Bara Queen

Bara Queen
Serahkan kalung itu atau... (4)


__ADS_3

Gilang duduk di tepi tempat tidurnya sambil membuka email dari handphonenya, dia tiba-tiba ingat akan kalung yang diambilnya dari Queen, dengan segera Gilang mencari dan mengingat kembali dimana terakhir disimpannya. " perasaan pagi tadi aku taruh di nakas, kok tiba-tiba gak ada sih! , Apa jangan-jangan Queen mengambilnya lagi aghh....aku harus menanyakan kalung itu" ucap Gilang.


Gilang segera turun ke lantai satu ,saat akan ke kamar Queen langkahnya terhenti dia ingat kondisinya pasti canggung karena tadi sudah memperlakukan Queen seperti itu. Saat akan kembali naik ke kamarnya ternyata dia berrtemu Queen, nampaknya Queen baru selesai membantu mbok Sumi di dapur. Queen yang tahu berpapasan dengan Gilang hanya bisa menunduk dan mempercepat langkahnya menuju kamar, namun saat sudah melewati Gilang langkahnya terhenti mendengar suara orang yang dilewati nya " TUNGGU!!! ucap Gilang.


"Iya pak ada yang bisa saya bantu,Queen menyahut tanpa menoleh ke arah Gilang dia tetap memunggungi Gilang. "Aku akan mencari sesuatu di kamarmu!!" ucap Gilang.


Gilang sudah berada di kamar Queen. Queen sangat bingung dan khawatir kenapa Gilang memeriksa kamarnya. " maaf pak ,apa yang bapak cari sebenarnya? apa bapak merasa ada kehilangan dan mencurigai saya!, ucap Queen dengan tegas.


" Di mana kalung itu?" tanya Gilang

__ADS_1


" Kalung apa pak? , kalung yang kamu ambil di kamarku!! jawab Gilang.


"maksud bapak kalung ini?" sambil memperlihatkan kalung yang dipakainya Dan hanya kalung itu yang dia temukan di kamar Gilang dan tidak merasa mencurinya karena itu memang diyakini kalungnya yang hilang.


Gilang menatap lama kalung yg di gunakan Queen, kemudian dengan langkah cepat kehadapan Queen, " LEPAS!!" dan serahkan kalung itu atau kejadian tadi berulang!!


" KAMU PIKIR KALUNG SEPERTI INI HANYA SATU DI BUMI INI HAH!! bentakan Gilang mengagetkan Queen.


" Tapi pak? ini mirip sekali punya saya pak"

__ADS_1


" saya tidak pernah melihat kalung kamu ya Queen dan saya tegaskan itu kalung kakek saya, kembalikan ,oh iya dan apa kamu pikir saya mengambilnya dari kamu ,kalaupun iya kapan dan ada buktinyakah? sementara saya tidak tahu apa kalungmu kamu pakai seharian atau kamu simpan di tempat lain dan lupa di mana, dengan senyum sinis Gilang mengatakan itu.


Queen mulai ragu apa itu memang bukan kalungnya ,namun apa yang dikatakan Gilang memang benar. akhirnya queen mengalah dan memberikan kalung itu kepada Gilang dengan mata yang mulai berkaca-kaca menahan tangisnya.


" baik pak saya serahkan kalung ini ,tapi jika bapak menemukan dirumah ini kalung yang sama berarti itu punya saya dan berikan ke saya pak. saat kalung nya sudah diletakkan ditangan Gilang ,Gilang langsung menggenggam tangan Queen dan membisikkan kata ditelinga queen " lain kali jangan coba-coba ambil barang di kamar saya APAPUN ITU ,INGAT!!" kemudian Gilang berlalu meninggalkan Queen.


Queen terduduk lemas ke lantai, air matanya tidak terbendung lagi, dipikirannya membayangkan kalungnya jatuh terbawa aliran air saat mandi.


" Sepertinya aku harus mengikhlaskan semuanya dan sepertinya aku harus pelan-pelan belajar melupakanmu bara, ini seperti tanda bahwa tidak ada lg yang harusnya tersisa untuk kenang-kenangan kita dimasa lalu, Bara...hiks ...hiks..." queen lalu menghapus kasar air matanya dan berlalu mencuci muka lalu merebahkan badannya yang terasa sangat letih.

__ADS_1


__ADS_2