
Queen sudah membereskan barang-barang nya lebih tepatnya hanya pakaian nya saja yang dibawanya dan tak lupa foto ibunya. yang lainnya disimpannya diapartemennya.
hhhmhhh... Queen menarik napas panjang dan menghembuskan kembali dengan berat ,ditatapnya setiap sudut ruangan di apartemennya itu dia tidak menyangka ujung ceritanya seperti ini.
diraihnya telepon genggamnya. " Assalamualaikum paman ,ini Queen ,paman sebelumnya Queen minta maaf kalau selama ini banyak salah sama paman dan keluarga, paman Queen mau pamit mungkin akan lama baru Queen bisa komunikasi lagi "
" mau kemana Queen?"
" maaf paman Queen belum bisa menceritakan , ada hal yang mesti Queen selesaikan dan kemungkinan Queen akan berada lama di luar kota, tolong sampaikan salam Queen dan maaf untuk sementara mungkin Queen belum bisa lagi membantu keuangan Tante"
" apa Queen Tante kamu sering meminta uang ya sama kamu?"
Queen sadar dengan cepat seperti nya paman nya tidak tahu.
"mmm...gak kok paman maksud Queen kalau tiba-tiba Tante butuh tidak setiap saat Queen ada , baik paman sekali lagu terima kasih atas semua kebaikan paman doakan yang terbaik untuk Queen paman"
__ADS_1
" iya nak paman doakan yang terbaik untuk Queen,"
Queen??
"iya paman"
"lupakan lah Bara nak ,tata lah hidup mu cari lah kebahagiaan mu nak"
Queen terdiam sejenak
" Waalaikumsalam nak, ucap paman Queen mengakhiri panggilan"
selanjutnya Queen menuju alamat yang diberikan Digta yang gak lain kediaman gilang.
dia sudah berada di halaman rumah itu dan langsung dipersilahkan masuk dan ditunjukkan kamarnya . Sebelumnya Gilang sudah menghubungi pelayanan dirumah nya akan kedatangan Queen.
__ADS_1
jam 8 malam Gilang belum juga pulang, Queen tidak sabar bertemu untuk menanyakan apa-apa saja yang akan menjadi tugasnya karena seharian ini dia bingung akan tugas-tugasnya karena memang belum disampaikan oleh Gilang ataupun digta.
pukul 10 malam Gilang baru pulang, dia langsung masuk kamar dan ke kamar mandi membersihkan diri ,dia sudah memakai kaos oblong dan celana pendek. penampilannya sangat berbeda kalau dia sedang menggunakan pakaian formal kerjanya.
saat hendak membuka laptop nya diruang kerja di teringat ada Queen dirumah ini dengan segera dia menuju kamar tamu.
ceklekk...
Gilang perlahan membuka pintu kamar tamu, terlihat Queen tengah tertidur ,tampak sekali diwajahnya sangat kelelahan dan banyak pikiran.
ntah sejak kapan wajah gilang sudah sangat dekat dengan wajah Queen. dorongan dari mana dia mengecup lembut kening Queen ,lalu menyingkirkan rambut diwajah Queen dia Tdk bisa menahan lagi kemudian mengecup bibir Queen dengan lembut ********** dengan sangat lembut, Queen bergerak sedikit dan merubah posisi tidurnya wajahnya yang awalnya menyamping sekarang sudah menghadap keatas. Gilang mengecup nya sekali lg namun tidak lama, dia tidak ingin Queen terbangun.
Gilang kemudian melangkah menuju kamarnya sebelumnya dia menutup rapat kembali kamar tamu tempat Queen tertidur dengan pulas. dikamar Gilang senyum-senyum sendiri membayangkan apa yang sudah dilakukannya barusan, sedetik kemudian dia tersadar kembali dengan dendam amarah nya...Aggghhhhh...... kenapa aku...aku tidak boleh mempertahankan perasaan ini ,Queen sama sekali tidak pantas yah...tidak pantas anak pembunuh itu mendapatkan cinta dan perhatianku.
dengan seringai di bibir Gilang "selamat datang Queen dengan kehidupan yang menyakitkan yang akan kuberikan".
__ADS_1
kemudian Gilang merebahkan badannya dan tertidur pulas melupakan pekerjaannya yang sempat direncanakan dikerjanya malam ini.