
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, Queen baru selesai menyiapkan air mandi Gilang dan merapikan kembali kamar Gilang, saat akan membuka pintu kamar Gilang ,disaat itu juga kebetulan pas gilang membuka pintu kamarnya. Alhasil jidat queen tertumbuk pintu.
" auuuw...sakit" ,ucap Queen sambil mengusap-ngusap jidatnya. Gilang hanya menertawakan Queen saja.
Gilang berucap" makax mata gunakan untuk melihat"
" kok gitu pak saya kan pas mau keluar, bukannya tidak lihat tapi bapak pas buka pintunya".
" Kamuuu!! ya...belum sempat Gilang melanjutkan kata-katanya handphone nya berbunyi, dia memberi isyarat dengan jarinya ke Queen untuk keluar dari kamarnya. Queen langsung berlalu segera mungkin.
" hallo dengan siapa ini?"
"Wah-wah aku pikir seorang Gilang menyimpan nomor aku ,kita baru saja ketemu dan kamu sudah lupa" Gilang kemudian sadar kalau ini telepon dari Vivian.
__ADS_1
" Vivian ? ada apa ?"
" gak Gilang cuma mastiin aja apa kamu sudah dirumah, dan aku mau to the Point aku suka sama kamu sejak pertama ketemu ,aku bukan tidak tahu malu tp aku tidak biasa memendam perasaan"
Gilang hanya terdiam , kemudian dia berkata
" bagaimana kalau kita jadwalkan ketemu untuk hal ini ,karena saya sangat lelah sekali mohon maaf sebelumnya"
" oke tidak papa ,aku tunggu jadwal kita selanjutnya, see u"
Gilang yang sudah lelah langsung masuk ke kamar mandi dan dilihatnya air mandi sudah siap dengan wangi aromaterapi yang dituangkan Queen ke dalam air mandi gilang. Usai mandi dan membersihkan diri Gilang mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Queen dan memakainya.
di kamar Queen dia sedang mengambil kalung hati yang dia simpan dalam kotak kecil ,dipandangi kalung itu dan dipakainya. digenggamnya kalung itu dan dia mengambil foto ibunya yang berfoto bersama sahabat ibunya. Air matanya tidak bisa dibendung lagi , ntah malam ini perasaannya sedang tidak baik.
__ADS_1
" hiks..hikss...ibu... Queen kangen (sejak ibunya meninggal dia memanggil maminya dengan kata ibu ,dia tidak ingat dulu memanggil orang tua nya mami dan papa). "ntah Queen malam ini merasa sendiri dan sepi ..Bara aku Lelah ...apa aku harus menyerah menunggu?" dalam hati Queen berkata.
Jam 12 malam Gilang keluar dari kamarnya hendak mengambil air minum,setelah meneguk segelas dia hendak naik ke kamarnya namun teringat Queen, pelan-pelan dia menuju ke kamar Queen dan membuka pintu kamar Queen dengan perlahan. dilihatnya Queen tengah tertidur pulas dalam posisi masih menggenggam kalung hatinya,masih terdapat sisa air matanya disudut matax.
Gilang menghampiri dan mengusap air mata itu ,dilepaskan genggaman tangan Queen dari kalungnya...
Deg..
Gilang sangat kaget melihat kalung hati yang melingkar di leher Queen. dia mengambil kalung itu perlahan dan membawa ke kamarnya.
pagi hari Queen terbangun ,dia belum menyadari kalungnya tidak ada. dia segera mandi dan berpakaian rapi hendak menyiapkan sarapan dan mengerjakan rutinitas lainnya.
namun saat bercermin dan memastikan penampilan nya sudah rapi dia menyadari ada yang lain, dia terdiam sejenak dan memandangi dirinya matanya terbelalak.
__ADS_1
" ya Tuhan kalungku mana... Queen panik ,dia segera mencari ditempat tidur tidak ditemukannya kemudian dia berlari ke kamar mandi jangan sampai juga jatuh dan terbawa air, diperiksanya kamar mandi juga tidak ada, dengan langkah gontai Queen duduk dipinggiran tempat tidurnya ...dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan tidak lama bahunya berguncang hebat , ya dia menangis dengan perasaan sangat sedih dia sudah berasumsi kalau kalungnya jatuh di kamar mandi dan terbawa air.
"haruskan aku kehilangan kalung itu juga" hiks..hiks..