
Queen berlalu dari kamar nya dan membantu mbok Sumi (ART Gilang untuk urusan dapur ,wanita paru baya umur 47 tahun yang sudah bekerja dengan Gilang 8 tahun) menyiapkan sarapan. hari ini Queen tampak murung tidak bersemangat . mbok Sumi memperhatikan wajah Queen sangat murung sambil menata lauk pauk di piring. " nak ,kok murung? tidak seperti biasanya mba Queen biasanya kan ceria",
" emm...gak ada apa-apa kok mbok cuma tadi pagi saya teringat almarhumah mama saja ".
jangan sedih mba nanti mamanya mba juga sedih di sana ".
" iya mbok sum makasih banyak".
Gilang sudah duduk di meja maka, Queen menata semua makanan di atas meja, menyendokkan nasi dan lauk pauk untuk Gilang, dia sudah hapal betul apa yang di sukai dan tidak disukai Gilang sampai pada porsi takaran nasi untuk Gilang ,biasanya selang seling untuk makan nasi atau roti saat sarapan.
saat Queen selesai dengan semua itu dia hendak beranjak dari meja makan namun langkahnya terhenti dengan teriakan Gilang
"Duduk!!!" Queen menoleh Kiri dan kanan cuma didapati dirinya, dia kemudian menunjuk dirinya sendiri di depan Gilang "maksudnya saya pak"
"menurut mu !!!" dengan tatapan tajam ke Queen.
tanpa banyak bicara Queen langsung duduk berhadapan dengan Gilang.
__ADS_1
"Makan!!" ucap Gilang
" maaf pak sy tidak lapar" balas Queen.
" kamu disini tidak untuk membantah!" ucap Gilang lagi.
Queen dengan nafas berat mengikuti perintah Gilang dan merekapun makan tanpa suara hingga selesai. Queen membereskan piring dan membawa nya ke dapur. Saat kembali Gilang sudah tidak ada ,dia sudah berangkat ke kantor bersama sopir nya.
"mbo sum, saya ke kamar pak Gilang dulu ya membereskan kamarnya"
" iya mba Queen, jangan lupa untuk tidak menyentuh barang-barang pribadi tuan Gilang nanti mba Queen kena marah lagi",ucap mbo sumi.
Gilang sudah tiba di ruangannya, dia langsung mengecek beberapa laporan dari staffnya nya dan menandatangani beberapa dokumen.
Digta masuk keruangan Gilang sambil membawa beberapa berkas kerjasama dengan beberapa perusahaan besar untuk mereka bahas berdua lebih jauh.
Jam 1 siang pekerjaan mereka dan diskusi mereka baru kelar.
__ADS_1
drt..srt...drt..
ponsel Gilang bergetar, Gilang melihat nama tertera di layar, dia membuang nafasnya kasar, sebenarnya dia malas meladeni vivian karena perasaannya terhadap wanita itu hanya sebatas rekan kerja , namun karena tidak mau berlarut-larut akhirnya dia mengangkat nya juga.
" hallo Gilang , tumben lama diangkat? apa merasa terganggu dengan teleponku? "
"Tentu tidak ,hanya saat ini sedang banyak pekerjaan yang kami lagi rampungkan harap Mrs Vivian bisa mengerti" ucap gilang
" ohh..baiklah aku cuma mau menyampaikan aku sedang di restoran tulip dekat kantor kamu , kebetulan tadi ada pertemuan dengan client, aku tunggu yah karena pasti kamu belum makan tadi kan bilang banyak kerjaan", Ucap Vivian.
"Tapi....!!"Tut Tut Tut... belum selesai Gilang berbicara telepon Vivian sudah diputus.
shittt!!! umpat Gilang kesal.
" Digta ikut saya ke restoran Tulip"
"oke siap bos" ,ucap digta.
__ADS_1
Dikediaman Gilang Queen tampak heran dengan kalung hatinya yang dia temukan di kamar Gilang saat membersihkan kamar Gilang tadi pagi. Saat itu Queen tengah membersihkan nakas di kamar Gilang dan menemukan kalungnya disana, dia segera mengambil untuk memastikan kalung itu adalah miliknya ,setelah yakin kalau itu memang miliknya diambil nya kembali dan dipakainya kembali, rencananya sepulang Gilang dari kantor dia akan menanyakan kenapa kalung nya ada sama pak Gilang.