AYUNAN BAYI

AYUNAN BAYI
Pecahan Cermin


__ADS_3

"Tidak perlu dijelaskan lagi,karena kita tidak saling kenal pak" Kata Melody, menyunggingkan senyumnya.


"Mel,kamu jangan salah paham dengan yang kamu lihat. Aku berpisah dengan mu resmi kehendak ku sendiri, tanpa ada orang ketiga di antara kita. Kau tau sendiri kan,aku tidak menyukai hal-hal mistis seperti itu. Melody,aku minta maaf kepada mu karena sudah memilih keputusan sendiri". Vino, mencekal lengan Melody.


Melody, tersenyum kecut dan membuang muka. "Lepaskan!Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi,saya juga tidak mengenal anda"


"Mel,jangan berpura-pura seperti ini" Kata Vino, tangannya di hempas Melody dan segera masuk kedalam mobil.


"Mel! Melody,tunggu! Mel!" Vino, berteriak keras memanggil mantan istrinya itu.


Sulis, menghentak-hentakkan kakinya dari kejauhan ada rasa cemburu apa yang di lihatnya.


Vino, memandang Sulis dari kejauhan. Dia mengangkat sedikit tangannya, memberikan isyarat untuk pergi.


Air mata bening mengalir di kedua pipinya, Sulis. Menatap kepergian Vino,tanpa sepatah katapun untuk berpamitan.


Melody,menangis kesegukan sepanjang perjalanan pulang. Hatinya terasa teriris-iris melihat mantan suaminya,kini makan malam bersama dengan wanita lain.


Tiba di kediaman orangtuanya, Melody segera berekspresi biasa dan jangan orangtuanya tau.


"Gimana Nalendra,mah? Apa dia rewel aku tinggal tadi,maaf lama karena aku makan di luar" Melody,merasa tidak nyaman meninggalkan anaknya terlalu lama.


"Kamu apaan sih,Mel. Anakmu anteng kok,dia sudah tertidur pulas di kamar. Mamah,paham dengan keadaan mu nak. Kerjakan apapun yang kamu inginkan,jangan jadikan sebagai beban. Sana gih,kamu bersihkan diri dan istirahat. Bukankah besok mulai bekerja,hemm?" Kekehnya bu Sonya, mengelus lembut rambut anaknya.


"Makasih banyak,mah. Aku pamit dulu,masuk kedalam kamar". Melody, beruntung memiliki kedua orangtuanya yang begitu pengertian dengan keadaannya sekarang.


Ceklekk...


Pintu kamar terbuka, terlihat baby sitter tengah menyiapkan keperluan anaknya.


"Bu,semua sudah siap termasuk susu Nalendra". Kata Sila, tersenyum kecil.


"Makasih yah,kamu istirahat sana dan jangan lupa makan. Malam ini,biar aku yang jaga yah". Ucap Melody, langsung di angguki Sila.

__ADS_1


Sila,senang mendengar ucapan majikannya begitu baik dan perhatian. Apa lagi anak majikannya itu, tidak rewel dan sangat pintar.


"Baik,bu. Saya permisi dulu". Sila, menundukkan badannya dan beranjak keluar dari kamar Melody.


Melody, memandang lekat ke arah buah hatinya yang tengah terlelap tidur. Dia bergegas membersihkan diri, mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Melody sudah keluar merasakan tubuhnya segar.


Deg!


Melody, terkejut melihat sekilas bayangan seseorang di tepi ranjangnya. Dadanya berdegup kencang, berlahan-lahan melihat ke arah tempat tidur. Namun, tidak ada siapapun di sana.


"Hmmm... Cuman salah liat paling" Gumamnya pelan,segera mengambil baju tidurnya dan handuknya jatuh di lantai.


Deg!


"Loh,mana handuk tadi? Perasaan jatuh di lantai deh,kemana yah?" Melody, calingukan mencari handuknya dan terlihat di kursi.


"Astaga! Rupanya di sini,aku lupa meletakkannya mungkin" Kekehnya Melody, menggantung handuk di tempat biasanya.


"Aku lupa apa isinya?" Kata Melody,membuka kotak di tangannya dan isinya adalah pecahan cermin.


Melody,baru ingat jika pecahan cermin ini di dalamnya ada Riko.


Deg!


