
Dua jam di perjalanan akhirnya sampai di kediaman Vino,padahal jaraknya lumayan dekat memerlukan 30 menit seharusnya sampai.
Deru mesin mobil berhenti di depan rumah, Melody merasa senang dan menyambut kedatangan suami dan lainnya.
Ustadz Yahya,tak putus-putusnya membaca surah suci Allah SWT. Bulu kuduk seketika berdiri, memandang setiap ruangan rumah Vino. Tangannya terus menggulir butiran tasbih.
Semenjak kedatangan ustadz Yahya,anak Melody dan Vino tak menangis lagi perasaan mulai tenang.
Ustadz Yahya, memasuki setiap ruangan di rumah sampai ke halaman belakang. Matanya tertuju pada sebuah ruangan,dimana benda-benda tak terpakai di sana.
"Nak Vino, bisakah di buka ruangan ini?" Tanya pak ustadz, bergegas bi Darna membukakan pintu ruangan tersebut.
Hawa dingin semakin mencekam, ustadz Yahya merasa dadanya sesak dan terus berdoa tanpa putusnya.
"Bisakah kardus ini di bawa keluar,lalu di buka?". Pinta ustadz Yahya, langsung di angguki Vino dan membukanya langsung.
"Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah!" Beberapa kali, ustadz Yahya beristighfar dan membuang muka ke arah lain.
Sontak membuat yang lain kebingungan, sekaligus penasaran jadinya. Apa yang di maksud ustadz Yahya,yang mereka tidak mengetahuinya. Anehnya lagi, ustadz Yahya menutup hidungnya dengan sorban yang melingkar di lehernya.
"Ustadz Yahya,apa yang terjadi?". Tanya Vino, penasaran termasuk yang lainya.
"Petunjuk ada di ayunan bayi ini, dimana kalian membelinya?". Tanya ustadz Yahya, cuman dia bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ayunan bayi, terlihat bagus dan mahal. Namun sayang,di mata ustadz Yahya berlumuran darah dan berbau busuk bahkan belatung di sana.
__ADS_1
"Dari kado untuk anak saya ustadz,tapi tidak tau siapa yang memberinya". Jawab Melody, langsung. "Mas, bukankah kamu ada memberitahu ku kemarin. Kalau temanmu ada mengirimkan hadiah,tapi lupa namanya. Coba kamu tanyakan, apakah dia mengirim ayunan bayi ini?". Melody, langsung menyuruh suaminya itu.
"Baik,akan aku hubungi sekarang juga". Vino, langsung merogoh kantong celana dan mengambil ponselnya.
"Ayunan bayi ini,bukan ayunan bayi biasa. Kita harus memusnahkannya, jauhkan anak kalian dari ayunan ini. Nak Melody, apakah dulu pernah menyakiti perasaan seseorang?"Tanya ustadz Yahya, dengan tatapan sulit di artikan.
Melody, sontak terkejut mendengarnya dan gugup sudah. "Memangnya kenapa, ustadz Yahya?".
"Sebenernya nak,ada seseorang yang syirik dengan keluarga kalian. Seseorang sengaja mengirimkan ilmu hitam, untuk membalas dendam penyakit hati. Penyakit hati resikonya besar,dia bisa melakukan apapun termasuk bersekutu dengan iblis". Ustadz Yahya, menjelaskan lagi.
Melody, merasakan kakinya lemas tak sanggup menopang berat tubuhnya. "Dulu, kejadian 5 tahun yang lalu ustadz. Saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang pria,tapi hubungan kami tidak di restu papah karena beda kasta. Lalu, papah meminta hubungan kami berakhir. Sebenarnya,kisah cinta kami sungguh singkat. Waktu itu,saya dan orangtua berlibur ke desa nenek di sana. Entah kenapa,saya jatuh cinta dengan pria pengembala sapi dan hubungan kami di ketahui anak buah kakek yang berkuasa di desa itu". Jawab Melody, menceritakan masa lalunya.
Vino, terdiam membisu mendengar cerita sang istri yang belum di ketahui nya. Namun baginya,masa lalu biarlah berlalu dan tak perlu mengungkit kembali.
Ustadz Yahya, memandang Vino yang sedari tadi diam. "Bagaimana nak Vino, sudah dapat siapa memberikan ayunan bayi ini?".
Melody dan suaminya, segera menghubungi semua kontak di ponselnya dan mencari tau siapa sebenarnya yang memberikan ayunan bayi ini. Namun sayang, tidak ada yang menjawabnya.
