
Happy Reading🐭
Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨
〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎
Jalanan kota tampak sepi dari kendaraan. Bahkan lampu-lampu di setiap gedung mulai padam. Tak ada suara bising seperti siang hari. Hanya ada gedung club malam yang masih ramai dengan para pengunjung setia.
Sebuah mobil taxi berhenti tepat di halaman rumah sakit. Seorang wanita turun dari mobil taxi tersebut lalu berjalan pelan memasuki gedung rumah sakit.
Setelah berjalan beberapa langkah, ia akhirnya tiba di lantai yang tedapat ruang rawat sang anak. Sebelum memasuki ruangan itu, Mira sempat melihat Alicia bersama Darren tengah duduk di kursi tunggu.
Tentu saja Mira mengenal sosok Darren, pria yang sudah bekerja selama hampir lima tahun bersama Zean anaknya.
"Kenapa diluar? Apakah Zean sudah sadar?" tanya Mira tidak sabar. Namun wajahnya justru malah menunjukkan rasa senang sebelum mendapat jawaban dari dua orang di depannya.
"Dia … sudah sadar," balas Darren pelan, lalu membungkukkan badannya sebagai rasa hormat pada ibu dari sang tuan.
"Eh? Dimana Hanny? Bukankah tadi bersamamu?" tanya Mira lagi, tapi pertanyaan itu lebih tertuju pada Alicia.
"Mmmm, dia … bisa tanyakan saja pada Zean."
Mira terdiam bingung, karena terlalu penasaran Mira lantas memasuki ruang rawat anaknya. Dia melihat sosok Zean tengah menatap atap-atap ruangan dengan raut wajah cemberut.
Begitu melihat seorang wanita yang tentu adalah ibunya, Zean langsung bahagia menatap wanita itu. Senyum lebar seketika terukir dari wajah tampan yang ia miliki.
"Ibu, darimana saja?" tanya Zean seraya bangkit dari baringan.
"Ibu ada sedikit urusan tadi. Dimana Hanny?" balasnya sekaligus bertanya.
Mendengar nama Hanny, Zean menjadi kesal. Dia memandang tempat lain tak mau memandang sosok ibu di sebelahnya.
"Apa sih yang sebenarnya terjadi?" tanya Mira lagi. Rasa penasaran tak kunjung hilang dalam benaknya.
"Bisakah keluar? Aku tidak ingin diganggu siapapun lagi. Dan tolong panggilkan Darren," pinta Zean. Tangannya mempersilahkan Mira untuk segera keluar dari ruangan tersebut.
Kebiasaan Zean adalah suka memerintah ibunya bahkan sejak sang ayah masih hidup mendampingi mereka. Dan lagi Mira juga selalu menuruti permintaan Zean, jika tidak hatinya akan terasa berat apalagi saat memarahi anaknya.
__ADS_1
Setelah berada di luar ruangan, Mira langsung meminta Darren untuk masuk menemui Zean. Karena penasaran dengan keberadaan Hanny sekarang ini membuatnya berniat untuk menanyakan hal itu pada Alicia.
Namun sayang, wanita itu juga ternyata sudah pergi entah kemana. Yah, mau bagaimana lagi. Dia terpaksa menahan rasa penasaran yang mengganjal di dalam benak.
...----------------...
Di sebuah jembatan, terlihat seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam mobil. Ia perlahan mendekati dua orang pria yang berdiri di sisi jembatan tersebut.
Jika mengingat malam saat dirinya hendak dibunuh oleh Zean, rasanya sakit dan ingin segera kabur. Jika saja bukan karena urusan penting Alicia sendiri tidak ingin ke tempat itu lagi.
"Selamat malam, Tuan Felipe," sapa Alicia seraya membungkukkan badannya.
Mungkin dimata Alicia pria bernama Felipe adalah sosok yang paling terhormat. Pria dengan aset kekayaan lebih dari satu miliyar dollar bukanlah tandingannya.
"Malam juga, Alicia," sahut Felipe. Ia juga tak kalah hormatnya karena ikut membungkuk.
"Kenapa dia menghormati ku?" gumam Alicia penuh rasa penasaran.
