Balas Dendam Setelah Dikhianati

Balas Dendam Setelah Dikhianati
6. Pria Kacungan Alicia


__ADS_3

Happy Reading🐭


Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Suhu ruangan semakin panas, bersamaan dengan matahari yang telah berada di puncak tertingginya. Kini orang-orang di dalam perusahaan mulai berjalan menuju kantin perusahaan bersama rekan kerja mereka.


Namun tidak dengan Alicia, dirinya justru masih memandang layar komputer yang menyala terang. Sesekali matanya ia kucak karena merasa gatal, lantaran belum terbiasa lama menatap layar komputer.


"Hai, kau anak baru itu, kan?"


Seorang wanita berambut pirang itu mendekati Alicia. Kulit wajahnya terlihat putih, cocok dengan warna rambut miliknya.


"Benar, kenapa?" tanya Alicia ketus. Matanya tidak melirik sedikitpun, masih tetap fokus menatap benda di hadapannya.


"Kenapa tidak makan siang? Bagaimana jika makan siang bersamaku saja? Lagipula ... aku tidak ada teman untuk makan siang," tuturnya pelan.


"Bisakah tidak menggangguku? Lihat, aku sedang sibuk sekarang!" balas Alicia dengan kasar, kontan membuat wanita berambut pirang di sebelahnya terdiam kaget.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu. Anggap saja kita tidak mengobrol hari ini." Perlahan kakinya itu mulai pergi meninggalkan Alicia.


"Kenapa juga aku harus makan siang? Toh, tujuanku hanya ada satu. Yang kubutuhkan sekarang ini juga bukan teman, tapi rekan balas dendam."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketika malam telah larut, rembulan mulai menampakkan wujudnya, menciptakan cahaya indah disertai bintang-bintang kecil yang mengelilingi sisi rembulan.


Alicia masuk ke dalam mobil pickup berwarna hitam, setelah Robin menjemputnya beberapa saat yang lalu.


Tidak membutuhkan waktu lama, kini kendaraan yang di kemudi oleh Robin pun mulai melaju dengan kecepatan sedang. Melewati beberapa mobil lainnya yang sama-sama sedang melaju.


"Bagaimana dengan tanahnya?" tanya Alicia sekaligus membuka obrolan diantara keduanya.


"Sudah berhasil. Aku juga sudah memalsukan nama pembelinya," sahut Robin cengengesan, dibalas acungan jempol oleh wanita di sebelahnya.


"Eh, tapi siapa nama pembelinya?"

__ADS_1


"Nastya Angel."


Alicia terdiam, ingin rasanya tertawa mendengar nama seorang wanita yang baru saja disebut oleh pria itu.


"Baguslah, kenapa kau bisa diandalkan seperti ini, sih? Kau sepertinya bukan orang biasa. Haha!!" ujarnya sembari tertawa.


"Bukan apa-apa, kok."


Setelah cukup lama berada diperjalanan, merekapun akhirnya tiba di halaman apartemen G.O.U Big. Robin keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Alicia.


Namun tampaknya wanita itu terdiam bengong. Tidak melangkah keluar begitu pintunya sudah terbuka lebar.


"Kenapa?" tanya Robin heran, melihat raut wajah Alicia yang tidak biasa.


"Maaf aku lupa memberitahumu. Apa bisa kita ke mall di pusat kota? Mall terbesar," ucapnya.


"Eh? Sudah mau belanja saja? Memangnya berapa gajimu?" tanya Robin lagi, namun wanita itu menggeleng sebagai respon.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran pada Mira, mantan ibu mertuaku. Saat aku masih berkeluarga dengan Zean, Mira selalu pergi ke sana di jam sekarang ini," jelas Alicia, lalu dibalas anggukan oleh Robin.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya kembali melaju. Lampu-lampu yang menyala di sepanjang jalan sukses memikat perhatiannya, membuat pandangan wanita itu terus menatap ke arah luar jendela yang terbuka lebar.


Alicia melangkah turun begitu Robin membukakan pintu mobil untuknya. Mereka jalan beriringan memasuki gedung mall tersebut, hingga terlihat jelas seberapa luasnya tempat itu.


