
Bara masuk ke kamar nya mendapati Queen masih membenamkan kepalanya di lututnya nya sambil terisak.
ehm...ehm.. Gilang sengaja berdehem memberi kode kalau dia ada di dalam, Queen langsung mengangkat wajahnya dan kaget kemudian menghapus cepat air matax.
" kamu sudah lebih baik? dijawab anggukan oleh Queen.
" pak kenapa bapak membawa saya kesini pak? apa saya sudah bisa pulang ?
" siapa yang suruh kamu pingsan dihadapan saya dan digta!" dengan tatapan dingin nya.
" saya minta maaf sudah merepotkan, sebaiknya saya pulang pak ini sudah larut" sambil Queen beranjak dari tempat tidur namun karena kondisinya belum stabil dia hampir saja jatuh, Gilang yang melihat itu segera berlari menangkap tubuh Queen,Queen sangat kaget dia mengeratkan pegangannya di baju Gilang. Jarak mereka sangat dekat dan pandangan mata mereka saling bertemu. Beberapa saat mereka larut akan situasi tersebut dan tidak lama mereka tersadar,Gilang mendudukkan Queen ke tempat tidur.
__ADS_1
" Kau ini ceroboh dan keras kepala!! belum pulih sudah memaksakan diri, malam ini tidur disini!!!" bentak Gilang,lalu pergi meninggalkan Queen. Queen yang masih shock langsung merebahkan diri dan akhirnya terlelap.
diruangan lain Gilang belum dapat memejamkan matax, waktu sudah menunjukkan jam 12 malam. Gilang larut dalam pikirannya, bagaimana memulai membalas dendam meningganya mamanya , bagaimana membuat Queen yang merasakan pembalasan itu, "aaghhhh....Gilang mengusap kasar wajahnya.. beranjak dari tempat tidur lalu bersandar pada tembok balkon ,dipejamkan matax tiba-tiba dia berteriak sambil meninju tembok dengan tangannya "Queen... Queen.....akhhhhgh....kenapa tuhan.....(darah segar sudah mengalir di tangan Gilang) lalu dia tersungkur hiks...hiks... Queen aku sakkitt... Queen kenapa harus kamu yang lahir dari seorang perempuan yang kejam,yang tidak punya hati. tp aku harus membalaskan kamu harus yang merasakan ini semua karena kamu anak Ajeng br*ngs*k itu..
pukul 2 pagi Gilang baru bisa tidur, setelah mendapatkan cara untuk menyakiti Queen. dipaksakannya hatinya untuk menutupi rasa sayang dan cintanya kepada Queen.
Queen sebenarnya belum terlalu pulih namun dia tetap memaksakan diri untuk masuk kantor karena dia tidak bisa membayangkan berlama-lama dirumah Gilang dia sangat tidak nyaman. dia memakai baju yang sudah diantar pelayan subuh tadi yang merupakan pesanan Gilang.
"Apa kamu sudah lebih baik?" tanya Gilang. Queen sangat kaget mendapati pertanyaan yang lemah lembut dari bibir Gilang.
" emm... Alhamdulillah sudah lebih baik pak".
__ADS_1
" kita sarapan dulu, ucap Gilang".
queen mengikuti Gilang dari belakang, mereka makan tanpa suara, terasa sangat canggung. Gilang memecah kesunyian dengan bertanya" apa kamu punya saudara Dan orang tua kamu dimana?" tanpa melihat Queen.
"tidak pak, orang tua saya juga sudah meninggal sejak saya umur 5 tahun".
"apa kamu mengenali mereka?"
tidak pak saya tidak mengenali hanya yang saya tahu ayah saya orang yang bijaksana, dan ibu saya orang yang cantik dan lembut"
Gilang yang mendengar itu menggenggam erat sendoknya, dia sangat emosi mendengar dari mulut Queen Tetang ibunya. Gilang membanting sendoknya diatas piring lalu berdiri," berangkat!!!" Queen langsung menghentikan makannya dan segera berlari menyusul Gilang.
__ADS_1
Dalam mobil mereka hanya diam,sesekali Queen melirik bos nya itu. " Dia kenapa mood nya berubah-ubah", bathin Queen.