BAD BOY Pura-Pura Amnesia

BAD BOY Pura-Pura Amnesia
Bab 32


__ADS_3

Galang langsung tersadar saat Airin mengajukan pertanyaan yang cukup membuat dia sedikit takut. Tentu Galang takut jika Airin menjadi ragu untuk menikah dengannya karena masa lalu yang tidak bisa dibanggakan.


"Kak, jawab! Kamu bukan CEO karena Kak Galih CEO di kantor Papa kamu. Jadi ... Kak Galang itu Bos apa? Dan ... dan ... pesan ini ...." Airin tiba-tiba gugup.


Sesaat keduanya saling bertatap mata. Airin pun teringat hari dimana Galang ditemukan. Apa yang Galang pakai menunjukkan kalau Galang itu bukanlah laki-laki idaman dia sebab saat itu Galang memakai tindik di telinga walaupun hanya tempelan dan gaya rambut juga penampilan menunjukkan jelas kalau dia seorang yang urakan.


Namun saat Galang berganti pakaian, Airin melupakan penampilan Galang sebelumnya terutama saat Galang menolong keluarganya dan saat Airin mendengar Galang adzan. Airin tidak memikirkan penampilan Galang saat itu dan bagaimana kehidupan Galang sebenarnya.


"Saya dulu menghabiskan waktu saya menjadi ketua geng motor, Dek. Pasti Dek Airin juga sedikit paham dengan apa yang Mami juga Kak Galih jelaskan sebelumnya. Tapi sekarang saya tidak lagi fokus pada mereka dan saya bilang kalau saya bukan lagi Bos mereka karena di hari saya kecelakaan itu adalah unsur kesengajaan yang dilakukan ketua geng motor sekarang. Apa Dek Airin keberatan dengan masa lalu saya?"


Cukup jelas dengan apa yang Galang katakan, Airin pun tertunduk. Sebenarnya dia bukan mempermasalahkan Galang ini Bos apa, tetapi Airin lebih ke khawatir.

__ADS_1


"Dek, apa Dek Airin marah karena saya belum menceritakan masalah itu?" tanya Galang memastikan Airin tidak salah paham ataupun kecewa padanya. Namun Airin menggelengkan kepalanya saat Galang kembali mengajukan pertanyaan.


"Kak, sebelum Airin memutuskan untuk menerima Kak Galang, Airin udah janji sama diri sendiri kalau akan menerima semua yang berhubungan dengan Kak Galang asalkan itu nggak melewati batas syariat Islam. Lagipula kita nggak boleh terjebak dengan masa lalu, bukan?"


Galang pun tersenyum manis dan tiba-tiba tangannya reflek berada di atas kepala Airin. Segera Airin mendongak terkejut.


"Terima kasih, Dek," ucap Galang masih dengan raut wajah yang sama.


"Masa lalu biarlah jadi pelajaran sebagai bentuk kedewasaan. Sekarang yang terpenting Dek Airin adalah masa depan saya yang akan saya perjuangkan kebahagiaan dan yang akan menemani saya beribadah seumur hidup saya."


Airin pun membulatkan matanya. Terdengar gombalan memang, tetapi Airin semakin yakin jika kisah cintanya dengan Galang akan indah.

__ADS_1


"Ah, maaf, Dek. Itu ... em saya reflek dan terbawa suasana tadi," kata Galang langsung salah tingkah saat sadar kalau di telah menyentuh Airin sebelum halal. "Sekali lagi saya minta maaf, Dek. Saya harap Dek Airin nggak marah," lanjut Galang kemudian mundur satu langkah untuk mengatur jarak dengan Airin.


"Iya, Kak. Nggak pa-pa. Airin ikut Kak Galang ya? Airin mau tau juga kondisi mereka," pinta Airin, tetapi Galang meragu. Siapa yang tahu jika Remos bisa saja juga mengincar Airin saat tahu Airin bersamanya.


"Jangan ya? Dek Airin sama Mami aja. Kasian Mami sendiri karena Kak Galih meeting. Saya harap Dek Airin mengerti," jawab Galang dan Airin mengangguk paham.


"Airin harap Kak Galang jaga diri ya? Airin akan marah kalau Kak Galang pulang nggak seperti saat berangkat," ancam Airin dan Galang kembali tersenyum.


"InsyaAllah. Saya akan hati-hati. Tolong sampaikan pesan ini sama Mami juga ya? Bismillahi tawakal tu, Dek. Jangan khawatir. Assalamu'alaikum," ujar Galang hendak berpamitan. Airin pun membalas senyuman Galang.


"Fii amanillah, Kak." Galang mengangguk kemudian berlalu pergi. Airin dengan setia menatap punggung orang yang saat ini semakin dia cinta.

__ADS_1


........


__ADS_2