Jantungnya berdegup kencang ketika menyentuh pecahan cermin itu,ada perasaan aneh sekali.


"Apa Riko,bisa dikeluarkan dari cermin ini?" Gumamnya pelan, kebingungan memikirkan sesuatu."Tapi, bagaimana caranya untuk mengalahkan iblis itu? Aku yakin sekali, Riko pasti memiliki kelemahan iblis itu. Sial, kenapa aku tidak mencari tahu di sana kemarin? Aku terburu-buru pulang ke kota langsung,jika aku melakukan ini. Berarti ada bener ritual di lakukan, untuk membebaskan Riko".


Melody, menghela nafas panjang dan merasa bersalah dengan Riko. Dia memegang kalung di lehernya,hadiah dari mantan kekasih.


Melody, meletakkan kotak dan menyimpan kembali. "Riko,aku akan mencari cara untuk mengeluarkan mu di sana. Maaf, untuk saat inu aku tidak bisa berbuat apa-apa".

__ADS_1


Melody,menyeka air matanya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak berselang lama,dia sudah terlelap tidur.


Melody,merasa tidak tenang dalam tidurnya. Mengerutkan keningnya,mata masih terpejam,kepala geleng-geleng. Dia seperti mendengar suara bisikan aneh, semakin menggelengkan kepalanya.


"Aaaaaa...Ha...Ha..Ha...!" Melody, tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan keringat bercucuran membasahi keningnya. Menoleh ke arah sang buah hati,masih tertidur pulas.


"Astagfirullah! Apa yang terjadi,Ya Allah" Gumamnya pelan,mengusap rambutnya ke belakang.


Oweek.... Oweek.... Oweek...


Sang buah hati bangun, Melody bergegas membuatkan susu anaknya. Barulah sang buah hati terdiam dan tertidur pulas lagi.


Jam dinding menunjukkan pukul 2 dini hari, matanya sudah mengantuk dan meletakkan sang buah hati di sampingnya.


Air matanya mengalir deras, mengingat keluarga kecilnya hancur berantakan."Maafkan mamah,nak. Tidak bisa mempertahankan ayahmu,karena ini adalah keinginannya untuk berpisah dengan kita".


Melody, mencium kening anaknya yang tertidur pulas. Menghapus air matanya, mencoba memejamkan matanya.


*********************


Jam 2 dini hari,Vino baru pulang kediaman orangtuanya. Keadaan rumah sudah sepi senyap, orang-orang pada tidur sudah.


Deg!


Rupanya bu Mega, berjaga untuk menunggu anaknya pulang ke rumah. "Vino,kamu kenapa baru pulang? Ponselmu tidak aktif sama sekali,kamu ini kenapa ha?". Bentak sang ibu, tatapan matanya tajam.


"Aku cuman menenangkan diri,bund. Sudahlah Vino,mau istirahat dan besok mau bekerja". Kata Vino, ingin melewati ibunya langsung di tahan.


"Kau tahu Vino? Kamu sudah membuat bunda malu,Sulis sudah menceritakan semuanya. Betapa teganya Kamu Vin, meninggalkan Sulis di restoran sendirian. Dia menangis kesegukan menelpon bunda,karena kamu tinggalkan dia" Bu Mega,marah padam terhadap anaknya itu.


"Oke,aku minta maaf bund. Besok aku akan menemui Sulis, meminta maaf langsung. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkannya,atau menyakiti Sulis. Aku terpaksa bund,maaf sekali". Vino, berusaha membujuk hati sang ibunda.


"Kamu seperti ini, gara-gara mantan istri mu kan? Sudah bunda bilang kepadamu, lupakan dia Vin! Kalau kalian bertemu,anggap saja tidak kenal.Baik, besok kamu temui Sulis dan tebus kesalahan mu" Ucap bu Mega,di dalam hatinya bersorak-sorai gembira karena Vino patuh dengan nya.

__ADS_1


"Pegang ucapan ku bund,janji akan menemui Sulis dan meminta maaf. Aku ke kamar dulu,mau istirahat karena sudah lelah malam ini". Vino, berjalan menuju kamarnya.


Di dalam kamar, Vino mengusap wajahnya dengan kasar. Membaringkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit kamar. Ada rasa hampa di hatinya,masih terbayang wajah sang mantan istrinya.


__ADS_2