AYUNAN BAYI

AYUNAN BAYI
Melawan Iblis


__ADS_3

"Riko, apa yang kau lakukan?" Tanya bu Hani, melihat anaknya ke sana-kemari mencari sesuatu.


"Aku akan menyelamatkan Melody,bu. Aku akan menebus semua kesalahan ku, mengorbankan diriku demi dia". Kata Riko, mengeluarkan sebuah cermin besar yang sudah usang.


"Maksud kamu apa, Riko?" Tanya bu Hani, sudah panik melihat anaknya memulai ritualnya.


"Katakan kepada Melody,bu. Jika aku masih mencintainya seperti dulu,jangan biarkan dia keluar dari lingkaran benang hitam ini. Suci, kau harus memegang batok kelapa tua ini. Jika makhluk iblis itu,keluar dari cermin ini. Kau harus segera mungkin melempar batok kelapa memecahkan kaca cerminnya,agar dia tidak bisa keluar demi keselamatan kalian. Aku akan mengorbankan diriku, melawan makhluk iblis. Jika aku bisa mengalahkan iblis itu,aku akan keluar dan selamat. Jika tidak,aku titip katakan bahwa aku sangat merindukannya". Riko, menoleh ke arah Melody dan mendekatinya.


Riko, mendaratkan ciuman di kening Melody yang sudah pucat seperti mayat. "Aku mencintaimu Melody,masih sama seperti dulu. Aku akan menyelamatkan mu, sudah cukup kamu mengorbankan segalanya".


 Air matanya mengalir deras, begitu menyesali perbuatannya yang sudah salah paham. Riko, masih mengingat masa-masa indah bersamanya. Dia duduk di samping Melody, memulai ritualnya dan membaca mantra-mantra.


Angin berhembus kencang, suasana semakin mencekam. Obor-obor berkobar hebat, mereka berteriak histeris tak mampu melihat apapun.


Riko, mengeluarkan pisau dan melukai tangannya. Darahnya menetes mengelilingi cermin tua tersebut,lalu dia masuk kedalam tak lupa membawa benda tombak yang runcing.


Kretekk....


Kretekk...


Riko, memandang sekeliling sebuah kandang dan banyak sekali tumpukkan jerami.


Di hadapannya sesosok makhluk iblis besar berwarna hitam, matanya memerah mulai merangkak ke arah Riko.


Krekkk...


Krekkk...


Riko, berisap-siap untuk menerkam sesosok makhluk iblis menggunakan tombak di tangannya.


 "Aaaaaaaaaa....!" Riko, berteriak berlari ke arah makhluk besar itu. Namun sayang, makhluk iblis seketika menghilang.


Riko, calingukan melihat sekeliling dan harus waspada terhadap sesosok iblis.


Bruaakkkkkkk....

__ADS_1


"Aaaarrgghh...!". Riko, meringis kesakitan dia terpental jauh.


Bruuukk....


"Aaaakkhh....!" Riko, terlempar jauh dan tubuhnya mengenai beberapa kayu.


Iblis itu, mengibaskan tangannya dan tubuh Riko terpental beberapa kali.


Tubuh Riko, sudah berlumuran darah dan terus berusaha melawan iblis yang tiada tandingannya. Tombaknya terlempar jauh,dia mengeluarkan bubuk di botol kecil.


Wuuusss....


Rrrrggghhhhhh....


Iblis itu,mengerang kesakitan dan menghilang dari pandangan Riko.


 Riko,mulai merangkak ingin keluar dari cermin. Ketika tangannya sudah keluar, tetapi iblis itu malah menarik kakinya.


Di situlah Riko, berhadapan dengan iblis dan menusuk menggunakan belati tajam yang di simpannya.


Tusukkan mengenai jantung makhluk iblis itu,dimana titik lemahnya.


Rrrrggghhhhhh....


Dia berbaring lemah di atas tumpukan jerami, matanya terpejam dan mengingat masa-masa indah bersama Melody. Air bening mengalir deras di kedua sudut matanya,dia tersenyum sumringah tanpa penyesalan sedikitpun.


Dalam sekejap cermin kaca mulai retak dan pecah. Bu Hani dan suci, berteriak keras karena Riko tak akan bisa keluar jika cerminnya pecah.


Dari awal Riko sudah mengetahuinya,jika dirinya tak akan bisa keluar yang sudah di sepakati bersama iblis. Dia mengunci dirinya di cermin,agar sang iblis tak akan keluar dan melukai Melody.


Melody, mengerjapkan bola matanya dan melihat sekeliling. Dia kebingungan apa yang terjadi, matahari mulai muncul.