Ustadz Yahya, langsung memerintahkan kepada santri untuk menyirami ayunan bayi menggunakan air sudah dibaca surah suci Allah SWT.
Bagaimana tidak terkejut, ayunan bayi seketika terbakar langsung. Mereka semua mendengar jeritan kesakitan, meraung-raung meminta pertolongan.
Mereka yang menyaksikan langsung, begitu terkejut dan takut melihatnya. Bi Darna dan Dina, saling berpegangan satu sama lain.
Melody, memeluk gendongan anaknya dan mendekati sang suami. Vino, memeluk erat tubuh sang istri yang ketakutan.
__ADS_1
"Alhamdulillah,cuman ini yang bisa saya lakukan. Semoga keluarga nak Vino dan Melody, tidak di ganggu oleh kiriman ilmu hitam lagi. Saya cuman menyarankan saja, berdoa kepada Allah SWT dan memperkuat keteguhan iman kepada maha kuasa". Ustadz Yahya, tersenyum dan memberikan gelang untuk sang buah hati Vino dan Melody.
"Ustadz Yahya,apa mungkin seseorang akan mengirim ilmu hitam itu kembali. Pasti dia bakalan marah besar,karena gagal menghancurkan keluarga kami". Kata Melody,dia masih ketakutan sekali.
Ustadz Yahya,menghela nafas panjang dan melihat sekeliling kediaman Vino. "Jika terjadi sesuatu, insyaallah kita akan mendapatkan petunjuk untuk menghentikan semuanya.Nak Melody,jangan berkecil hati karena Allah SWT selalu melindungi umatnya".
"Terimakasih,atas bantuannya ustadz. Kami sangat berhutang budi kepada ustadz,tanpa ustadz bagaimana nasib kami?". Ucap Melody, terisak-isak dalam tangisannya.
Bi Darna dan Dina, terharu apa yang terjadi dan merasa lega karena sudah berhasil mengusir makhluk halus itu.
Mereka melepaskan kepergian ustadz Yahya, bersama santri dan teman kantornya Ilham.
Ustadz Yahya, menolak bayaran mahal dari Vino. Sebab ustadz Yahya,cuman menjalankan kewajiban sebagai umat Islam saling membantu.
Seseorang di tempat lain, seseorang tengah menjerit-jerit kesakitan karena ilmu hitamnya kembali kepadanya sendiri. "Aaarghhh...Aku tidak akan tinggal diam,akan aku balas apa yang kalian lakukan. Jangan harap keluarga kecil kalian berbahagia di atas sakit hatiku,akan aku rebut orang yang kalian cintai. Bagaimana rasanya jika kehilangan seseorang, yang kalian cintai?".
Seseorang tersebut komat-kamit mengeluarkan mantra, beberapa bubuk di lemparkan ke perapian tak lupa mempersembahkan ari-ari bayi yang di bukanya dari kain kafan. "Wahai para iblis aku memberikan tumbal untuk mu,aku ingin bersekutu dengan mu wahai iblis! Aku memanggilmu mu,iblis! Balaskan dendam ku kepada seseorang,aku ingin mereka merasakan bagaimana kehilangan seseorang. Aku memanggilmu mu,iblis! Hahahaha.. Hahahah..!". Dia tertawa terbahak-bahak, matanya melotot memerah dan menyeringai tajam. "Akan aku habisi siapa yang berani menghalangi ku,atau membantu mereka. Hahahaha..Kau akan datang kepadaku, bermohon-mohon untuk menolong mu. Hahahaha.. Hahahah...!".
******************
Malam semakin larut, keadaan mulai tenang tak seperti biasanya. Mereka makan bersama-sama, di meja makan hening tak ada yang berbicara.
"Alhamdulillah, semuanya sudah selesai. Semoga saja, tidak ada kejadian aneh lagi". Kata bi Darna, menoleh ke arah Vino.
"Iya,bi. Ini sungguh tak menyangka bahwa keluarga kami, mendapatkan kiriman ilmu hitam dari seseorang. Ini semua gara-gara seseorang sakit hati,lalu berniat untuk membalasnya". Kata Vino, mendapatkan tatapan dari Melody.
__ADS_1
"Mas, apa kamu pernah menyakiti perasaan orang lain di masa lalu? Kata ustadz Yahya,ini di sebabkan karena penyakit hati". Melody, menggenggam jemari tangan suaminya.
Vino, menatap wajah istrinya dan bingung mulai dari mana dia bercerita. Dia sangat takut sekali,jika sang istri marah besar terhadapnya. Apakah Vino, mengakui tentang masa lalunya itu?.