
Gilang dan digta tiba di restoran tulip, tampak Vivian sudah menunggu.
" hi..Gilang Digta mau pesan apa?
"Sher Wagyu tenderloin, ucap digta.
" aku samain aja dengan digta dan minumnya mineral water aja" ucap Gilang.
kamu digta? " aku jus melon aja"
Vivian lalu memesan menu tersebut dan beberapa lagi menu pendamping.
beberapa menit menu pesanan sudah terhidang semua, mereka langsung menyantap dengan sesekali perbincangan ringan seputar proyek di Batam. Usai makan siang Gilang pamit ke Vivian.
" kami balik duluan ya, masih ada beberapa proyek yang harus aku pelajari sama digta"
__ADS_1
" Boleh aku ikut ke kantor mu Gilang ?yah sekedar melihat langsung kantor rekan bisnis ku", ucap Vivian sambil tersenyum manis ke Gilang.
sebenarnya Gilang keberatan namun ,dia harus profesional bagaimanapun perusahaan orang tua Vivian sekarang sudah bekerjasama dengan perusahaannya.
tanpa basa basi Vivian langsung masuk ke mobil Gilang duduk disamping Gilang dan menghubungi sopirnya untuk balik duluan ke kantor Vivian. Dalam hati Vivian sudah merencanakan akan minta tolong diantar pulang Gilang.
di kamar Queen ,dia terus berpikir kenapa kalungnya bisa ada dikamar Gilang, kemudian dia mengambil kalung satunya lagi yg ada di dalam tasnya kalung dengan bandul hitam dan ada foto Gilang. 2 kalung itu sangat berarti untuk Queen. kalung hati adalah kalung yang dibelikan oleh bara sedangkan kalung bandul hitam adalah kalung mamanya Queen yang dia sisipkan foto Bara yang dia minta sama bara ,ya...phas photo Uk 2x3 yang sudah digunting sedemikian rupa hingga muat dalam bandul kalung mamanya.
di Kantor SF Group
tepat pukul 6 sore segala aktivitas mereka dikantor telah rampung, Vivian sebenarnya sangat bosan di kantor itu namun tekadnya yang bulat untuk memenangkan hati Gilang membuatnya bertahan.
"Gilang boleh aku minta tolong antarkan aku pulang gak?" sambil menatap manja ke Gilang.
" wah Vi' bisa sama digta gak? aku ada urusan sedikit diluar, ucapnya.
__ADS_1
"ck..kamu yah gak kasian apa aku disini nungguin lama, kan cuma nganter aja setelahnya kamu kan bisa lanjutin urusanmu itu, ucap Vivian kesal.
dalam hati Gilang berkata "siapa juga suruh nunggu disini hedeehhh...".
akhirnya Gilang menyanggupi untuk mengantarkan Vivian pulang.
Vivian sdh tiba di depan rumahnya nya, dia mencoba membuka seatbelt dan sengaja memperlambat seakan-akan seatbelt tersebut macet. Akhirnya Gilang yang melihat hal itu dengan tatapan malas membantu membuka seatbelt tersebut namun dengan posisi nya yang begitu dekat dengan Vivian tanpa sadar dimanfaatkan oleh Vivian untuk mencium bibir Gilang, Gilang begitu kaget bersamaan dengan terbukanya seatbelt tersebut.
"Vivian apa yang kamu lakukan!!!" dengan amarahnya Gilang membentak Vivian, dia sangat tidak suka diperlakukan seperti itu.
" KALAU KAMU TIDAK BISA JAGA SIKAP DAN BERSIKAP MURAHAN SEPERTI YANG KAMU LAKUKAN BARUSAN , ANGGAP KITA TIDAK KENAL DAN JANGAN JADIKAN KERJA SAMA KITA SEBAGAI TAMENG BUAT KAMU KARENA SEDIKITPUN AKU TIDAK TAKUT UNTUK MENGAKHIRI KERJA SAMA KITA!!"
Vivian sangat kaget dengan sikap Gilang,dia pikir Gilang justru akan senang dengan dia menggodanya seperti itu, dengan mata berkaca-kaca menahan air matanya dia meminta maaf ke Gilang,
"maafkan aku Gilang ,aku sadar ini salah aku hanya khilaf aku tidak bisa membendung perasaan ini,mohon maafkan aku Gilang"
__ADS_1
" sudahlah kali ini aku maafkan , turunlah!!" ucap Gilang tanpa menoleh kearah Vivian. Vivianpun turun dengan berat hati dari mobil Gilang. Selanjutnya Gilang berlalu dari sana dengan memacu kencang mobilnya karena masih terbawa amarahnya.