Bara Queen

Bara Queen
Jawaban yang tak diharapkan


__ADS_3

Gilang lalu menatap lekat mata Queen " kenapa Bete,marah, bosan!!" tanya Gilang pada Queen.


Queen hanya diam sejenak lalu tersenyum manis "tidak kok pak ,pasti pak Gilang lagi banyak kerjaan saya maklum dan tidak apa-apa harus menunggu" ucap Queen sembari tersenyum kembali , walaupun dihatinya lumayan kesal karena dia ingin segera beristirahat.


"ohhh jadi bener kamu gak keberatan yah sudah saya lanjutkan lagi pekerjaan saya yah"ucap gilang lagi.


mm ...mmm..itu pak klu bisa sekarang disampaikan aja pak kenapa bapak manggil saya" sambil tersenyum canggung.


Gilang tersenyum tipis.


"eehemm...begini apa kamu baik-baik saja? jangan geer saya tanya karena saya tidak mau ada masalah dirumah saya"ucapnya.


Alhamdulillah baik pak ,sangat baik ucap Queen sambil tersenyum dan terlihat lebih Semangat.

__ADS_1


" apa kamu memikirkan kalung yg mirip punya kamu itu!!" dengan nada ketus gilang bertanya kembali.


hhhhmm... Queen menghela nafasnya. " tidak sama sekali pak, awalnya ia pak namun saya sadar sepertinya itu petunjuk untuk saya agar tidak melakukan hal bodoh lagi" ucap Queen


Hal bodoh, Apa? bertanya Gilang masih dengan nada acuh dan angkuh.


" iya pak bagaimana tidak bodoh selama ini saya punya sahabat masa remaja, lebih tepatnya kami nantinya akan nikah hehehehe itu impian anak umur 9 tahun ,terus kabarnya sahabat saya meninggal selama ini saya tidak percaya dan menganggap itu bohong sebelum saya melihat jasadnya dikubur di mana dan lagi tidak ada pesan " Queen menjelaskan dengan panjang kali lebar...


" dan saat kemarin bapak tetap menyatakan itu kalung bapak, saya sudah putuskan dan bertekad tidak akan menunggunya lagi dan memang sepertinya ini tanda dia memang sudah tidak ada atau sudah meninggal,saya putuskan untuk bahagia dengan cara saya pak". Queen menutup ceritanya dengan senyuman yang sangat manis untuk Gilang.


sungguh jawaban yang tidak diharapkan oleh Gilang, ntah kenapa dia kecewa dan sedih mendapati kenyataan saat ini Queen memilih berdamai dengan hatinya dan memutuskan tidak mengharapkan temannya itu lagi. untuk memastikan kembali Gilang bertanya " boleh tahu namanya?"


"Bara pak, ya namanya Bara bintang ocean pak"

__ADS_1


"maaf pak ,apa saya sudah bisa balik ke kamar? saya ngantuk sekali pak"


"oke ,kamu bisa balik" ucap Gilang.


Queen pun berlalu dari situ ,belum juga Queen membuka pintu suara gilang menghentikan nya, "Apa sedikitpun kamu tidak mengharapkannya lg, maksudku temanmu itu si Bara?"


"saya tidak tahu pak ,yang saya rasakan saat ini dia seakan meminta saya berhenti berharap"ucap Queen lalu keluar dari ruang kerja Gilang.


Gilang sudah berada di atas tempat tidurnya , sambil berbaring menatap langit-langit kamar nya, semua terekam dalam kepalanya semua pembicaraannya dengan Queen tadi kembali dia putar dalam memori nya.


"Queen mengapa takdir kita seperti ini? mengapa raga kita dekat tetapi Semakin sulit kamu kuraih, kamu berhenti berharap, untuk bahagia ? cihh...jangan harap kamu Queen" dengan senyum yang sulit diartikan membawa Gilang dalam lelapnya tidurnya.


"Queen kenapa kamu menangis?" tiba-tiba queen berbalik ke Gilang dengan sebilah pisau segera Queen berlari ke arah Gilang dan memegang tangan Gilang erat dan menancapkan pisau itu ke jantung Queen dengan dalam, darah segar mengalir dari dada Queen... Queen tak mengatakan apa-apa dia hanya menangis dan tersenyum pada Gilang "

__ADS_1


Gilang tidak percaya apa yang baru terjadi dia menangis sejadi-jadinya dan menciumi wajah Queen yang makin pucat lalu kini mata Queen terpejam.


Queennnn....Arghhhh....Quennn ...Gilang langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah, wajahnya penuh peluh...dia mengusap wajahnya dan mengambil air di nakas ,lalu berusaha untuk terpejam kembali.


__ADS_2