
Malam hari,dimana waktunya telah tiba. Bulan purnama sudah muncul, Melody sudah yakin dengan pilihannya. Wajahnya pucat pias sudah banyak mengeluarkan darah,ini adalah detik-detik terakhir hidupnya. Dia memandang langit disinari bulan yang indah, hembusan angin terasa di kulitnya.
Riko, menyiapkan segalanya untuk persembahan perjanjian dengan iblis. Dia tak sabar untuk menyembah tubuh Melody, sesuai kesepakatan dengan Iblis.
Melody, berbaring di atas batu besar dan siramkan air bercampur berbagai bunga-bunga. Obor berkobar-kobar terkena hembusan angin semakin kencang,hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh Melody.
Terakhir Riko, memotong leher ayam berwarna hitam dan darahnya di siram ke tubuh Melody.
Sedari tadi tubuh Melody, sudah kaku tak bisa di gerakan lagi. Yang bisa dia lakukan adalah menangis dan menangis. Air bercucuran dari atas batu, bercampur dengan darahnya karena terluka tadi.
Riko,mulai menggerakkan tongkatnya ke atas dan berbunyi aneh. Sekarang dia , berpenampilan aneh dan mengenakan topeng menyeramkan.
Tak segan-segan dia meminum darah ayam tadi,lalu mengeluarkan mantra dan menyembah memohon kepada iblis.
"Rrrggghhh....!". Melody, merasakan seluruh tubuhnya sakit sekali. Asap hitam mondar-mandir di atas tubuh Melody,dia bersiap merasuki tubuhnya menggantikan posisi Vino.
"Aaaaaaaaaaaaa....!" Teriak Melody,dia merasakan tenggorokan seperti tercekik dan matanya melotot sempurna. Maafkan mamah, demi ayahmu nak.Mas Vino, terimakasih atas cintamu selama ini. Aku harap kamu mencintai anak kita,jangan membenci dirinya karena tidak bersalah dan tidak tau apa-apa. Mamah,papah, terimakasih atas semuanya selalu mendukung apapun keputusan ku.
Angin berhembus kencang, bahkan petir menggelegar seisi alam. Awalnya langit berwarna cerah,kini berubah menjadi gelap gulita bintang-bintang tidak ada lagi.
Sedangkan di perjalanan menuju hutan terlarang,ada beberapa orang menuju ke sana untuk mencegah terjadinya sesuatu. Akankah mereka berhasil mencegah Riko, untuk membalas dendam kepada Melody.
Mulut Melody,menganga lebar dan asap hitam masuk kedalam melalui mulutnya. Riko, seperti orang kesurupan terus mengeluarkan mantra sihirnya.
"Uhuk.... Uhukk... Uhukkk...!". Melody, terbatuk-batuk sampai mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Suasana sudah tenang, tidak ada angin berhembus kencang seperti tadi. Riko,membuka topengnya dan tersenyum sumringah melihat keberhasilan balas dendam.
"Hahahaha... Hahahahha...Aku berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan,kau adalah persembahan perjanjian dengan iblis". Riko, menyeringai tajam ke arah Melody.
Melody, tersenyum manis ke arah Riko yang kebingungan. "Riko,aku senang melihat mu lagi dan mengobati rasa rinduku selama ini. Aku tahu, pengorbanan ku ini sia-sia saja. Tetapi,aku sudah berhasil mengembalikan suamiku seperti sedia kala. Itulah tujuan ku Riko,aku rela mengorbankan segalanya termasuk kamu".
Deg!
Riko, tercengang mendengar ucapan Melody yang kebingungan. "Ck, hentikan omong kosong mu itu!"Bentaknya keras,namun Melody tersenyum sumringah.
"Riko, berjanjilah padaku dan ini adalah permintaan terakhir ku. Jika suatu hari nanti,kau bertemu dengan anakku yang bernama Nalendra. Beritahu dia,jika kamu adalah seorang pria yang pernah aku cintai sampai detik ini. Kau tau, anakku akan kekurangan kasih sayang dari ku dan ayahnya. Riko, aku tidak pernah memandang dirimu siapa?Aku mencintai mu dengan tulus, tetapi ada sesuatu penghalang cinta kita. Aku mengorbankan cinta kita, harapan kita,demi nyawamu. Terimakasih, atas cintamu dul...lu..".
