Balas Dendam Setelah Dikhianati

Balas Dendam Setelah Dikhianati
14. Salah Paham


__ADS_3

Happy Reading🐭


Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Dua orang tampak tengah berdiri di sebuah ruangan yang terletak di lantai paling ujung. Mereka saling tertawa dengan segelas wine di genggaman masing-masing. Suasana hotel di lantai dasar bahkan masih terdengar ramai orang berpesta, namun sengaja dilewatkan oleh mereka.


Sayup-sayup angin berhembus kencang, membuat bulu kuduk Alicia berdiri. Rasanya jika terus berada di lantai ujung dia akan mati kedinginan di sana, bersama Robin pria andalannya.


"Mau menambah?" tanya Alicia menawarkan, satu botol ia sodorkan pada pria yang duduk berhadapan dengannya.


"Boleh, mungkin untuk merayakan pesta malam ini," sahut Robin sembari tertawa lepas.


Entah mengapa rasanya setiap Alicia merasa bahagia, pria itu juga sama bahagia. Begitu pun sebaliknya, ketika Alicia sedih Robin juga akan ikut merasa sedih.


Setelah Alicia selesai membuat Zean kesal tadi, hatinya begitu puas. Dia yakin, tak lama lagi hibungan keduanya akan mulai merenggang dengan seiring berjalannya waktu. Di celah itu, Alicia juga akan diam-diam masuk ke dalam hubungan mereka.


...----------------...


Satu jam yang lalu, ketika Alicia meninggalkan jejak langkahnya di lantai tiga. Zean justru masuk kembali ke dalam kamar nomor dua puluh untuk menemui Hanny, sang kekasih.


Dia melihat Hanny yang sudah mengenakan busana, wajah dengan poni panjang yang menutupi pandangannya itu terlihat kesal, bahkan tak mau sekalipun menatap ke arah Zean.


"Ha– Hanny, jangan marah. Tadi itu hanya salah paham, dia sedang mencari ke– "


"Cukup! Apa yang harus disalah paham kan? Sudah jelas dia mencari dan memanggilmu sayang," sela Hanny, tangannya itu diletakkan di pinggang.


"Biar aku jelaskan, okey?" ucap Zean memohon, dia berusaha mendekat ke arah wanita itu meskipun selalu dihindari.


"Tidak!! Aku tidak mau!!"


Zean dengan kasar langsung mendorong tubuh kekasihnya hingga terkapar ke lantai, membuka seluruh pakaian Hanny dan memulai hubungan badan lantaran sudah tak kuasa menahan hawa nafsu.


"Aku akan bermain kasar jika kau terus mengeyel," kata Zean, mulutnya di dekatkan tepat di telinga Hanny.


Kontan wanita itu mengangguk, dia hanya bisa menikmati apa yang tengah Zean lakukan terhadapnya demi tidak dipermainkan dengan kasar.


Usai menghabiskan waktu melakukan hubungan badan hampir satu jam, kini sepasang kekasih itu tampak berjalan menuju basement.

__ADS_1


Mereka akan meninggalkan acara pesta besar perusahaan RAC Grup. Lagipula, tujuan awal Zean juga karena ingin melihat sosok pemilik perusahaan tersebut yang terlalu misterius. Sedangkan Hanny hanya ikut dengan pria itu demi bisa menghabiskan malam indah bersamanya.


Namun apa yang didapat? Setelah Alicia masuk ke dalam kamar mereka, tanpa diduga bisa membuat keduanya sampai bertengkar dan bahkan tidak melakukan malam indah.


Begitu masuk ke dalam mobil Zean, Hanny langsung memasang sabuk pengamannya. Wajah wanita itu masih terlihat murung tak seperti biasanya. Baru kali ini, Hanny merasa diselingkuhi oleh Zean.


"Jalan?" tanya Zean memastikan bahwa Hanny sudah memasang sabuk pengaman, namun wanita itu hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa.


Zean mulai menginjak gas mobilnya, kini mobil mulai berjalan dengan kecepatan sedang.


Selama berada di berjalan pulang nampak Hanny yang terus terdiam. Padahal biasanya dia selalu mengobrol dengan pria di sebelahnya hingga tak sadar kalau telah tiba di tempat tujuan.


"Kau ingin ciuman dari ku?" tanya Zean seraya tersenyum tipis.


