Bara Queen

Bara Queen
11. Khawatir


__ADS_3

Queen.....


Gilang segera merengkuh tubuh Queen, ekspresi nya begitu sangat khawatir, apalagi dia merasakan tubuh Queen dingin dan pucat. Gilang diikuti digta menuju mobil dan mengarahkan mobil ke kediaman gilang, setelah tiba tidak lama dokter Rasya juga tiba di kediaman gilang yang sebelumnya sudah dihubungi sewaktu perjalanan pulang.


Gilang membawanya ke kamarnya dilantai 3 menggunakan lift yang ada dirumah itu. merebahkan Queen dengan lembut.


semua perhatian Gilang di kantor saat Queen pinsan dan di rumah ini tidak luput dari perhatian digta dan Rasya ,baru kali ini mereka melihat Gilang seperti itu yang biasanya dia sangat cuek,arogan,dan tidak perduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan perempuan ,tapi saat ini sungguh sangat berbeda.


" Rasya apa kamu hanya akan mematung disitu dan membiarkan pasienmu sekarat!!? ucap Gilang dengan penuh penekanan.


Rasya tersadar dan mulai memeriksa...

__ADS_1


hehhhh....Rasya menghela nafas. "Gilang apa nona ini memang punya hobi tidak makan, dia dehidrasi dan kekurangan tenaga serta kecapaian,nnti tanyakan nona ini kapan terakhir dia makan, ini obat dan vitamin yang bisa diberikan setelah makan".


" kalian pulang saja dan kamu digta nanti kirim orang untuk membawakan pakaian wanita lengkap,ucap Gilang dan mereka mengangguk dan berlalu.


tinggal Gilang dan Queen, Gilang masuk kamar mandi membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan kaos abu-abu serta celana panjang berbahan kaos warna hitam, tiba-tiba dia mendengar suara lirih yang tak lain suara queen.


"Bara...jangan pergi bara...hiks..hikssss.. Queen menangis dia kemudian terus menangis sambil memanggil nama baraa...bara...jangan pergi ku mohon ...jangan pergi (masih dalam posisi belum sadar)...entah apa yg dirasakan bara , perasaan nya sakit dia langsung memeluk Queen dengan erat ...lalu membelai lembut rambut Queen dan membisikkan kata ditelinga Queen" aku disini Queen ku,aku disini" lalu mengecup kening Queen, seketika Queen tenang dan tidak mengigau lagi hanya ada bulir air mata jatuh di kedua sudut matax . Bara mencium mata Queen mengusap air mata Queen dengan mencium sudut mata Queen.


" tidak akau tidak boleh lemah , Queen sudah didepan mata dia sudah datang untuk menerima buah dari perbuatan ibunya ke mama" sambil mengepalkan tangannya dia kembali ke tempat tidur ,ditatapnya Queen yang lemah,lalu Gilang berusaha menyadarkan Queen ditepuk tepuknya pipi Queen.


" Queen bangunlah...ayo bangun Queen" perlahan kesadaran Queen kembali dengan lemah berusaha bangkit duduk, Gilang ingin membantu tetapi ditahannya

__ADS_1


"aa..aku ada dimana? hah...pp..pak kenapa bapak ada disini?"


Gilang tidak menyahut dia keluar kamar dan masuk kembali dengan membawa semangkuk bubur ayam yang sudah dipesan digta.


"makan!


" tta..tapi pak (Queen)


" makan! dan habiskan lalu minum vitamin da obat ini" (degan wajah datar Gilang), saat saya masuk makanan ini harus habis"


tapi pak saya tidak....Queen tidak melanjutkan kata-katanya karena tatapan tajam Gilang pada mata Queen.

__ADS_1


selanjutnya Queen memakan bubur ayam tersebut dan meminum vitamin dan obat yang diberikan. setelah itu iya menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur, Queen teringat mimpinya ..." Bara sampai kapan aku menunggu, apa benar kamu sebenarnya sudah meninggal,aku mulai lelah bara aku takut mimpi itu isyarat kamu memang sudah tidak ada. Queen membenamkan kepalanya dikedua lututnya dan terisak tanpa suara hanya bahunya saja yang bergerak, dibalik pintu kamar Gilang mendengar semua kata-kata Queen dia mengintip dan melihat Queen terisak. " ingin sekali memeluk mu Queen, kenapa harus kamu kenapa takdir memilih kamu (batin Gilang berkata) sambil mengepalkan tangannya.


__ADS_2