Balas Dendam Setelah Dikhianati

Balas Dendam Setelah Dikhianati
10. Model?


__ADS_3

Happy Reading🐭


Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Lalu lintas yang padat dengan kendaraan umum membuat Alicia menjadi geram. Waktu yang seharusnya sudah ia gunakan untuk memulai pekerjaan justru malah dibuang sia-sia hanya duduk di dalam mobil.


Setelah hampir satu jam, wanita dengan gaya berpakaian elegan itu turun dari mobil. Bola matanya berwarna biru lantaran memakai softlens yang sempat dibelikan oleh Robin.


Selama berjalan memasuki gedung perusahaan, banyak karyawan lain memandangnya kagum. Jika bukan karena gaya-nya, mungkin karena wajah yang memang terlihat begitu sempurna.


Alicia melangkah keluar dari dalam lift, namun yang didapat adalah sosok Cellyn dengan tangan yang menggenggam dua kotak nasi beserta lauknya.


Wanita itu tersenyum seraya memberikan satu kotak nasi pada Alicia. Satu kotak nya lagi ia makan untuk sarapan.


"Hari ini kau cantik sekali A– Alisa," puji Cellyn.


"Apa kau tidak bisa membaca namaku dengan jelas?" protesnya.


"Eh, maaf. Namamu Alicia ya?" Cellyn menatap kembali kartu nama yang dipasang di dada Alicia.


Keduanya berjalan menuju meja Alicia, meskipun sebenarnya wanita itu belum menyetujuinya.


"Kau mau apa?" tanya Alicia sedikit geram. Sudah dua kali, dirinya selalu diganggu oleh wanita berambut pirang itu.


"Sarapan bersama?" sahut Cellyn.


"Jika untuk sarapan bersama, aku tidak ada waktu!" Alicia mengembalikan kotak makan yang sempat diberikan Cellyn tadi.


"Pergi, dan jangan ganggu aku!" tegas nya, kontan membuat wanita itu terkejut.


Cellyn dengan langkah pelan mulai meninggalkan Alicia. Padahal, dia sendiri ingin akrab dengannya. Mungkin sudah takdir kalau Cellyn tidak bisa mendapatkan teman.


***


Di siang bolong, Alicia tampak sedang berjalan menuju kantin perusahaan. Perutnya yang belum terisi oleh makanan sejak pagi membuatnya merasa begitu lapar.


Ketika hendak memasuki lift, wanita itu sempat dikejutkan oleh rombongan orang-orang. Anehnya, ada seorang pria berpakaian seperti model tengah menjadi pusat perhatian.


Setiap langkahnya selalu diikuti oleh wartawan, dan di antaranya ada seorang pria karyawan FWaD Company.


Setelah sekumpulan orang-orang itu keluar dari dalam lift, Alicia pun langsung masuk ke dalamnya.


Drrttt …


Ponselnya tiba-tiba berdering, membuatnya terpaksa harus mengangkat panggilan dari asisten Zean yang menyebalkan.


"Halo, selamat siang Nona," sapa Darren.

__ADS_1


"Siang, ada apa?" tanya Alicia dengan malas.


"Sebenarnya, tuan Zean ingin berbicara sesuatu dengan anda, bisa ke ruangan tuan Zean sekarang?" tuturnya.


"Ah, hmm … baiklah."


Panggilan pun diakhir oleh Darren. Kini Alicia yang sudah berada di lantai dasar kembali menekan tombol lift untuk menuju lantai paling ujung. Yah, mungkin beberapa orang di lantai dasar itu harus mengantri agar bisa menaiki lift.


"Permisi." Alicia masuk ke dalam ruangan Zean, namun tampaknya ruangan itu tidak sepi seperti biasanya.


Begitu melangkah masuk, Alicia sempat dikejutkan dengan sosok pria seperti model yang sempat bertemu dengannya di lift tadi. Wajahnya yang bersinar sukses menyita perhatiannya.


"Ada apa Tuan?" tanya Alicia langsung.


"Sebenarnya … aku membutuhkan satu model wanita untuk pemotretan bersama dia," ungkap Zean seraya menunjuk pria berwajah tampan itu.


Namanya adalah Choky, seorang model pria yang akan menjadi salah satu ambassador FWaD Company.


"Kenapa harus saya?" tanya Alicia terkejut, dia menatap beberapa pria di dalam sana.


"Menurutku wajahmu terlalu cantik untuk bisa menjadi model sementara," ujarnya.


"Ah, saya akan mempertimbangkan nya lagi."


Alicia langsung melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut, dirinya benar-benar merasa kesal lantaran merasa diperdaya oleh perusahaan.


Bahkan waktu untuk istirahat makan siangnya saja terpotong gara-gara harus menemui pria sialan itu.


