Balas Dendam Setelah Dikhianati

Balas Dendam Setelah Dikhianati
24. Khawatir


__ADS_3

Happy Reading🐭


Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Situasi di rumah sakit tampak heboh dengan kedatangan Zean yang sudah dalam keadaan kritis. Dirinya dibawa menuju sebuah ruangan untuk ditangani langsung oleh dokter spesialis.


Sementara itu, di luar ruangan atau yang lebih tepat disebut sebagai ruang tunggu menampakkan sosok Hanny yang masih setia mengeluarkan cairan bening dari kedua bola matanya. Tangis sedih tak kunjung reda sejak melihat sang kekasih tertusuk sebuah benda tajam.


Belum lama Hanny duduk di kursi tunggu, calon ibu mertua tiba-tiba datang. Wajahnya terlihat panik usai mendengar kabar buruk mengenai sang anak.


Baru beberapa saat, berita soal kejadian yang menimpa Zean langsung teesebar luas. Bahkan suasana di perusahaan saat ini tengah heboh membicarakan sosoknya.


"Hanny, dimana Zean?" tanya Mira masih dengan rasa khawatir. Ia menatap kaca ruangan transparan, dan mendapati sang anak sedang berbaring di atasnya.


"Apa yang terjadi pada Zean? Kenapa dia bisa begini?" tanya Mira lagi, dia menggoyangkan tubuh Hanny hingga membuatnya oleng.


"Ibu, tenang! Zean akan baik-baik saja, okey?"


Wanita itu meraih lengan Mira, lalu membawanya pergi menjauh dari ruang tunggu. Yah, Hanny tidak ingin dipermalukan hanya karena sikap calon ibu mertua yang terlalu berlebihan.


Kini dua wanita itu tampak berjalan keluar dari gedung rumah sakit. Dan tibalah mereka di sebuah cafe kecil yang terletak di belakang bangunan tersebut.


Hanny membawa Mira duduk di salah satu kursi cafe, lalu memanggil si pelayan cafe untuk dirinya memesan makanan serta minuman.


"Silahkan dilihat menunya," ucap pria pelayan cafe tersebut.


Begitu melihat sebuah gambar makanan yang terlihat enak di dalam buku menu, Hanny pun memesannya. Ia juga memesan minuman rasa lemon seperti biasa.


Namun tidak dengan Mira yang masih memikirkan Zean. Kepalanya terus menunduk ke bawah dengan kedua jari tangan yang saling terkait.


Di dunia ini, seorang ibu memang memiliki rasa kekhawatiran tinggi pada anaknya. Tidak pernah sekalipun beliau menginginkan sang anak agar terluka.


"Ibu, ingin pesan apa? Dia sudah menunggu," ucap Hanny, kontan membuyarkan lamunan wanita berwajah muda di depannya.


"Lupakan, aku tidak ingin memesan apa-apa," sahut Mira tanpa berekspresi.

__ADS_1


Lantas pelayan itu langsung pergi meninggalkan meja mereka. Tidak mungkin juga jika ia harus menunggu sampai Mira ingin memesan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Langit dengan awan cerah terlihat begitu jelas sesaat mata memandang. Dedaunan terbang terbawa oleh angin yang berhembus kencang hingga menembus masuk melalui lubang udara.


Di FWaD Company, terlihat beberapa orang saling berkerumun membicarakan tentang Zean si pemilik perusahaan. Bahkan berita itu sampai menembus ke telinga para pejabat tinggi yang berpengaruh besar di kota.


Alicia berjalan menuju kantin seorang diri. Setiap jam makan siang, dirinya tidak pernah membawa teman jika akan pergi ke kantin.


Di tengah perjalanannya menuju lantai dua, Alicia tak sengaja bertemu langsung dengan Cellyn. Wanita itu menunjukkan ekspresi wajah yang tak seperti biasanya.


"Apa aku boleh ikut?" tanya Cellyn ketus. Entah masalah apa yang ia alami, membuat cara berbicaranya berubah seratus delapan puluh derajat.


"Aku tidak ingin makan berasama siapapun, mengerti?"


