
Melody, terkejut dengan kedatangan sang ibu yang menyusul ke luar kota.
"Sonya". Lirih bi Fatma, melirik ke arah Melody terkejut juga.Aku tidak menyangka Sonya, bakalan menyusul mereka ke sini.
"Mamah!" Ucap Melody dan Vino,secara bersamaan dan memandang ke arah bu Sonya berdiri di depan pintu.
"Cukup,mbak! Sampai kapan melakukan ritual aneh begini, musyrik mbak! Ini adalah dosa besar, Allah SWT tidak menyukai umatnya bersekutu dengan iblis". Bu Sonya, masih menatap wajah kakaknya itu."Cukup! Apa mbak lupa, kejadian beberapa tahun yang lalu. Ketika kita masih di desa ibu dan bapak, seluruh warga mengusir mbak karena melakukan ritual aneh ini. Apa untungnya mbak? Yang ada merugikan diri sendiri, bertambah dosa".
Sudah aku duga,mbak Fatma mana pernah meninggalkan ritual aneh ini. Apa tujuannya mbak,masih tidak terima kah dengan kejadian masa lalu.Batin bu Sonya, di dalam hatinya kasian kepada kakaknya ini.
"Aku memang berhenti melakukan hal ini, tetapi melihat anakku disakiti oleh seseorang. Aku sebagai ibu kandungnya,tak akan tinggal diam. Apa lagi pria itu, adalah suaminya Melody". Ucap bibi Fatma, dengan sorotan mata tajam.
"Nyatanya bibi Fatma, sudah salah sangka dengan suamiku. Seharusnya bi,kita bisa menyelesaikan secara baik-baik tanpa menghancurkan satu sama lain. Bibi Fatma, sama saja menghancurkan keluarga sendiri. Lihatlah, karena bibi tidak menyelidiki kebenarannya dan berubah menjadi kesalahan besar. Apa bibi Fatma, tidak merasa bersalah dengan kami?". Tanya Melody, mengusap wajahnya.
"Aku benar-benar kecewa kepada mu,Ana. Bertahun-tahun lamanya,aku mengubur aibmu di masa lalu. Nyatanya kamu sendiri membongkar aib itu,jangan salahkan seseorang yang berbahagia dengan pilihannya. Salahkan dirimu sendiri,kau yang memulai menyakiti diri dan berubah masalah besar". Sahut Vino, beruntung Ana seorang wanita jika pria mungkin di hajar habis-habisan.
Bibi Fatma, menangis kesegukan meratapi nasibnya sekarang yang sudah salah sangka dengan Vino. "Maafkan aku Sonya, sudah berburuk sangka dengan menantu mu. Maafkan bibi, Melody yang sudah bersalah ini. Bibi, tidak bisa berpikir panjang ketika melihat Ana keguguran dan pria itu tidak mau bertanggung jawab. Apa lagi, mengetahui suamimu yang melakukan kepada Ana tanpa belas kasian. Maka hati bibi,di gelapkan untuk menghancurkan nak Vino. Bibi, semakin sakit hati melihat Vino berbahagia dengan rumah tangganya. Tidak seperti Ana,dia masih trauma di masa lalunya". Bibi Fatma, berlutut dihadapan Melody.
"Kau puas Ana, apa yang kamu lakukan ha? Ini adalah akibatnya tidak jujur, bahkan rela membohongi ibumu sendiri. Kau puas Ana, menghancurkan keluarga kita? Inikan yang kamu inginkan, menghancurkan rumah tangga anakku!" Bu Sonya, membentak keras kepada Ana dan mencekram lengannya.
"Maafkan akan aku,aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku ingin sekali memiliki Vino, kembali dan ingin merebutnya dari Melody. Maafkan aku,aku benar-benar salah Tante". Ana, berlutut dihadapan Sonya adik kandung sang ibu.
__ADS_1
"Maaf,maaf! Kata maaf pun, tidak bisa mengembalikan apa yang terjadi.Jika aku tidak memandang mu, sebagai anak kakakku. Kemungkinan besar,aku sudah memukuli mu. Kenapa harus menantuku,Vino? Kenapa tidak kau lakukan kepada pria,yang sudah menggauli mu sampai hamil,Ana? Kenapa harus suami anakku, Melody?" Bu Sonya, membentak keras keponakannya ini.
