AYUNAN BAYI

AYUNAN BAYI
Kabar Duka


__ADS_3

 "Sebenarnya,mamah merasa tidak nyaman tinggal di sini nak. Apa lagi,ibu mertua mu tidak seperti dulu dan sekarang berubah menurut mamah. Pengen mamah,bawa Nalendra pulang kerumah mamah. Tapi,gak nyaman meninggalkan suamimu di sini". Kata bu Sonya, dirinya serba salah harus berbuat apa. Maafkan mamah, memiliki kakak suka sekali dengan mistis dan aneh. Kau tau nak, inilah yang mamah takutkan dulu dan terjadi juga.


"Gak perlu memikirkan anakku Vino,dia adalah anakku tanpa bu Sonya tidak masalah. Aku akan menjaga Vino, pergilah dan bawa cucumu itu. Aku tidak sudi memiliki besan,bisa bersekutu dengan iblis". Sahut bu Mega, rupanya mendengar percakapan besan dan menantunya itu. Ck, tanpa kalian jauh lebih baik untuk keluarga ku. Vino,mana mau memiliki keluarga aneh seperti kalian.


"Bunda,kami juga tidak mau semua ini terjadi kepada mas Vino. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, mencari petunjuk dan meminta bantuan kepada siapapun. Bahkan aku rela meninggalkan anakku dan suamiku,bund". Melody, hatinya sakit sekali mendengar ucapan ibu mertuanya. Ya Allah,kenapa bunda begitu tega kepada kami? Bahkan bunda, tidak memikirkan perasaan ku saat ini.


"Ck,aku benar-benar kecewa kepada mu Melody. Gara-gara kamu menikah dengan Vino, sekarang dia seperti itu. Pergilah kalian dari rumah ini,jika tidak sudi menjaga anakku". Bu Mega, menunjukkan jarinya ke arah pintu luar. Aku sangat menyesal memiliki menantu seperti mu, keluarga aneh bersekutu dengan iblis.


"Jeng,bukan maksudku tidak mau menjaga Vino. Tetapi,aku sibuk menjaga cucu kita. Lagipula nak Vino,banyak yang menjaganya. Kata ustadz Yahya, meminta agar Nalendra menjauh dari ayahnya sementara". Bu Sonya, terkejut mendengar besannya begitu kasar. Ya Allah,kenapa bu Mega jadi salah paham dan menyalahkan anakku? Seharusnya, beliau menyemangati Melody yang sudah berusaha menyembuhkan suaminya dan tidak diam saja.


"Mah,jangan seperti ini. Tidak baik membuat masalah,ingat bu Sonya adalah besan kita. Mamah,sama saja membuat masalah baru". Pak Marto, mencoba menenangkan hati sang istri.


"Diam,kamu mas! Semua ini, gara-gara mereka yang bisa bersekutu dengan iblis. Aku yakin sekali, Vino tak akan mau menjadikan mu sebagai istrinya". Bentak bu Mega, langsung meninggalkan mereka di ruang tamu.


Melody, menangis kesegukan meratapi rumah tangganya nanti.


Bu Sonya, menggeleng pelan dan kasian kepada anaknya. "Kamu yang sabar nak,pak Marto kami pamit pulang dulu. Ini adalah perintah dari ustadz Yahya,segera mungkin menjauhkan anak dan ayahnya".


"Baiklah,maaf atas sikap istri ku. Semoga saja, Vino kembali seperti semula dan semuanya baik-baik saja. Maafkan bundamu nak,ayah mempercayai bahwa kamu bisa menyembuhkan Vino". Pak Marto, mengelus lembut pucuk kepala menantunya itu.

__ADS_1


"Makasih,titip mas Vino ayah. Maaf, aku harus pergi demi kebaikan kita". Melody,menyeka air matanya dan membawa ibunya meninggal kediaman orangtuanya Vino.


Pak Marto, bergegas menemui istrinya yang menunggu Vino di dalam kamar.


"Mah,kamu ngomong apa sih? Apa kamu berniat menghancurkan rumah tangga anak dan mantu kita?" Pak Marto,tak habis pikir dengan sikap istrinya.


"Kamu mikir mas? Mereka sudah melakukan tak wajar kepada anak kita,aku tidak mau terulang kembali. Aku tidak mau kehilangan anakku,Vino. Aku tidak perduli dengan Melody, bahkan anak mereka sekalipun. Hatiku benar-benar kecewa dengan Melody, bahkan keluarga mereka juga". Bentak bu Mega, menatap tajam ke arah suaminya.


