
Queen berlari keluar gedung sambil sesekali mengusap air matanya yang terus mengalir dia berlari dan berhenti disebuah taman tidak jauh dari gadung Kantor. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya bahunya saja yang terlihat bergoyang karena isakan tangisnya. dia kesal ,capek ,marah semua campur aduk dirasakannya.
"dasar bos aneh, seenaknya saja menindas orang mentang-mentang dia berkuasa, awas saja kalau Bara datang akan kulaporkan entah apa yang akan bara lakukan untukmu bos aneh,bos aneh ,dasar bos anehhh!!!!" Queen berteriak dengan keras.
30 menit berlalu Queen memutuskan balik ke kantor untuk mengambil tas dan handphone nya dan sudah memutuskan akan meninggalkan kantor itu dan mencari pekerjaan lain diluar , Queen percaya dengan kemampuannya di bagian keuangan dia akan cepat mendapatkan pekerjaan.
dia sudah sampai di lantai 20, dia berdiri depan pintu ruangan Gilang dia sangat takut dan juga bingung , bagaimana ini mudah-mudahan bos aneh itu tidak didalam secara aku kan sudah hampir sejam keluar,ahh masa bodo masuk aja , bathin Queen.
ceklekk....
__ADS_1
Queen membuka pintu ruangan tersebut, diliriknya kepenjuru ruangan, " aman seperti nya", ucapnya pelan. dia segera kemejanya mengambil tas dan handphone nya namun dicarinya handphone nya tersebut namun tidak didapatkan " cari ini!" hampir saja Queen pingsan karena kaget mendengar suara tegas dari belakang nya ,ketika ia berbalik terpampang sosok Gilang sedang memegang handphone Queen dan menatapnya tajam.
" cihh...tahu balik juga kamu ya?"
" saya balik untuk mengambil tas dan hp saya" sambil membalas tatapan tajam Gilang.
Queen maju untuk mengambil hp ditangan Gilang namun gilang malah meninggikan hp yang dipegangnya dan Queen tidak menyerah dia jinjit dan berusaha meraih hpnya dengan rasa kesal yang sudah muncak ke ubun- ubin sambil terus mengumpat,,dasar bos anehhh... bathin Queen.
"biarkan Queen aku memeluk mu sebentar sj karena apa yang aku lakukan juga menyakitiku ,aku merindukan mu Queen,maafkan aku Queen,aku harus melunaskan utang ibumu ke mamaku dengan membuatmu menderita", bathin gilang mengatakan itu semua.
__ADS_1
Queen menagis didada bidang Gilang " kumohon pak lepaskan aku" Gilang yang tersadar langsung mendorong tubuh Queen dengan kasar beserta melemparkan hp Queen ke tubuh Queen. Queen segera mengambil hp dan tasnya dan berlari keluar ruangan yang ada dipikirannya bagaimana pergi sejauh mungkin dari bosnya itu alias Gilang.
Gilang menggerututi dirinya sendiri dengan apa yang dilakukannya barusan ," bisa-bisanya aku melakukan hal tadi, aku pasti membuatnya salah paham ingin melecehkannya" Gilang mengusap kasar wajahnya.
ditempat lain Queen sudah berada disalah satu taman kota setelah menaiki taxi tadi...entah kenapa dia merasa sangat sedih dan teringat dengan bara ,dia tiba-tiba begitu merindukan bara. " Bara....hiks...hiks...sampai kapan aku berharap kamu akan kembali datang menepati janji untuk selalu sayang dan menjagaku,sampai kapan bara .. sementara banyak orang yang jahat sama aku dan tidak kuat melawan mereka" Queen terus berkata dengan lirih dengan tangisnya yang belum mereda. setelah beberapa jam dan merasa lebih baik Queen memutuskan untuk kembali ke apartemen nya.
Hai semua....mungkin aku akan up bara queen nya beberapa hari lagi karena ada urusan keluarga..
aku harap kalian semua bisa kasi like ,koment dan vote seikhlasnya ya...
__ADS_1
terima kasih sdh mau mampir di novel pertamaku ini....