"Robin, apa semua berjalan lancar?" tanya Alicia menatap wajah pria yang berdiri di balik tubuh Felipe.
Pria berbadan kekar dengan sebuah jas berwarna abu-abu yang dikenakan membuat Alicia terpana dengan ketampanan yang ia miliki.
Flashback on~
Beberapa hari lalu, ketika Alicia tengah sibuk menatap layar komputer di apartemen tempat tinggalnya. Dia mendengarkan suara wanita yang tak lain adalah wanita incarannya, Mira.
Karena sempat memasang alat penyadap pada ponsel wanita itu saat pertemuan antar keduanya membuat Alicia semakin mudah dalam mengetahui gerak-gerik Mira.
Mendengar kalau Mira ingin mencari tahu mengenai identitas Alicia, ia lantas meminta Robin untuk ikut merancang rencana.
Robin si pemilik otak genius langsung memberitahu pada wanita itu kalau dia harus membuat identitas palsu sesuai keinginannya.
Tanpa banyak berpikir Alicia pun membuat identitas dirinya sendiri dengan asal, dan tentu akan membuat siapa saja orang yang membaca pasti akan kagum.
Usai membuat identitas, Alicia langsung menyerahkan pada Robin karena pria itu yang akan melanjutkan rencana berikutnya.
Hari itu juga di saat Alicia telah berangkat ke perusahaan Robin juga pergi ke perusahaan RAC Grup. Dia meminta bantuan pada Felipe agar dia melakukan penyamaran menjadi seorang mata-mata.
__ADS_1
Meskipun tidak berani melakukannya, bagaimanapun juga Felipe harus menuruti perintah dari Robin.
Felipe langsung merancang rencana dan sempat bersekongkol dengan pria misterius, pria yang benar-benar seorang mata-mata.
Dan di saat yang tepat ketika Mira menghubungi anggota mata-mata ilegal, Felipe lah yang bertugas dan datang ke kediaman Adalrich tadi pagi.
Ia mendapat permintaan dari Mira untuk menguak seluruh identitas Alicia Lynn Nicolle. Dari mulai asal kelahiran sampai kebiasaan hidupnya.
Karena tugas yang diberikan oleh Mira adalah tugas yang sulit, Felipe pun jadi meminta bayaran yang sepadan sesuai tugas mata-mata.
Dia dibayar dengan ribuan dollar hanya dengan memberikan identitas Alicia yang benar-benar sudah dipalsukan oleh Alicia sendiri.
Mira tidak tau kalau seluruh informasi mengenai wanita itu adalah informasi buatan saja. Tidak ada benarnya satu persen pun.
Flashback off~
"Baguslah, apa sebentar lagi Mira akan mengangkat ku menjadi calon istri Zean?" ucapnya pelan pada Robin, dia tidak ingin jika Felipe tuan dari pria di sebelahnya mengetahui seluruh rencana yang dibuat.
Alicia sendiri masih tidak sadar kalau sebenarnya Robin telah memberitahu seluruh keinginan hingga permintaannya pada Felipe.
"Apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Robin tidak sabar.
Waktu yang dihabiskan sejak tadi pagi benar-benar membuatnya kelelahan.
"Bagaimana jika kita dinner bersama? Kebetulan ada Tuan Felipe," saran Alicia menunjuk pria itu.
Melihat ekspresi wajah Robin yang nampaknya kesal, Felipe dengan cepat menolak ajakan Alicia.
"Ma– maaf, tapi saya sibuk. Mungkin lain kali saja," sahut nya gugup.
"Ah, sayang sekali. Padahal saya berharap bisa dinner bersama anda," kata Alicia menunjukkan wajah murung.
"Tenang saja, lain kali saya pasti bisa dinner bersama Nona Alicia yang cantik ini."
"Felipe adalah pria yang gila wanita, jangan terlalu dekat dengannya," lontar Robin, terdengar jelas di telinga dua orang sekaligus.
Kontan Alicia terkejut dan menjadi tidak enak karena Robin berani berkata hal yang tidak pantas, apalagi berada di dekat Felipe si bos besar perusahaan RAC Grup.
__ADS_1
Bersambung ...
Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