Dia terkejut mendengar bu Hani dan suci menangis histeris di depan cermin yang pecah berkeping-keping.


Melody,mulai bangkit dari tempat tidurnya dan mendekati bu Hani dan suci.

__ADS_1


Deg!


"Kak Melody!". Pekik suci, langsung memeluk tubuh Melody.


"Suci,bu. Kalian ada di sini,lalu dimana Riko?" Tanya Melody, penasaran apa yang terjadi sebenarnya.


"Riko,ada di dalam cermin ini nak. Dia mengetahui semuanya, ibu tak sanggup lagi menahan rahasia ini. Dia mengorbankan dirinya,demi menyelamatkan dari ikatan iblis". Jawab bu Hani, terisak dalam tangisnya.


"Tidak! Rikooooo....!" Melody, berteriak keras dan menangis meraung-raung. "Kembalikan Riko! Riko! Jangan seperti ini, biarkan aku berkorban jangan kamu! Aku mohon kepadamu iblis, gantikan posisinya sebagai aku. Aku mohon!" Melody, memohon-mohon di depan cermin.


"Percuma nak, semuanya sudah terlambat. Riko, sangat mencintai mu dan merindukan nak. Dia titip kalung ini untukmu, ikhlaskan Riko. Ini adalah akibatnya mempercayai iblis, bersekutu dengan bangsa iblis. Riko, sudah membuat kesalahan besar yang harus menerima konsekuensinya nak" Bu Hani , memeluk tubuh Melody dan tangisnya semakin pecah.


********************


Sedangkan di tempat lain,Vino sudah kembali pulih sedia kala. Dia memeluk erat tubuh kedua orangtuanya, menangis terharu.


"Alhamdulillah,nak Melody sudah berhasil menyelamatkan mu nak. Dia kesana-kemari meminta pertolongan dan bantuan,demi menyelamatkanmu". Kata pak Marto, menyeka air matanya.


"Jangan mengingat namanya lagi,ayah. Aku tidak mau bersama Melody,dia dan keluarganya bersekutu dengan iblis. Aku tidak sudi memiliki keluarga seperti mereka". Kata Vino, membuat pak Marto terkejut mendengarnya.


Bu Mega, tersenyum sumringah mendengar ucapan anaknya. "Benar sekali nak,bunda tidak mau memiliki menantu dan besan seperti mereka. Bunda, tidak mau mengambil resiko kedua kalinya. lebih baik kamu tinggalkan wanita itu,banyak wanita lain jauh lebih baik dari Melody".


"Astagfirullah, jangan berbicara macam-macam mah. Bagaimana nasib Melody dan anakmu,Vino? Apa kamu tidak memikirkan belas kasian Melody sudah ke sana kemari mencari bantuan untuk menyembuhkan mu. Lalu, inikah balasannya?" Pak Marto,tak menyangka bahwa pikiran anaknya sama dengan istri.


"Aku sudah mengambil keputusan yang tepat,ayah. lebih baik aku menjauhkan diri, daripada menjadi orang musyrik percaya hal-hal mistis itu". Vino, memejamkan matanya berlahan.


Bu Mega, memeluk erat tubuh anaknya. "Kamu yang sabar nak, bunda setuju dengan pendapat mu. Melody,bukan istri yang baik dan lebih mempercayai hal mistis. Bunda, selalu mendukung apapun keputusan mu nak. Satu lagi, Melody sudah sewajarnya kesana-kemari meminta bantuan kepada siapapun. Sebab,dia memang salah karena keluarganya yang berbuat keji dan bersekutu dengan iblis".


"Iya,bunda" Vino,menyeka air matanya dan tersenyum manis. Maafkan aku Melody, aku harus menghancurkan pernikahan ini. Aku harap kamu bisa menemukan pria yang pantaskah untuk mu,aku tidak sanggup bertahan jauh lebih lama lagi.


******************


Pagi hari yang cerah menyinari alam semesta, Melody sudah bersiap untuk meninggalkan desa dan pulang ke kota.


Tak lupa Melody, meminta paman dan bibinya menyimpan pecahan kaca itu. Dia akan datang ke sini lagi, setelah urusannya selesai.

__ADS_1


Bu Hani dan Suci, melepaskan kepergian Melody. Mereka sudah merasa lega karena masalah telah selesai. Tapi,bagi Melody masalahnya tak kunjung selesai.


Betapa sakit hati Melody,jika sang suami tak kunjung menghubunginya. Padahal dia mendapatkan informasi dari Dina,jika suaminya sudah kembali kesedia kala. Sepanjang perjalanan pulang, Melody terus-terusan menangis kesegukan.


__ADS_2