Bara Queen

Bara Queen
06. Bara kembali, jangan pergi


__ADS_3

Gilang sudah berada di dalam apartemen Queen, dia langsung menuju ke kamar pikirannya Queen pasti di kamar. benar sj saat pelan- pelan pintu kamar dibuka didapatinya Queen tengah tertidur dengan wajah pucat dan keringat dingin mengucur di dahinya. Gilang langsung menghampiri dan memegang dahi Queen," astaga kamu demam"


" Hallo Rasya kamu di mana? di rumah sakit persiapan mau Operasi, kenapa? perempuan tadi yang kamu periksa suhu badannya panas ,pucat dan keringat dingin. kau kesini Sekarang"


"maaf gilang sedikit lagi sy ada jadwal operasi nyawa pasien ini juga penting"


" maksud mu pasien ini tidak penting hah!!!maaf gilang perempuan itu kelelahan sj,setelah makan dia akan berangsur baik. apa tadi kamu sudah beri dia makan?"


" belum, ucap Gilang. aisst...sob bagaimana mungkin dia bisa stabil kalau belum dikasi makan" berilah dia makan dan minum vitamin tadi, dia akan segera membaik. Usai operasi saya akan segera memeriksa nya kembali" Gilang terdiam dan menjawab ok.


Gilang memesan bubur ayam komplit lewat aplikasi online dan 10 menit kemudian pesanan datang. disiapkannya di mangkok kaca damenyimpanny di nakas kamar lalu dia mendekat ke wajah Queen, seketika matax tertuju pada kalung dengan bandul berbentuk bulat warna hitam dilehernya, dibukanya bandul tersebut yang didalam nya terdapat foto wajah laki-laki berumur kisaran 12 tahun dan ditutupnya kembali sambil menggenggam erat kalung itu.

__ADS_1


" astagfirullah!" Queen menghempaskan tangan Gilang dengan kasar, Tuan Gilang??apa yang anda lakukan!! KELUAR!! bentak Queen sambil menyudut dipinggir tempat tidur menatap tajam ke arah Gilang..


" tuan Gilang yang terhormat mohon anda keluar dari apartemen saya, terserah kalau anda mau memecat saya dengan sepihak ,saya tidak akan mempertanyakan nya lagi bahkan tidak usah anda membayar pesangon saya..tolong anda keluar" Gilang hanya terdiam dan fokus menatap mata Queen tanpa bergeming dengan sejuta pemikiran dan hanya dia yang tahu.


"Anda lemah,saya akan keluar kalau anda sudah makan, saya sudah memesan makanan". Gilang mengambil bubur yang dipesannya lalu mendekat ke queen.


"saya janji akan makan ,tp sebaiknya anda pulang"


"Dasar!! bos yang aneh, baru memecatku, membentakku, hendak melecehkan ku, eh sekarang sdh di apartemen ku dengan perhatiannya", huffh... Queen menghela nafasnya dengan berat. dia masih merasa lemah diambilnya bubur diatas nakas dan memakan nya dengan lahap lalu mengambil vitamin yang diberikan Gilang dan meminum nya, dia pun merebahkan dirinya kembali ke tempat tidur dan sekarang dia sudah di alam bawah sadarnya.


ditempat lain dikediaman Gilang dia sedang berdiri di balkon, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dia menatap langit yang penuh bintang...dia teringat 16 tahun yang lalu.

__ADS_1


*Flashback On*


"hiks...hiks...hiks" seorang anak perempuan umur 9 tahun tengah menangis dengan menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya.


" hei kamu kenapa menangis? siapa namamu?"


"Queen" aku dipukul Tante aku dituduh mencuri uangnya padahal nggak"


" jangan menangis karena aku menemukan mu,aku akan menjagamu asal mau jadi temanku, kamu bisa panggil aku Bara" kemudian Queen dengan sesegukan menatap ke arah bara dan kemudian mengangguk.


mulai saat itu mereka semakin dekat dan saling melengkapi satu sama lain. Queen merasa nyaman dengan bara seperti mendapatkan perhatian seorang kakak, begitu juga bara merasa berarti karena bisa memberi perhatian ke Queen. sudah 3 bulan sejak pertemuan pertama dan Mereka seperti sudah kenal lama seakan sudah dari orok berkenalan, sangat mengerti satu sama lain.

__ADS_1


"Bara...kamu tidak akan pergi kan? akan tetap bersama Queen? Tante ku masih suka menindasku begitu juga sepupuku itu, tp aku akan kuat kok asal ada kamu sahabat terbaik ku"ucap Queen.


__ADS_2