Bara Queen

Bara Queen
16. Jadikan dia art ku


__ADS_3

Queen telah membereskan semua piring kotor dan makanan yang masih ada yah walau tinggal sedikit karena 2 laki-laki tadi seperti terhipnotis untuk menghabiskan sangking enaknya masakan Queen, dia lalu ke meja tamu bertemu Gilang Dan digta yang sudah lebih dulu berada disana.


" maaf pak digta Dan bos Gilang boleh saya menyampaikan sesuatu? sebelum saya meninggalkan apartemen ini,


"Katakan!!" ucap Gilang


" pertama . sy promosi atas kinerja saya terhadap perusahaan di cabang pembantu, selanjutnya yah seperti bapak tahu akibat saya teledor manabrak bos saya dipecat dan berujung jadi sekretaris"


"kedua . sikap bos kepada saya yang menurut saya bos melecehkan saya dan bahkan memecat saya, salah saya apa?"


"ketiga. hari ini tiba-tiba bos datang dan mengusir saya dari sini"


dari semua yang saya sampaikan bos ,saya cuma mau bilang sedikit pun saya tidak dendam saya pun sudah memaafkan ,tetapi bisakah bos melepaskan saya dan tidak mengganggu kehidupan saya lg ,sy sdh tidak punya orang tua dan saya hanya punya paman dan saya harus bekerja untuk membantu keluarga mereka".


kemudian Queen terdiam sempat hening. Digta merasa kasian dengan ap yang diutarakan Queen sejujurnya dia merasa Queen tidak pantas mendapatkan ini semua.


"Sudah tidak ada yang mau kamu sampaikan?" ucap Gilang sambil menatap tajam Queen.

__ADS_1


i..iya bos tidak ada.


Gilang berdiri, hhmhhh dia menarik napas kemudian beranjak pergi namun sebelum langkahnya benar-benar keluar dari pintu apartemen dia berhenti dan berkata


" digta suruh dia ke rumah saya sekarang!! jadikan dia art ku, pastikan dia mendekam di penjara atau markas kita kalau sampai saya pulang dia tidak ada dirumah saya!"


" maaf Bu Queen anda dengar sendiri harap tidak mempersulit saya" saya tunggu disini .


Queen tidak berkata-kata dia langsung menuju kamarnya mengunci dan terduduk menangis...kenapa aku harus bertemu dengan orang jahat seperti itu,Queen berkata pelan pada dirinya sendiri. diambilnya foto ibu nya yang sedang berangkulan dengan seorang wanita yang diketahui sebagai sahabat ibu nya, dia menangis pilu sambil memeluk foto ibunya. setelah dirasa tenang Queen keluar kamar dengan mata sembab,


digta yang melihat mata sembab Queen meyakini perempuan dihadapannya ini habis menangis dan dia percaya Queen akan menepati janji ,maka dikirimkan nya alamat ke ponsel Queen Dan berlalu dari apartemen itu.


"hari ini hari istimewa bagi kamu Queen karena mengingat ulang tahun ku, namun hari ini aku justru menorehkan luka di hatimu,ingin rasanya memelukmu lagi tapi.."


Gilang menepi dijalan sunyi " Aghhhhhh...Gilang memukul stir mobilnya dia begitu frustasi ,kenapa kenapa kamu anak perempuan brengsek itu hah..kenapa !!! kemudian dia membenamkan wajahnya ke stir yang dipegangnya ,kemudian memutuskan segera ke kantor dengan pikiran yang berkecamuk Dan hatinya yang sakit.


tidak lama tibanya Gilang, Digta datang.

__ADS_1


" bagaimana digta sudah kamu bereskan yang kuperintahkan?"


digta menarik napasnya, dia akan kesana,ucapnya. "maksudmu kamu tidak mengantarkan nya kerumahku? hah!"


"Bara dia akan datang ...aku seperti orang yang sangat jahat , kalau kamu ada disana kamu akan lihat bagaimana dia terluka walaupun dia tidak mengatakannya,ucap digta.


cihhhh.. lancang kamu digta ,ucap Gilang dengan tatapan membunuh nya dia berdiri menghampiri digta .


Bugghhh....


satu pukulan melayang diwajah digta bibirnya mengeluarkan darah..


" maaf tuan"


KELUAR!!! bentak Gilang.


digta keluar sedikitpun dia tidak marah dengan bos nya itu, dia sudah paham betul Gilang. digta sudah paham bosnya butuh sendiri.

__ADS_1


__ADS_2