Ketika beberapa karyawan FWaD Company sudah mulai pulang, Alicia justru masih menatap layar komputernya. Dia melihat beberapa dokumen penting yang di simpan dalam perangkat Zean. Benar, wanita itu telah berhasil membajak akun milik si bos perusahaan yang angkuh.


"Alicia?"


Sosok pria tiba-tiba memanggil namanya, kontan membuat Alicia kalang kabut. Dengan cepat, layar komputer itu ia tutup dan menoleh ke arah sumber suara, dimana ada seseorang yang memanggilnya tadi.


"Tu– Tuan Zean?" Alicia membuka kedua bola matanya dengan lebar, usai melihat wajah pria itu.


"Kau tidak mau menerima tawaran ku?" tanya Zean langsung, ia meraih dagu wanita di depannya.


Seketika senyum menyeringai terpampang di wajah Alicia, menyingkirkan tangan yang baru saja mendarat di dagu kecilnya itu.


"Aku sudah mempertimbangkan nya, mungkin jawabannya … tidak."


"Kenapa? Itu adalah tawaran bagus, kau bisa mendapat gaji yang lebih tinggi. Lagipula ini untuk sementara, agar aku bisa mempromosikan produk fashion baru dari FWaD Company," paparnya.


"Benar, aku bisa mengganti uang Robin dengan cepat jika menerima tawaran pria ini. Tapi, mungkin aku akan jarang ke ruangannya kalau sudah menjadi model? Dan rencanaku untuk membalas dendam akan gagal," ucap Alicia dalam hati.


"Bagaimana?"


"Maaf, tapi tetap tidak. Karena saya masih ada urusan … saya izin pulang. Pekerjaan saya juga sudah selesai," ujarnya, lalu berjalan pergi meninggalkan pria itu sendirian.

__ADS_1


"Cantik sih, dia juga menarik. Mungkin aku akan membujuknya."


Tiba di depan perusahaan, Alicia terus menoleh ke arah kanan dan kiri nya, menunggu kedatangan seseorang beserta mobil yang biasa dibawa.


Setelah hampir sepuluh menit hanya berdiri menunggu, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Wanita itu melihat ke layar ponsel, dan mendapat sebuah nama seseorang yang begitu penting untuk sekarang ini.


"Ha– halo, kau dimana?" tanya Alicia begitu mengangkat panggilannya.


"Aku tidak bisa menjemput mu malam ini, perusahaan benar-benar sangat membutuhkan keberadaan ku. Jadi kau pakai taxi saja, ya," tutur Robin, pria di dalam telepon.


"Ah, o– oke."


Robin langsung mengakhiri panggilan tersebut, sifat anehnya itu benar-benar membuat Alicia merasa heran.


Merasa ada kesempatan untuk memanfaatkan Zean, ia pun masuk kembali ke gedung perusahaan.


Mungkin ini memang keberuntungan baginya, karena sudah dipertemukan dengan pria itu saat masih berada di lantai dasar.


"Belum pulang?" tanya Zean lembut, membuat Alicia menjadi geli dengan suaranya.


"Se– sebenarnya saya harus menunggu seseorang untuk menjemput," balas Alicia berbohong.


"Dimana rumahmu? Biar ku antar," ajak Zean langsung meraih pergelangan tangan wanita itu.


Keduanya masuk ke dalam mobil pickup berwarna merah. Benar, mobil itu adalah mobil kesayangan Zean sejak pernikahan muda mereka.


"Saya tinggal di apartemen G.O.U Big."


Zean mengangguk, hampir saja Alicia salah menyebutkan tempat tinggalnya.


"Kau tinggal di sini sudah lama?" tanya Zean, menatap Alicia yang duduk di sebelahnya.


"Mungkin beberapa bulan lalu?"


Di tengah-tengah obrolan mereka, Alicia diam-diam menyelipkan liptint miliknya. Yah, dia juga memiliki rencana tersendiri, untuk membuat hubungan Zean dengan sahabat pengkhianat nya hancur, seperti mereka yang telah menghancurkan hidupnya.


"Bibir mu indah, apa kau memakai liptint?" tanya Zean begitu menyadari warna bibir Alicia yang berwarna merah cerah.


"Ya, aku memakai liptint. Ingin ku tunjukkan?"


Alicia dengan percaya diri mengambil lagi liptint miliknya yang sudah diselipkan. Dia menunjukkan benda itu pada Zean, lalu menjatuhkan nya ke lantai mobil.


"Seleramu mirip seseorang …."


"Eh, benarkah? Seseorang siapa?"


"Dia mantan istriku."


"Ternyata pria ini masih tau warna liptint kesukaan ku. Baguslah kalau begitu …."

__ADS_1


Bersambung ...


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ


__ADS_2