya tidak kenal dengan anda. Mbak,jaga pasangannya yah. Jangan suka seenaknya menyentuh wanita lain" Melody,menarik tangannya di cengkram Vino.


"Melody,kamu ngomong apa sih? Mana mungkin kamu lupa sama aku,aku adalah mantan suamimu. Tidak pantas kamu berkata seperti itu, sok-sokan tidak me mengenaliku. Mel,tunggu! Mel!" Vino,mengejar Melody sampai keluar restoran.


Sulis, menghentak-hentakkan kakinya karena Vino malah mengejar mantan suaminya itu. Meskipun Melody, pura-pura tidak mengenalinya.

__ADS_1


"Lepas! Jangan sentuh saya!" Bentak Melody, menghempaskan tangan Vino.


Vino, mendengar bentakan keras dari Melody. Dia melonjak terkejut mendengarnya, dadanya terasa sesak karena tidak ada suara lembut keluar dari mulut mantan istrinya itu.


__ADS_2