
Happy Reading🐭
Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨
〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎
Angin berhembus kencang menerbangkan debu serta dedaunan. Suhu udara semakin dingin dengan seiring berjalannya malam yang semakin larut.
Hampir satu jam berada di perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di tempat tujuan. Karena lalu lintas yang sempat padat akibat banyaknya kendaraan membuat mereka sedikit terlambat tiba di rumah sakit.
Alicia bersama Hanny langsung berlari memasuki ruangan Zean. Pria itu tampak menatap kedatangan dua wanita yang baru saja masuk. Namun tatapan kejam lebih tertuju pada Hanny.
"Sayang!! Akhirnya kau bangun!!" lontar Hanny seraya memeluk tubuh Zean dengan erat sampai membuatnya sulit untuk bernafas.
Namun tak lama setelah Hanny memeluknya, Zean langsung menangkis tangan wanita itu. Kini tiga orang di dalam satu ruangan tampak saling terdiam memandang satu sama lain.
"Ka– kau, ada apa denganmu, sayang? Apa kau tidak senang aku datang kemari?" tanya Hanny pelan.
Situasai semakin mencekam setelah seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut. Pria yang akan menjenguk keadaan tuan si pemilik perusahaan besar.
"Darren, ayo kita keluar saja," ajak Alicia langsung menarik lengan pria itu dan membawanya keluar dari dalam ruangan.
Dan yang tersisa hanya sepasang kekasih di dalam sana. Si wanita terus melontarkan pertanyaan hingga membuat kepala Zean seakan hampir meledak.
"Jika bukan karenamu, aku tidak akan sampai seperti ini, bodoh!!!" teriak Zean seraya bangkit dari ranjang. Dia mendorong tubuh kekasihnya hingga terkapar di lantai.
Wanita itu pingsan sesaat didorong. Kepalanya terbentur keras mengenai lantai hingga mengeluarkan sedikit darah.
Mendengar ada suara keributan, Darren bersama Alicia bergegas masuk kembali ke dalam ruangan tersebut. Situasi yang sudah kacau dengan adanya sosok Hanny terkapar membuat Alicia reflek berteriak.
"Kecilkan suaramu, Nona," ucap Darren, tanpa sadar ia menutup bibir wanita itu menggunakan tangannya.
"Biar aku panggil dokter," kata Alicia.
Dia berlari menuju sebuah ruangan yang terdapat seorang dokter satu paket dengan susternya. Tidak perlu berlama-lama, kini Alicia tiba kembali di dalam ruangan membawa seorang dokter dan suster tadi.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya sang dokter panik.
__ADS_1
"Tolong bawa dia saja, tidak perlu alasan bukan?" sela Darren menunjuk sosok Hanny yang sudah tak sadarkan diri.
Begitu si suster keluar untuk memanggil suster lainnya, datanglah beberapa kawanan suster membawa sebuah kasur dorong. Darren mengangkat tubuh Hanny ke atas kasur tersebut. Lantas Hanny dilarikan menuju ruangan lain untuk ditangani.
"Tuan Zean, jangan emosi … memangnya apa yang telah terjadi?" tanya Darren sekaligus berusaha untuk menenangkan tuannya.
"Ini bukan urusanmu. Kalian bisa keluar, aku ingin menenangkan diri," pinta Zean ketus. Wajahnya terlihat suram dipenuhi emosi hanya karena kesalahan satu orang.
Darren bersama Alicia pun keluar. Keduanya duduk saling bersebelahan di sebuah kursi tunggu yang terletak tepat di depan ruangan.
Flashback on~
Alicia melanjutkan turun dari tangga hingga akhirnya tiba di lantai dasar. Matanya berkeliaran menatap sekeliling, namun yang didapat hanyalah dedaunan serta pasir-pasir yang berhamburan.
Masih ditempat yang sama, Alicia tiba-tiba mendapat panggilan anonymous lantas mengangkatnya. Dia mendengar suara berat seorang pria dari dalam telepon.
"Selamat pagi, bisa tolong Nona menemui saya di sebelah gedung perusahaan untuk menerima paket," ucap pria tersebut.
"Tapi aku tidak memesan apapun?" balas Alicia heran.