"Mah, seharusnya sadar bahwa Melody dan ayahnya berjuang ke sana kemari untuk menyembuhkan anak kita. Lihatlah, Melody sudah melakukan hal yang baik kepada suaminya. Tenangkan pikiran mu mah, jangan mengambil keputusan sendiri". Pak Marto, mengelus lembut punggung istrinya.


"Mereka yang sudah bersalah terhadap anak kita, wajar mereka ke sana-kemari menyembuhkan Vino. Jangan pernah menyuruhku untuk berubah pikiran,jangan sampai mas akan kehilangan semuanya. Ingat mas,kamu itu siapa?" Bu Mega, langsung mengancam suaminya itu. "Lebih baik kamu tutup mulut mas, menurut perkataan ku".


"Buka mata hati mu,mas. Kau ingin membela Melody dan keluarganya, tetapi akan kehilangan anak dan keluarga mu. Aku tidak mau mengambil resiko, terlalu banyak lagi". Bu Mega, mengepalkan kedua tangannya."Beruntung kita tidak melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib,biar keluarga Melody masuk penjara".


 Bi Darna dan Dina,merasa kasian kepada Melody dan keluarganya.


"Bi, bagaimana ini? Aku kasian kepada non Melody, tidak tau apa-apa malah mendapat masalah sebesar ini". Kata Dina, menoleh ke arah bibinya.


"Bibi, bakalan kehilangan non Melody yang baik kepada kita. Tapi,mau bagaimana lagi Din? Kita tidak boleh ikut campur urusan mereka,semoga nak Vino tidak mau menuruti perkataan bundanya". Bi Darna, terkejut mendengar keputusan bu Mega ingin memisahkan anak dan mantunya.

__ADS_1


"Hmmmm...Sedih sekali bi,kita akan kehilangan non Melody yang baik. Maafkan kami non, tidak bisa berbuat apa-apa". Dina, tertunduk sedih.


"Tapi,apa yang di katakan bu Mega ada benarnya Din. Takut nak Vino,terulang lagi seperti ini. Pasti Melody, sangat terpukul atas hancur rumah tangganya. Berharap nak Vino,bisa mempertahankan rumah tangga dan terus bersama dengan non Melody. Di sisi lain,bibi tidak yakin dengan pikiran Vino untuk memilih non Melody". Bi Darna,tau sifat Vino yang tak menyukai hal mistis atau semacamnya.


 "Masa bi, kenapa pak Vino berpikir seperti itu? Apakah dia tidak memikirkan perasaan non Melody, bagaimana perjuangan saat ini? Lihatlah, kelurga non Melody terus melakukan yang terbaik. Bahkan ayahnya non Melody, mencari informasi yang bisa melakukan ini. Kalau pak Vino,malah menceraikan istrinya sama saja tidak punya hati". Dina,merasa kesal jadinya.


"Hussssttttt... Pelanku suaramu Dina,jangan sampai ada yang mendengar ucapan mu. Mau di usir dari sini,ha? Tanpa keluarga nak Vino,kita tidak memiliki tempat tinggal dan uang untuk membeli apapun yang kita mau". Bi Darna, mencoba menyadarkan Dina untuk tau diri mereka apa sekarang.


Dina, tertunduk sedih dan meninggalkan bibinya. "Ya Allah,jangan pisahkan pak Vino dan non Melody. Semoga saja, rumah tangga mereka baik-baik dan seperti dulu lagi". Gumamnya pelan,air matanya menetes segera mungkin di hapus.


Bi Darna, menyeka air matanya dan terus berdoa atas kesembuhan Vino. Mendekati Vino,masih keadaan berbaring lemah dan tubuhnya masih keriput. Menoleh ke arah bu Mega, sedari tadi mengelus-elus tangan anaknya dan menangis.


***************


"Halo...Apa! Papah, tidak mungkin? Tidak! Tidaaaakkkk....!". Melody, berteriak keras dan ponselnya jatuh ke lantai.


Bu Sonya, melonjak terkejut mendengar teriakkan anaknya dan bergegas ke luar kamar. "Astagfirullah,apa yang terjadi lagi Ya Allah?".


Deg!

__ADS_1


Melody, sudah menangis meraung-raung di lantai membuat sang ibu kebingungan karena ada apa. Bu Sonya, yakin sekali bahwa terjadi sesuatu.


__ADS_2