Akhirnya Melody, menghembuskan nafas terakhirnya dan matanya terpejam berlahan. Bibirnya masih mengungkapkan perasaannya yang masih mencintai, Riko.
Percuma saja,dia memaki-maki Melody yang tidak bangun lagi. Tubuhnya keriput tua, tubuhnya sudah berwarna biru, wajahnya berubah menyeramkan.
"Rikooooo....! Apa yang kau lakukan kepada, Melody!". Seorang wanita tua, berlarian ke arah Riko yang berlutut di hadapan Melody.
"Aaaaaaaa...Nak Melody,bangun nak! Riko,apa yang kau lakukan kepadanya. Puas dengan balas dendam mu ha, Melody tidak bersalah apapun! Kau salah paham dengannya,kau benar-benar jahat!".
"Bu,aku seperti ini karena dia. Dia memang pantas mendapatkan karmanya, sudah mencampakkan perasaan ku! Tetapi,ibu selalu membela dan menghalangi jalan ku untuk balas dendam". Riko, menatap tajam ke arah ibu kandungnya sendiri.
"Kak Melody! Kak,bangun kak! Sebentar lagi,aku akan wisuda dan menepati janji kakak. Bukankah kak Melody, sudah berjanji melihat aku sukses". Seorang perempuan muda, teriak menangis dan memeluk Melody tak bergerak sedikitpun.
Deg!
__ADS_1
Riko, terkejut mendengar ucapan sang adiknya. Sejak kapan sang adik, bertemu dengan Melody. "Maksudnya apa Suci? Kau dan Melody,apa maksudnya?". Riko, langsung mencekal lengan adiknya itu.
Plak
Suci,tak segan-segan menampar wajah kakak kandungnya sendiri.
"Aku sudah mengatakan kepada kak Riko,kalau kak Melody baik tidak jahat seperti yang kakak pikirkan! Aku kecewa berat dengan kak Riko, sudah menyakiti kak Melody seperti ini!" Teriak Suci, menghempaskan cengkalan kakaknya itu.
"Ibu, sudah berjanji kepada Melody untuk merahasiakan semuanya. Dia rela di salahkan olehmu,dibenci, mengorbankan segalanya. Nak Melody,dia tulus mencintai mu Riko. Ini semua salahku, sudah menyimpan rahasia ini demi nyawamu. Ingat Riko,ini adalah demi nyawamu. 5 tahun yang lalu, ketika kakek Melody mengetahui hubungan kau dan dia. Maka kakek Melody, berniat untuk membunuhmu dan menghabisi mu. Tetapi, Melody memohon kepada kakeknya dan orangtuanya juga. Memohon untuk mengurungkan niat kakeknya, menghabisi mu Riko!Melody, berjanji mengakhiri hubungan kalian dan meninggalkan mu. Sebelum meninggal mu, Melody sempat menemui ibu dan memohon-mohon untuk merahasiakan semuanya. Tapi sayang,kau malah seperti ini dan menyakitinya!". Bu Hani, berteriak dan membongkar rahasia selama ini di simpan.
"Apa! Tidak mungkin,itu tidak mungkin!". Riko,syok berat mendengar ucapan sang ibu.
"Asalkan kak Riko tau, darimana biaya kuliahku ha? Dari kak Melody,dia yang membiayai segalanya dan kebutuhan sehari-hari kami.Sedangkan kak Riko,apa? Sibuk bersekutu dengan iblis,demi membalas dendam sakit hati kakak. Aku benar-benar malu kak, atas pengorbanan kak Melody kepadaku dan ibu!". Sambung Suci, membuat Riko frustasi dan menyalahkan diri sendiri.
Deg!
Riko,luruh sudah di tanah dan berteriak histeris mendengar kenyataan sebenarnya.
Paman dan bibinya Melody, sudah tiba dan mereka syok apa mereka lihat.
"Melody, kamu kenapa nak?" Tanya sang bibi, mengelus lembut pipi Melody terasa dingin sekali.
Riko, sudah berteriak-teriak histeris dan mengamuk-ngamuk karena sudah salah paham dengan Melody. Dia meminta maaf kepada Melody,memangku kepalanya. Menumpahkan rasa rindu, cinta,dan penyesalan.
Bu Hani dan anaknya,tak tega melihat mereka terpisah dan di satukan dengan tak wajar seperti ini. Apa yang di lakukan selanjutnya, mampukah mengembalikan Melody?.
__ADS_1