AYUNAN BAYI

AYUNAN BAYI
Mulai Menerima Keadaan


__ADS_3

Perceraian Melody dan Vino sudah tersebar luas. Ada yang tidak menyangka mereka berpisah,ada juga yang merasa senang karena merebutkan Vino.


Vino,memang rebutan oleh kaum wanita dan banyak ingin menjadi istrinya.


Melody,memandang lekat akta perceraian mereka. Sekarang bukan mimpi rumah tangganya hancur, melainkan sebuah kenyataan.


Dengan lapang dada Melody, mencoba ikhlas dan fokus dengan buah hatinya.


"Aku ingin kembali bekerja pah,mah" Ucap Melody, meminta izin kepada orangtuanya.


Kedua orangtuanya saling menoleh, mereka tidak tidak berhak mengatur kehidupan anaknya.


"Kami sebagai orangtuamu,cuman bisa mengikuti mana yang membuat mu bahagia nak. Tapi,mau bekerja apa dulu?" Tanya pak Senjaya, kepada anaknya.


Sudah dua bulan ini, Melody meratapi nasibnya sendiri dan diam di rumah tanpa keluar. Dia tak mau semakin terpuruk terus-terusan, sudah waktunya memulai kehidupan baru.


 "Mamah,akan mencarikan baby sitter untuk anakmu. Minimal bekerja jangan sampai malam hari nak,kasian anakmu masih kecil" Bu Sonya, menggenggam erat jemari tangan anaknya. Baguslah, kalau Melody mulai membuka lembaran baru dan tidak larut dalam kesedihannya.


"Sama seperti dulu, bekerja di perusahaan kecantikan. Di sana kerjanya tidak terlalu berat, masih banyak waktu bersama anakku. Aku sudah menginformasikan tentang ini,kepada bosku dulu. Untungnya jabatan sebagai manager,belum di gantikan posisinya. Sekarang aku yang menepati posisi itu, doakan saja mah" Melody, tersenyum manis dan melirik ke arah ayahnya.


"Baguslah, kalau kamu mendapatkan pekerjaan yang posisinya bagus. Papah, sangat senang mendengarnya nak. Melody,jangan memikirkan mantan suami mu itu. Pikiran saja, kehidupan mu dan anak" Pak Senjaya, menasehati anak semata wayangnya itu.


"Iya, makasih nasehatnya pah.Aku terus semangat melakukan apapun, demi anakku dan jangan sampai kekurangan kasih sayang" Melody, mengulum senyumnya dan melanjutkan sarapan pagi.


 **************


Siang harinya, Melody kedatangan sahabat dan tim kerjanya nanti.

__ADS_1


"Sumpah,Mel! Aku syok berat loh, mengetahui perpisahan mu dan Vino. Mana anak kalian masih kecil,baru berusia beberapa bulan. Apa vino, tidak memiliki perasaan sedikit pun kepada mu dan buah hatinya"Hira, menggeleng kepalanya.


"Mau bagaimana lagi,jodoh kami sampai di situ saja. Mau di paksakan malah sakit,dia sudah tidak mau bersama ku dan anak kami. Aku harap yah, dia mendapatkan wanita idamannya. Mungkin saja,aku bukan wanita idamannya selama ini" Melody,menyeka air matanya.


Hira, memeluk tubuh sahabatnya dan membiarkan menangis. "Aku tidak terima Mel,atas perilaku Vino kepadamu. Apa dia tidak punya perasaan,padahal tidak sepenuhnya kamu yang salah. Keterlaluan sekali, sia-sia kamu berjuang menyelamatkan nyawanya. Setelah di selamatkan,malah meninggalkan mu Mel. Kalau aku tau, tidak akan membiarkan mu kesana-kemari meminta bantuan demi dia"Hira,geram terhadap mantan suami sahabatnya.


Hira, sahabat terdekat Melody sejak sekolah SMP sampai sekarang.


"Sudahlah,aku harus berjanji untuk bangkit kembali dan menjalani kehidupan baru. Demi anakku tersayang,akan aku buktikan jika aku bisa tanpa dia. Aku harap yah,dia tidak menyesali keputusannya sendiri" Melody, menghapus air matanya dan tersenyum manis.


"Mel,kamu adalah wanita kuat dan sanggup melewati masalah ini. Suatu hari nanti, pasti kamu mendapatkan kebahagiaan luar biasa"Hira, mencoba menyenangkan hati sahabatnya.


"Ammmiin... Makasih Hira,aku tersentuh mendengar ucapan mu" kekehnya Melody, mencolek pinggang sahabatnya.


