AYUNAN BAYI

AYUNAN BAYI
Mencari Tahu


__ADS_3

 Tiba di rumah orangtuanya Vino, mereka bergegas masuk kedalam.


Kedua orangtuanya Vino,tengah kebingungan melihat mereka panik masuk kedalam rumah. Keadaan mereka sungguh memperihatinkan tak seperti biasanya.


Bu Mega, langsung mengambil alih sang cucu dari gendongan Melody. "Biar bunda menggendongnya Mel, tenang kan dirimu dulu".


Akhirnya sang buah hati,tak menangis lagi dan mulai tenang. "Cup...Cup...Sayang cucu nenek,bobo yah!". Bu Mega, tersenyum melihat sang cucu mulai tertidur pulas.


Pak Marto, terus-menerus mencoba menenangkan pikiran anaknya yang masih panik dan ketakutan. "Istighfar nak, nyebut nama Allah SWT. Tenangkan pikiran mu, pelan-pelan bernafasnya".


"Kalian kenapa,nak? Apa yang terjadi, ceritakan semuanya kepada bunda?". Bu Mega, memeluk menantu kesayangannya. Ya Allah,apa yang menimpa anak dan menantu ki ini? Lindungilah mereka,ya Allah.


Vino, sudah mulai tenang dan meneguk segelas air putih. Dia mulai bercerita apa yang terjadi, buliran keringat membasahi wajahnya.


Bi Darna dan Dina,masih dalam keadaan ketakutan. Mereka terdiam membisu, mendengar cerita Vino.


Orangtuanya Vino, awalnya memang tidak percaya dengan makhluk halus dan seseorang mengirim ilmu hitam.


"Insyaallah, semuanya benar ayah. Kami sudah meminta bantuan kepada ustadz Yahya,beliau mendapat petunjuk sebuah ayunan yang sudah di musnahkan. Tetap,ketika ustadz Yahya pulang dari rumah kami dan beliau mendapatkan musibah. Vino, sangat yakin sekali bahwa seseorang yang mengirim ilmu hitam tak akan pernah berhenti begitu saja. Sampai keluarga kecil kami,akan sehancur-hancurnya ayah". Kata Vino,mengusap wajahnya dengan kasar.


"Lantas,apa tujuan melakukan hal itu? Apakah ada seseorang yang iri denganmu nak, maksudnya orang terdekat mu di pekerjaan". Pak Marto,cuman menebak saja.


Vino, menggeleng pelan karena merasa tidak memiliki masalah dengan siapapun. Jabatan naik menjadi wakil direktur, itupun hasil dari promosi mereka karena kinerjanya sangat bagus dan profesional.


 "Iska, coba kamu hubungi orangtuanya kakak ipar mu. Biar mereka tau,apa yang terjadi sebenarnya". Pinta bi Mega,kepada anak perempuannya.


"Iya,bunda". Jawab Iska, langsung. Huuu...Jadi seram deh,kasian kak Vino dan kak Melody.

__ADS_1


"Bund,aku takut sekali jika orang itu mencelakai anak kami. Aku tidak mau Nalendra, kenapa-kenapa bund". Melody, memeluk erat tubuh ibu mertuanya.


"Sayangnya bunda, berdoalah kepada Allah SWT dan meminta perlindungan. Semoga saja,buah hati kalian tidak kenapa-kenapa nak". Bu Mega,tak kuasa menahan air matanya.


"Ini tidak bisa di biarkan, kita harus mencari informasi seseorang itu". Pak Marto, geram sudah mengusik kehidupan anak dan menantunya."Kalian istirahat dulu,besok kita bahas lagi".


"Melody,biar Nalend sama bunda. Kalian harus istirahat sayang,jangan berpikir aneh-aneh tentang masalah ini. Untuk semangat waktu,kalian tinggal di sini sampai masalah selesai. Besok paginya,bunda akan meminta seseorang mengambil keperluan kalian". Ucap Bu Mega, menatap mereka silih berganti.


Bi Darna dan Dina, mengikuti langkah kaki pelayan di rumah orangtuanya Vino.


Vino,membawa istrinya masuk kedalam kamarnya dulu. Biarkanlah sang buah hati, bersama neneknya malam ini.


 Melody, merebahkan tubuhnya di samping sang suami. Keadaan mulai tenang, tidak seperti tadi. Namun, dirinya gelisah gusar karena memikirkan sesuatu.