"Mana mungkin dia melakukan hal itu,mah. Karena pria yang menggauli dirinya sampai hamil, tidak memiliki apapun sudah di usir oleh istrinya. Ana, berselingkuh dengan atasannya namun hartanya milik istrinya". Sahut Vino, menyunggingkan senyumnya. "Ana, tidak mungkin bersama seorang pria yang tidak memiliki apapun". Sambung Vino,lagi.
Glek!
Ana, menggeleng pelan dan menatap ke ibunya sudah mendekat. "Bu, ampunilah aku! Bu,ampun!".
Bibi Fatma, syok berat mendengar kenyataannya jika sang anak bermain gila dengan suami orang.
Bu Sonya, terkejut melihat kakaknya memperlakukan Ana begitu kasar. Dia tidak menyangka jika Ana,bisa berbuat sekeji itu.
Plak!
Plak!
"Anak tidak tau diri,kau sudah mencoreng nama baik ibumu! Aku sangat malu, memiliki anak seperti mu. Puas kamu sudah membuat ibumu malu,ha?" Bibi Fatma, langsung menghempaskan tubuh Ana di lantai.
"Hiks... Hiks... Ampunilah aku,bu. Aku terpaksa melakukan hal ini,karena aku tidak tau bagaimana dengan kehidupan ku yang hancur. Tante Sonya, Melody, Vino, maafkan kesalahanku ini! Ampunilah aku,aku memang bersalah" Ana,terus memohon-mohon meminta maaf kepada mereka.
"Mbak, hentikan semua ini. Hentikan aliran sesat mbak, tolong jangan ganggu keluarga anakku". Bu Sonya, memohon kepada kakaknya.
__ADS_1
"Semuanya sudah jelas,aku akan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib". Vino,tak mungkin membiarkan seseorang yang menyakiti keluarganya berkeliaran. Dia tidak memandang jika keluarga dekat atau jauh.
"Maafkan kesalahan anak bibi,Melody,Vino. Lihatlah, wajahnya rusak karena ilmu hitam kembali kepadanya. Ketika melakukan ritual itu,Ana mengorbankan dirinya. Ampunilah Ana,dia memang bersalah dan jangan laporkan dia. Bibi,cuman memiliki Ana seorang. Bibi,mohon kepadamu Vino! Jangan laporkan Ana, ke pihak berwajib". Bibi Fatma, menangkup kedua tangannya dan memohon kepada Vino.
"Vino,jangan masukkan aku. Ke dalam penjara. Aku tidak mau Vino, maafkan kesalahanku. Melody, ampunilah aku ini! Lihatlah,aku sudah mendapatkan ganjaran apa yang aku lakukan. Jangan laporkan ke polisi,aku mohon!". Ana, berlutut di kaki Melody dan air matanya mengalir deras.
Vino, memandang wajah istrinya meminta jawaban. Akan tetapi, Melody tidak tau harus menjawab apa.
"Kami tidak akan melaporkan kasus ini, tetap hentikan semuanya mbak. Jangan mengusik kehidupan rumah tangga anak dan menantu ku. Hilangkan semua gangguan makhluk halus dan ilmu hitam yang di kirimkan". Bu Sonya, langsung angkat bicara. Masalah ini,akan di selesaikan secara baik-baik.
Bibi Fatma, langsung menoleh ke arah adiknya itu. "Bukankah ayunan bayi sudah di musnahkan, berarti semuanya lenyap tidak ada gangguan apapun lagi".
"Tidak,masih saja kami di takuti dan makhluknya semakin menampakkan wujud asli. Kami keluar dari rumah pontang-panting menyelamatkan diri,melaju kencang untuk sampai di rumah bunda. Bibi Fatma,ini belum berakhir kembali seperti dulu. katakan bibi,siapa yang mengirim ilmu hitam kepada kami? Agar kami bisa menghentikannya,jangan sampai terlambat. Banyak sudah korban yang membantu kami, mengalami kecelakaan". Kata Vino, memijit kepalanya.
"Bibi, beritahu siapa orang itu. Kami yakin sekali, bibi memerintahkan seseorang kan? Katakan bi,kami mohon!". Melody, memohon kepada bibinya.
"Kami tidak tau,siapa orangnya". Sahut Ana, langsung. "Kami pernah bertemu dengan orang itu, cuman satu kali. Aku dan ibu, baru ke sana untuk mengembalikan wajahku. Nyatanya, tempat itu kosong melompong".
Deg!
Melody, langsung terduduk lemas di lantai mendengar ucapan Ana. Akankah keluarga mereka terus-terusan di ganggu makhluk halus, ataukah lebih parah lagi.
__ADS_1