
"Bu Fatma, sekarang tanggung jawab atas perbuatan mu ini. Kenapa diam saja,ha?Bisa melakukannya, seharusnya bisa mengakhiri semuanya". Ucap bu Mega, lagi-lagi sang suami mencegah istrinya takut macam-macam.
"Mah, sudah jangan menyalahkan bu Fatma. Beliau sudah melakukan semampu mungkin,sabar mah". Pak Marto,merasa tidak nyaman dengan keluarga besannya.
"Diam kamu,mas! Aku tidak terima apa yang terjadi pada anakku,Vino. Apa kamu tidak kasian melihat kondisinya saat ini, seperti mayat hidup mas". Bu Mega,tak kuasa menahan dirinya dan mendekati Melody menangis di tepi ranjang sang suami.
"Ee... Gara-gara kamu menikah dengan anakku,dia seperti ini. Kalau aku tau, jika keluargamu bersekutu dengan iblis. Aku tidak sudi memiliki menantu seperti mu,ancamkan itu". Bu Mega, terpaksa harus berkata kasar kepada menantunya.
"Bunda, maafkan Melody. Semua ini, salahku sepenuhnya karena memilihnya. Maafkan aku,bunda". Melody, langsung berlutut di kaki mertuanya.
Bu Sonya, mendekati sang anak untuk membantu berdiri karena bukan dia yang salah.
"Berdirilah nak, semua ini bukan salahmu. Ayo, berdirilah dan kamu kuat". Bu Sonya, menangkup wajah anaknya.
"Aku salah mah, lihatlah keadaan suamiku sekarang ini. Dia tidak sadarkan diri,dia tidak bergerak sedikitpun. Aku salah mah,aku yang salah mah!". Melody, meronta-ronta di pelukan sang ibu sampai tak sadarkan diri.
Bu Mega, melihat menantunya frustasi dengan keadaan Vino. Langsung berlarian ke kamarnya,dan menangis meraung-raung di sana.
***************
Ustadz Yahya, Ilham dan santri lainnya sudah sampai di kediaman orangtuanya Vino.
Mereka semua langsung melihat kondisi Vino, betapa terkejutnya Ilham sampai memundurkan dirinya.
"Astagfirullah!". Ucap mereka bersamaan,kini Vino semakin parah tak seperti tadi.
Ustadz Yahya, membacakan beberapa surah suci Allah SWT. Mengambil secangkir air putih, mencelupkan tangannya dan mengusap keseluruhan tubuh Vino.
"Bagaimana ustadz,anak kami?" Tanya pak Marto, langsung.
Ustadz Yahya,menghela nafas panjang dan menoleh ke arah Vino.
"Saya cuman bisa membantu sebisa mungkin,pak. Saya akan meminta beberapa santri, mengaji di dalam kamar ini dan bisa di ikuti yang lainnya. Berdoalah kepada Allah SWT, semoga nak Vino bisa kembali sedia kala. Memang benar bahwa nak Vino, di rasuki kiriman seseorang".
"Apa! Lalu, bagaimana selanjutnya ustadz? Kami mohon ustadz, lakukan apapun dan kami bersedia membayar berapapun". Ucap pak Senjaya, mendekati ustadz dan besannya.
Ustadz Yahya, tersenyum kecil dan menggeleng pelan. "Kita serahkan kepada Allah SWT,pak. Saya sebagai umat manusia biasa,cuman bisa membantu lewat doa. Yang sabar pak, kita tidak boleh gegabah dalam apapun".
Ustadz Yahya, memerintahkan beberapa santri memulai pengajiannya.
__ADS_1
"Maaf,dimana nak Melody? Tolong jangan tinggalkan nak Melody, takutnya dia adalah sasaran berikutnya". Kata ustadz Yahya, berjaga-jaga karena ilmu sihir yang di Kirimkan oleh seseorang tidak main-main.
"Baik, ustadz Yahya ". Jawab bu Sonya, bergegas menemui anaknya di kamar bersama sang buah hati.
"Astagfirullah,jangan melamun nak. Ingat Allah SWT, Istighfar jangan menyerah seperti ini". Bu Sonya, memeluk erat tubuh anaknya.
"Aku lelah mah,aku terus-terusan kepikiran mas Vino. Aku tidak tega melihatnya mah, apa lagi ibu mertuaku pasti membenci ku". Melody,terus memikirkan rumah tangganya di ujung tanduk karena kejadian ini. Kedua mertuanya tak sehangat dulu, bahkan b Mega enggan melihat apa lagi berbicara lembut seperti biasanya.
Baguslah kalau rumah tangga Melody,tak baik-baik saja. Aku puas melihat sendiri, berharap Melody tidak akan pernah bertemu dengan orang itu. Aku tidak perduli dengan Vino,jika mati sekalipun.Batin Ana, menyunggingkan senyumnya.