"Jangan buat aku terpancing," sahut nya ketus.


"Ayolah, jangan marah. Bukankah sudah kubilang tadi itu hanya salah paham. Dia masuk ke kamar yang salah," tutur Zean dengan pelan, ia terus berusaha untuk bisa meyakinkan wanita itu.


"Iya, aku juga sudah percaya meskipun cukup berat. Apa kau tau? Wanita itu kau juga kenal, bahkan aku juga mengenalnya."


Kontan pria bersurai hitam legam di sebelahnya langsung terkejut, dia kira Hanny tidak mengenal Alicia.


"Sejak kapan kau mengenal dia?" tanya Zean khawatir.


"Dia adalah karyawan di perusahaan ku."


"Hah?!! Berarti dia benar mencari mu tadi, dong!!"


"Sudahlah, aku pusing. Besok kau datang saja ke perusahaan dan tanya pada Alicia secara langsung. Minta dia menjelaskan kejadian yang sebenarnya!"


Zean menyentuh keningnya, malam itu ia benar-benar dibuat pusing karena satu orang.


Selang beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya tiba di kediaman orang tua Hanny. Benar, Hanny memang masih tinggal bersama orang tuanya dan bahkan masih belum memiliki pekerjaan.


Lebih tepatnya, dia adalah seorang pengangguran yang hanya bergantung dengan kekayaan yang dimiliki oleh orang tuanya saja.


"Biar aku bukakan pintu untukmu," ucap Zean bergegas keluar dari mobil.


Merasa ada sesuatu yang terjatuh, Hanny lantas menatap ke lantai mobil. Namun apa yang didapat? Dia malah melihat sebuah liptint yang sudah tentu milik seorang wanita.

__ADS_1


Begitu Zean membuka pintu mobil untuknya, Hanny langsung menampar pipi pria itu dengan keras hingga menciptakan bekas merah.


Tidak tau apa-apa Zean pun hanya terdiam, dirinya baru paham saat Hanny menunjukkan sebuah liptint di genggamannya.


"Milik siapa ini?!!!" tanya Hanny, kedua bola matanya mulai meneteskan cairan bening.


"Itu …."


"Milik siapa ini?!! Jawab!!"


"Sepertinya itu milik Alicia … sial! Kenapa ada di sini? Apa kemarin itu sempat terjatuh?" gumam Zean panik.


"Oh, kau tidak mau menjawab? Baiklah!"


Hanny dengan kasar menutup pintu mobil, langkah kecilnya mulai berjalan memasuki pintu rumah. Liptint itu ia letakkan di atas kemudi mobil, membiarkannya tergeletak begitu saja.


"Alicia … kau ceroboh …."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam yang sudah larut mengakhiri acara pesta besar perusahaan RAC Grup. Satu persatu orang mulai berjalan pergi meninggalkan hotel, dan masih ada beberapa lagi yang justru menginap di kamar hotel untuk menghabiskan malam indah bersama lawan jenis, mungkin dalam keadaan mabuk.


Alicia berjalan melewati banyaknya orang yang masih berdiri di lantai dasar hotel, mereka tampak celingak celinguk seakan menanti sesuatu.


"Permisi, sedang apa?" tanya Alicia pada seorang wanita berambut pirang. Namun wajahnya masih belum ia ketahuan.


Begitu menoleh, Alicia terkejut melihat wanita berambut pirang di depannya yang ternyata adalah Cellyn, wanita yang selalu diacuhkan.


"Ah kau? Alicia! Kau datang juga?" tanya Cellyn bersemangat.


Alicia perlahan melangkah mundur, menjauh dari wanita itu dan menggenggam telapak tangan Robin dengan erat.


"Ayo pergi," ucap Alicia lirih berusaha memberi kode pada pria itu.


Namun karena suaranya yang terlalu lirih membuat Robin tak bisa mendengarnya, dia malah berjalan mendekati Cellyn dengan menarik lengan Alicia.


"Kalian teman?" tanya nya bersemangat, langsung di angguki oleh Cellyn.


"Siapa bilang teman? Kami bahkan tidak saling mengenal," sanggah Alicia. Matanya memandang ke segala arah lantaran tak ingin menatap wanita di depannya.

__ADS_1


Bersambung ...


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ


__ADS_2