Alicia menoleh ke kanan dan kirinya, berusaha mencari sebuah toko tas bemerk Channel. Tidak heran, jika Mira ibu mertuanya itu senang berbelanja tas dengan merk Channel, karena harganya yang tinggi tiada saingan.


Wanita itu berjalan mendekati eskalator, bersama Robin yang masih mengikutinya dari belakang. Yah, Robin memang tidak hobi berbelanja, namun dirinya cukup mahir mencari tempat di dalam mall tersebut.


"Kau mencari toko tas merk Channel, kan?" tanya Robin, membuat wanita berusia dua puluh tiga tahun itu reflek menoleh ke arahnya.


"Memang, kau tau dimana tempatnya?"


Robin menarik lengan Alicia setelah mereka berada di ujung eskalator. Langkahnya yang cepat membuat Alicia merasa tidak yakin, ia berpikir kalau Robin hanya ingin mengelabui nya saja.


"Lihat ke samping."


Alicia menoleh, dan melihat toko di sebelahnya menjual tas tas bermerk Channel. Seketika senyum manis terukir di bibirnya, reflek memeluk Robin.

__ADS_1


"E-- eh?"


"Robin yang terbaik!" lontar nya dengan suara yang cukup keras, sukses membuat beberapa pengunjung mall menoleh ke arahnya.


"Lalu, sekarang apa yang ingin kau lakukan?" tanya Robin.


Memang, tujuan Alicia mengajaknya ke sana juga belum terlalu jelas. Bahkan rencana yang akan dilakukan pada Mira ibu mertuanya tidak diketahui oleh Robin.


"Aku sudah menyewa seseorang, mungkin sebentar lagi akan tiba?" sahutnya.


Tak lama berselang, tampak seorang pria mengenakan pakaian serba hitam dengan topi di kepalanya. Itu adalah pria kacungan Alicia, yang sempat dihubungi nya ketika perjalanan menuju mall.


"Hai, dimana orangnya?" tanya pria dengan pakaian hitam itu. Sosoknya sudah berhadapan langsung dengan Alicia.


"Tunggu. Tapi dari tadi, aku tidak melihat Mira?"


"Si-- siapa dia?" tanya Robin dengan berbisik tepat di telinga wanita itu. Tangannya ber gemetar hebat melihat sosok pria berpakaian hitam di sebelahnya.


"Dia pria suruhan ku. Tenang, tidak berbahaya, kok!"


Setelah beberapa waktu hanya berdiri di tempat itu, wanita dengan pakaian mencolok berwarna kuning dengan sepatu hak di kakinya tiba-tiba datang. Siapa lagi kalau bukan sasaran yang telah lama ditunggu kedatangannya.


Pria kacungan Alicia mulai berjalan mendekati Mira, menutup wajahnya dengan masker serta topi. Pria itu mengendap-endap, dan meraih sesuatu dari dalam tas Mira.


Setelah berhasil dengan misinya, iapun berlari menghampiri Alicia yang masih berdiri di sebelah toko bersama Robin.


Tampaknya pria itu memberikan sebuah benda yang baru saja diambilnya dari dalam tas Mira kepada Alicia.


Kerennya, tak ada siapapun di sana yang melihat kejadian itu. Padahal jika dilihat dari dekat, pria itu benar-benar jelas meraih sesuatu dari dalam tas milik Mira.


Tiga puluh menit telah berlalu, Alicia bersama Robin mulai masuk ke dalam toko tersebut. Berpura-pura memilih beberapa tas, tapi keren nya lagi Alicia benar-benar akan membeli tas yang baru saja ia pegang.


"Wah, ini bagus. Aku harus ambil model keluaran terbaru!" lontar Mira, yang berdiri tepat bersebelahan dengan mantan menantunya sendiri.


Di saat akan membayar, Mira baru sadar bahwa sesuatu telah hilang dari dalam tas nya. Ia berusaha keras mencari benda itu, dengan mengacak-acak seluruh isi dalam tas miliknya.


Bersambung ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ


__ADS_2