"Semua ini, gara-gara kamu Ana. Lihatlah,apa yang terjadi pada kita nanti. Pasti Sonya dan suaminya, tidak akan mengakui kita keluarganya. Ibu, sangat kecewa berat dengan mu". Bi Fatma, mendengus dingin ke arah anaknya.
Namun bagi Ana, tidak menyesali perbuatannya itu. Dia malah senang hati tanpa memperdulikan perasaan Melody dan keluarganya.
Bu Mega,ikut mengaji bersama santri-santri lainnya. Air matanya tak henti-hentinya mengalir deras, memikirkan anak pertamanya itu. Di sisi lainnya,ada rasa kecewa dengan menantunya.
Setelah kamu sembuh nanti,bunda akan mengurus perceraian kalian. Bunda, lebih baik kehilangan menantu di bandingkan kehilangan mu nak. Cukup sekali saja,kamu tersakiti seperti ini dan bunda tak akan membiarkannya kedua kali.Batin bu Mega, memejamkan matanya pelan-pelan.
"Rrrrggghhhhhh.... Hentikaaaan....! Aarrrghh... Rrrggghhh....!".
Deg!
Vino, meloncat dari ranjang dan berhadapan langsung dengan ustadz Yahya.
Ustadz Yahya,terus berdoa tanpa putusnya dan membulir tasbih di tangannya.
"Nak,jangan seperti ini! Ini bunda, Vino! Sadarlah nak,sadar!". Bu Mega, ingin menyentuh anaknya. Tetapi,sang suami langsung sigap menahan karena berbahaya sekali.
"Rrrggghhh....Pergiiiii....! Kalian semua, Pergiiiii...!".
Vino, menyeringai tajam dan melayangkan tangannya ingin menghantam wajah ustadz Yahya.
"Astagfirullah". Lirih ustadz Yahya,mengelus lembut dadanya. "Teruslah mengaji jangan berhenti, apapun terjadi". Perintah ustadz Yahya, kepada santrinya.
Mereka semua melanjutkan mengaji dalam keadaan takut dan waspada.
Prang!
Prang!
__ADS_1
Bingkai foto di dinding satu-persatu berjatuhan, terutama foto pernikahan Melody dan Vino.
Deg!
Melody, melihat sang suami begitu mengerikan sekali. Air matanya luruh melihat foto pernikahannya pecah berkeping-keping di lantai, hatinya sangat sakit.
"Astagfirullah,apa itu?" Ucap salah satu santri, menunjukkan jarinya sebuah bayangan mengerikan.
"Astagfirullah,Ya Allah!". pekik mereka bersamaan, melihat bayangan Vino di dinding seperti monster besar dan memiliki beberapa cabang tajam keluar dari tubuhnya.
Bi Fatma, mengundurkan langkahnya karena ketakutan melihat seringai tajam Vino.
Glek..
"Makhluk apa itu? Mengerikan sekali, apa tadi?" Bi Fatma,terus mengundurkan langkahnya.
"Rrrrggghhhhhh.... Sakiiitttt.... Rrrggghhh....Bunda,tolong Vino! Bunda, tolong bunda!" Vino, menjerit-jerit meminta pertolongan kepada sang ibu. Ketika ustadz Yahya, meletakkan tasbihnya di kepala Vino.
"Ustadz,kau menyakiti anak ku!". Bu Mega, semakin histeris melihat anaknya kesakitan.
"Astagfirullah,dia bukan nak Vino. Melainkan sesosok merasuki tubuhnya,jangan tertipu daya dengan ucapannya. Katakan siapa dirimu sebenarnya,wahai iblis!". Ustadz Yahya, mencoba bertanya kepada makhluk merasuki Vino.
Melody, memandang wajah suaminya dan mencari petunjuk di sana.
Deg!
Tatapan mata itu, sesuatu yang familiar bagi Melody.
"Hahahahha.... Hahahahha...Aku tidak tau". Jawab Makhluk itu, menyeringai tajam. "Rrrggghhh..... Tidaaaakkkk... Uhukk... Uhukk...!".
Ustadz Yahya, mengambil daun kelor di rendam dengan air sudah dibacakan surah suci Allah SWT. Berlahan-lahan daun kelor di pukul ditubuh vino,dia menjerit-jerit kesakitan.
Akhirnya Vino, memuntahkan darah segar bercampur dengan paku, ulat,dan rambut. Barulah Vino,tak sadarkan diri lagi.
Mereka semua bergidik ngeri melihat apa yang terjadi, bahkan ikut muntah tak sanggup melihat belatung menggeliat di lantai.
Bu Mega, sudah tak sadarkan diri di pangkuan sang suami. Keadaan mulai tenang ,namun Vino kembali masih seperti mayat hidup. Badannya bertambah kurus, keriput tua, tubuhnya bercampur berwarna hitam kebiruan.
Deg!
__ADS_1
Melody,tak sengaja melihat sesuatu yang familiar. Apakah sebuah petunjuk,atau membahayakan dirinya?.