Alicia berjalan cepat hingga membuat Cellyn tertinggal jauh di belakang. Wanita itu juga mengubah jalur tujuan awalnya yang ingin pergi ke kantin. Dia memutuskan untuk kembali saja ke meja kerjanya daripada harus diikuti oleh Cellyn.


"Haruskah aku bahagia?" gumam Alicia dengan langkah kakinya yang terus berjalan hingga tiba di ruangan tujuan.


Alicia duduk di kursi kerja miliknya. Dengan cepat, ia membuka layar komputer untuk melihat sejauh apa kondisi Zean saat ini.


Flashback on~


Beberapa hari yang lalu, ketika Alicia memasuki ruangan Zean untuk yang pertama kali. Sebelum berangkat ke perusahaan, dirinya sudah menyiapkan sebuah pulpen yang dipesan khusus dari Amerika.


Pulpen canggih dengan sebuah alat pendengar suara serta gambar orang yang tengah memegangnya. Itu semua telah ia pesan dan dibayar dengan harga tinggi.


Ketika masuk ke dalam ruangan Zean, Alicia memanfaatkan kesempatan dimana kala itu Zean tampak lalai. Alicia mengambil pulpen asli miliknya, dan meletakkan pulpen canggih di lantai.


"Tuan, pulpen anda terjatuh," ucapnya seraya menunjuk sebuah pulpen yang tergeletak di lantai.


Zean lantas meraih pulpen tersebut tanpa curiga. Padahal sebelumnya, ia baru saja meletakkan pulpen yang asli di atas meja.


Sejak hari itu, Alicia jadi bisa mendengar setiap rencana Zean dengan pergerakannya. Namun jika pulpen tersebut tidak ada dalam genggaman si pemilik, sudah tentu tidak akan berfungsi lagi.


Flashback off~

__ADS_1


Waktu yang telah menunjukkan pukul 18.00 tepat di kota Hollwof, membuat Alicia yang sudah usai mengerjakan tugas perusahaan langsung masuk ke dalam mobil taxi.


Tak lama setelah menaiki taxi tersebut, ia melihat sebuah toko kue yang baru saja dilewati. Alicia lantas meminta sang sopir untuk menghentikan laju mobilnya.


Wanita itu memasuki toko kue. Nampaknya dia tengah memilih beberapa kue yang cocok untuk dibawa.


"Yang ini … berapa harganya?" tanya Alicia seraya menunjuk sebuah kue berwarna coklat.


"Harganya $X," balas si kasir toko.


Alicia pun memberikan uang sejumlah yang baru saja dikatakan oleh wanita di depannya. Dia membawa kotak berisi kue ke dalam mobil, dan mobil taxi itu langsung melaju dengan menggunakan kecepatan sedang.


Sekitar dua puluh menit berada di perjalanan, Alicia akhirnya tiba di tempat tujuan. Halaman rumah sakit yang begitu luas dipenuhi dengan banyaknya orang, membuat mata terasa sakit.


Alicia perlahan menginjakkan kaki di lantai dasar. Langkahnya terseret mendekati seorang suster.


"Permisi, aku ingin bertanya … dimana ruangan tuan Zean?" tanya Alicia pada suster itu.


"Sebentar, biar saya periksa."


Setelah beberapa saat, suster pun memberitahu dimana letak ruangan Zean.


Kini Alicia bisa melihat dua orang wanita tengah duduk di kursi tunggu. Tentu karena sedang menanti kabar baik mengenai Zean yang masih dirawat.


"Selamat malam Bu Mira, Hanny … " sapa Alicia, ia mengayunkan sebelah tangannya ke atas.


Reflek dua orang itu langsung menoleh ke arahnya secara bersamaan. Rasa senang seketika terisi dalam benak Mira mengetahui bahwa Alicia datang untuk mengunjungi Zean.


Namun tidak dengan Hanny yang justru merasa jengkel. Dia masih terbayang dengan sosok Alicia yang dikira merebut sang kekasih darinya.


"Ada apa kau kemari?" tanya Hanny ketus. Perlahan kakinya mulai berjalan menghampiri wanita itu.


"Hanny, jangan seperti itu. Kau pasti akan menjenguk Zean, kan?" timpal Mira. Dia juga ikut menghampiri Alicia.


"Benar, aku membawa kue ini untuknya."


Bersambung ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ


__ADS_2