"Ini titipan dari seseorang."
Ia menatap ke arah sesuai yang dikatakan oleh pria itu. Dan apa yang dilihatnya benar-benar membuat Alicia syok. Seorang pria berbadan besar dan berotot tampak sedikit terlihat duduk di sebelah bangunan perusahaan.
Tapi jika diperhatikan lebih jelas pria itu tidak hanya sendirian berada di sana, melainkan bersama kawanan pria berbadan besar lainnya. Dan tidak hanya mereka, Alicia sendiri melihat sosok wanita yang sudah pasti adalah dalang dalam rencana, Hanny.
"Kau … ingin menjebak ku? Oke, akan aku buktikan kalau aku tidak akan menjadi korbannya," gumam Alicia dengan wajah menyeringai lebar.
Melihat sebuah mobil milik Darren berhenti di halaman perusahaan, Alicia lantas mengambil kesempatan itu. Dia berlari ke arah sang tuan yang baru saja keluar dari dalam mobil.
Alicia berbohong kalau ada seseorang yang melambai ke arahnya dan meminta Zean untuk pergi ke sebelah bangunan tersebut.
Tidak ingin melihat apa yang akan terjadi, dia bersama Darren pun masuk ke dalam perusahaan. Alicia juga tidak ingin dimintai tolong jika hal buruk menimpa si mantan suami.
Flashback off~
Di sebuah tempat, terlihat seorang wanita berwajah muda tampak menanti kedatangan seseorang. Matanya beberapa kali memandang ke arah kanan, dimana terletak sebuah pintu utama menuju Green Argo.
__ADS_1
Cukup lama ia menanti, seorang pria berpakaian serba hitam akhirnya datang dari arah selatan dengan langkah kaki yang semakin mendekat ke tempat Mira.
"Apa kau sudah mendapat informasi itu?" tanya Mira pelan, dia tidak ingin seseorang mengetahui apa yang sedang dibicarakan nya bersama pria itu sekarang.
"Ini, berapa taruhan mu untuk membayarnya? Aku sudah bersusah payah demi mendapat informasi mengenai wanita itu," ujarnya menaikkan nada bicara.
"Tenang, aku juga sudah menyiapkan uang untuk membayar mu."
Mira mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari dalam tas miliknya. Yah, lembaran uang menumpuk banyak di dalam amplop tersebut.
Dia menyerahkannya pada pria itu, lalu si pria juga menyerahkan kertas berisi informasi mengenai identitas Alicia pada Mira.
Usai mendapat apa yang diinginkan, si pria bergegas angkat kaki dan perlahan mendekati mobilnya yang terparkir di tepi jalan.
"Apa kau berhasil, Felipe?" tanya seorang pria yang tengah mengemudi mobil tersebut.
"Tentu saja."
Ternyata pria berpakaian serba hitam tadi adalah Felipe. Sedangkan pria yang mengemudi mobil tak lain adalah Robin.
Dua orang itu tampak tersenyum puas lantaran berhasil mengambil kesempatan untuk memanfaatkan Mira ibu dari Zean, mantan suami Alicia.
"Balas dendam tidak harus dari tangan Alicia sendiri, kan?" ucapnya diiringi senyum menyeringai.
Mobil mulai melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga halaman Green Argo saja sudah tidak terlihat dalam pandangan mata.
......................
"Akhirnya, aku bisa mendapatkan informasi meskipun secara ilegal. Alicia … dia itu wanita yang bagaimana sih? Aku penasaran sekali dengan latar belakangnya. Jika dia adalah wanita yang baik, aku sudah pasti akan mendukung Zean untuk menikah dengan Alicia saja!"
Mira membuka lembaran pertama dari banyaknya lembaran mengenai informasi identitas Alicia.
Di halaman pertama, Mira mendapat sebuah tanggal lahir serta asal kelahiran dan latar belakang keluarganya.
Seorang anak berdarah Amerika China yang berasal dari keluarga konglomerat. Lahir pada tanggal xx bulan xx tahun xx. Dia ahli dalam segala bidang menuruni kepribadian ibunya yang berasal dari Amerika.
Bersambung ...
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