"Jadi,lusa kamu masuk kerja. Terus, anakmu bagaimana?" Tanya Hira,karena tidak ada baby sitter di rumah ini.


 Mereka berdua menikmati makan siang, sambil bercerita banyak hal.


Melody, mulai tertawa lepas mendengar cerita Hira yang lucu. Hira, masih jomblo karena takut patah hati lagi.


Sepertinya Melody, menikmati sendiri untuk sementara.Tak sanggup rasanya mengenal cinta,apa lagi menikah cepat.


*************


Semenjak Vino, bercerai dengan Melody. Ilham,mulai menjauhkan diri karena kecewa atas sikap sahabatnya itu.


Vino,merasa sesuatu yang hilang karena sikap Ilham cuek dan dingin.

__ADS_1


Setiap hari,Vino menegur Ilham ketika datang ke kantor. Ilham, cuman mengangguk kepala dan melongos melewatinya.


"Mau kemana Ilham,kaya buru-buru pulang?" Tanya Vino,kepada Randa yang baru saja berbicara dengan Ilham.


"Katanya sih,mau ketempat Melody sama ustadz Yahya. Ada acara selamatan di sana, ustadz Yahya di undang dan membaca doa-doa juga" Jawab Randa, menepuk pundak Vino.


Vino, terperangah mendengar ucapan Randa. Ada perasaan aneh di hatinya, kenapa tiba-tiba tidak suka Ilham pergi ke rumah mantan istrinya.


Randa, tersenyum kecil melihat Vino yang diam saja. Makanya Vin,kalau masih sayang jangan tinggalkan istri. Kasian sekali Melody, memiliki seorang suami pengecut. Coba saja, Melody adalah istri ku akan ku jaga selama-lamanya. Mana ada wanita seperti itu, mau-maunya kesana-kemari dan berkorban demi sang suami. Tetapi,sang suami sifatnya kaya Fir'aun saja.Batinnya,melirik ke arah Vino yang menghela nafas panjang.


 "Ck,percuma saja merek mengadakan acara apapun. Tetapi, keluarganya bersekutu dengan iblis dan masih terjerat ilmu hitam" Vino, menyunggingkan senyumnya.


"Astagfirullah! Yang melakukan hal itu,bibinya Melody. Sedangkan Melody, maupun kedua orangtuanya tidak kan? Jaga ucapanmu Vin, jangan sampai kamu kualat pada akhirnya nanti. Seharusnya yah,kamu pertahankan Melody karena tidak ada wanita seperti dia. Rela berkorban demi dirimu, kesana-kemari meminta pertolongan dan tidak memperdulikan dirinya sendiri. Aku harap sih,jangan menyesali perbuatanmu dan aku senang jika Ilham mendekati Melody" Randa, tersenyum kecil dan meninggalkan Vino marah padam.


Hatinya semakin panas mendengar ucapan, Randa. "Ck, menyebalkan sekali"Gumamnya pelan,menuju ke parkiran mobil untuk pulang.


Sesampai di rumah orangtuanya,Vino duduk di sofa sambil memijit pelipisnya. Bu Mega,mulai mendekati sang anak karena ada sesuatu yang di bicarakan.


"Vino,bunda mau memperkenalkan seorang wanita cantik untuk mu. Dia seorang dokter muda, bunda sudah menceritakan tentang mu. Dia sangat penasaran sekali,mau ketemu kamu juga. Sudah waktunya Vin,kamu membuka lembaran baru dan menikah" Bu Mega, mengelus lembut lengan anaknya.


Vino, mengerutkan dahinya mendengar ucapan sang bunda. "Aku tidak mau menikah secepatnya bund,apa lupa aku baru saja bercerai. Tidak,aku tidak mau menikah dalam waktu dekat".


"Astaga! Bunda,mau kalian saling dekat saja. Besok bunda,akan mengatur pertemuan kalian. Mau yah,demi kebaikan mu loh" Bu Mega, membujuk anaknya lagi.


Apa aku mau saja yah, untuk menyakiti hati Melody. "Oke,aku mau bunda. Sudahlah,aku ingin membersihkan diri dulu"


Vino, melenggang pergi meninggalkan sang bunda di ruang tamu. Dia masuk kedalam kamar, meletakkan tas kerjanya dan mengambil handuk.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, dia selesai acara mandinya. Ponselnya bergetar ada pesan masuk,ada sebuah pesan masuk dari Randa. Jantungnya berdegup kencang ketika melihat sebuah gambar.


__ADS_2