Bara Queen

Bara Queen
berdamai...


__ADS_3

Queen sudah dapat mengontrol emosinya. setelah beberapa jam dia memberanikan diri bertemu dengan Gilang..


tok...tok...tok (Queen mengetuk pintu)


Tdk ada sahutan


ehmm...suara dari belakang mengagetkan Queen..


dia menoleh ...


"pp...pak maaf sy ingin bicara "


Gilang diam menatap dingin ke Queen, saat Queen menatap Gilang ,Gilang sama sekali tak bergeming , Queen mulai merasa risih ditatap intest begitu.


" bisa pak?"


ikut saya...


Gilang melangkah ke ruangan kerjanya disamping kamarnya yang juga bisa langsung terhubung dengan kamar tidurnya.

__ADS_1


" duduk" perintah Gilang.


"katakan apa"


Queen memberanikan diri menatap mata Gilang namun tangannya sudah sangat dingin dan berkeringat..


" pak sebelumnya saya minta maaf untuk apapun itu menurut pak Gilang salah" Queen lalu terdiam.


" lanjut" ucap Gilang


"saya butuh gambaran pekerjaan saya dengan detail agar tidak membuat kesalahan dan boleh saya tahu gaji saya berapa?"


"terus?" ucap Gilang singkat.


" tidak apa!" ucap Gilang


" tidak lagi melecehkan saya pak, saya mohon"


"ada lagi?" kata Gilang.

__ADS_1


"cukup pak"


hhhhmm...lalu Gilang memejamkan matax dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa tempatnya duduk, sudah 10 menit belum ada juga tanda-tanda Gilang membuka matax. Queen jadi serba salah mau meninggalkan tempat belum ada respon dari bos didepannya. Akhirnya dia memutuskan sabar menunggu . sudah 30 menit berlalu Gilang membuka matax ternyata tadi dia sempat ketiduran karena terlalu banyak beban pikirannya , ketika dia membuka mata didapatinya Queen didepannya sudah tertidur dengan kepalanya bersandar di sandaran sofa tempatnya duduk.


Gilang menatap lekat wajah Queen... dengan tatapan yang sulit diartikan..


"Queen aku tidak tahu apa yang aku lakukan salah tapi ada perasaan tidak adil untuk mama ku kalau aku tidak membalaskan perbuatan hina dari mama kamu " lirih suara gilang.


yah takdir kita sudah tergaris seperti ini kita harus kuat menghadapi dan aku harus kuat menjalani rencana ini semua.


kenapa masih ada bara dalam hatimu Queen


semua kata-kata itu bergejolak dalam dada gilag menyisakan sesak di dadanya ,entah dia sudah di hadapan Queen mencium kening Queen dan menatap lekat wajha Queen.


Queen terbangun mendapati dirinya msh di sofa namun Gilang sudah tidak ada diruangan itu, ketika hendak berdiri selembar kertas jatuh dari pangkuan nya dipungutnya dan dibaca dengan seksama senyum Queen mengembang membaca isi kertas tersebut semua jawaban atas pertanyaan nya sudah terjawab disitu. hanya satu dalam benak Queen saat itu " lucu kenapa pak Gilang lebih memilih repot menulis daripada menjelaskan langsung" keluar kamar Queen masih saja tertawa kecil merasa lucu dengan hal itu.


diruangan lain Gilang menatap cctv dikamar nya dan sangat heran dengan tingkah Queen yang keluar dari ruang kerjanya dengan tertawa kecil Dan terlihat lebih ceria..


" aneh kamu Queen apa yang ada dipikiranmu saat ini" gumamnya.

__ADS_1


tiba di kamar Queen membaca kembali dengan seksama apa yang menjadi tugasnya dalam kertas tersebut ,apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. kemudian dia keluar kamar dan memulai tugas-tugasnya


setelah semua pekerjaannya beres dia ke taman belakang melihat indahnya bunga-bunga yang ada di taman, dalam surat tertera jika pekerjaannya selesai dia boleh kemana sj di sudut ruangan rumah itu kecuali ruang kerja dan kamar Gilang tanpa persetujuan Gilang terlebih dulu.


__ADS_2