Apa ada terkaitnya dengan masa lalu ku dulu,jika benar sekali. Kemana aku mencarinya,lalu harus berbuat apa? Batin Melody, meremas selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Mas,kamu sudah tidur?" Tanya Melody, membalikkan badannya.


"Mas,aku takut sekali". Lirihnya Melody, memeluk erat tubuh suaminya itu.


"Insyaallah,kita baik-baik saja sayang. Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, meminta perlindungan dan petunjuk". Vino, menatap wajah istrinya dan tersenyum.


Melody, merasakan kehangatan dalam dekapan sang suami.


****************


 Pagi-pagi sekali Melody, sudah siap untuk berangkat ke luar kota.

__ADS_1


"Aku harus mencari tau, mas. Pasti ada terkaitnya dengan bibi Fatma,aku segera ke sana". Ucap Melody, menoleh ke arah suaminya duduk di tepi ranjang.


Setelah Melody, mendengar cerita sang suami. Dia yakin sekali, pasti bibinya yang mengirim ilmu hitam kepada keluarga kecilnya. Bukti-bukti kecurigaannya tertuju pada sang bibi, firasatnya sudah bulat.


"Tapi, kita tidak bisa menuduh bibi Fatma yang melakukannya. Sedangkan kita tidak memiliki bukti apapun,jangan melakukan kesalahan sayang. Apa kamu lupa,bibi Fatma orangnya seperti apa". Vino,mengacak rambutnya karena bingung harus berbuat apa.


"Terus,kita cuman diam? Tidak melakukan apapun, tidak menyelidiki siapa yang sudah mengirim ilmu hitam kepada kita? Begitu katamu mas,jangan harap aku tinggal diam. Akan aku lakukan mas,demi kebaikan keluarga kecil. Aku tidak tenang terus-terusan diam tak tau arah tujuan seperti ini,mas. Lama-kelamaan aku bisa gila, terserah aku mau berbuat apa-apa. Aku sudah menyimpulkan hasilnya,bibi Fatma pasti ada terkaitnya termasuk masa lalu dengan Ana". Melody, menunjukkan jarinya tepat di depan sang suami.


"Jangan menyalahkan ku, Melody. Bahkan kamu juga memiliki masa lalu,bukan?". Vino,mencekal lengan istrinya. "Aku akan ikut bersamamu, Mel. Aku tidak akan membiarkan mu pergi dalam bahaya,aku tidak mau kenapa-kenapa dengan mu". Vino, menangkup wajah sang istri.


"Kalau kamu ikut,lalu bagaimana dengan pekerjaan mu mas?". Melody, terharu dengan perkataan suaminya.


"Aku tidak perduli dengan pekerjaan sayang,yang aku khawatirkan adalah dirimu demi buah hati kita". Vino, meletakkan tangan sang istri di pipinya.


Melody, langsung memeluk erat tubuh sang suami dan cukup lama berpelukan di dalam kamar.


Mereka berdua pamit pergi ke luar kota, beruntung bu Mega dan suaminya mengizinkan mereka pergi demi kebaikan bersama.


Berharap masalah mereka bisa secepatnya selesai dan terungkap siapa pelaku sebenarnya.


Mendengar kepergian Melody,bu Sonya dan sang suami bergegas pergi kediaman besannya.


"Mas,kenapa kamu tidak cerita jika kamu dulu pernah menjalin hubungan dengan Ana? Pantesan saja,bibi Fatma tak seperti dulu dan seringkali marah-marah kepada ku. Ternyata bibi Fatma,marah karena menikah dengan mantan kekasih Ana. Masalahnya sih,kenapa bibi Fatma tidak cerita kepadaku?". Melody, menyunggingkan senyumnya.


Vino,melirik ke arah sang istri dan membelai rambutnya. "Maafkan aku sayang,karena aku kau dan bibimu tak sehangat dulu. Seharusnya,ini tidak salahku sepenuhnya Mel. Aku tidak menyangka jika Ana,anak bibimu. Sungguh aku terkejut ketika mengetahui keberadaannya, berharap Ana tidak menceritakan apapun kepada ibunya. Sepertinya bibi Fatma, mengetahui semuanya dari cerita Ana".


"Tapi,jika bibi Fatma mengetahui segalanya apa yang terjadi di masa lalu kalian. Beliau tidak berubah sifatnya kepadaku, seharusnya tetap sama seperti dulu. Apa jangan-jangan Ana, menyalahkan mu dan tidak mau dirinya salah mata bibi?". Tebak Melody, seketika Vino menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Ciiittt....


Deg!


__ADS_2