
Gilang mencengkram tangan Queen dengan kuat dan menarik nya keruangan pribadinya sambil mengunci pintu ruangan tersebut, Queen meringis kesakitan auuuw...sakkit...lepaskan!! Gilang menghempaskan tubuh Queen dilantai dan dia berkata dengan lantang "BERSIAPLAH MENYESALI KATA-KATAMU TADI,KAU BILANG AKU PENGECUT??
Queen tiba-tiba merasa sangat ketakutan dia segera berdiri dan berlari kearah pintu, Gilang langsung menahannya menarik tangannya dan menghempaskan ke sofa yang ada diruangan itu ,Gilang membuka jas nya membuang kesembarang arah menggulung lengan kemejanya dan mencengkram dagu Queen dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Queen namun belum sempat bersentuhan Queen dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Gilang dan tidak sengaja tangannya menampar wajah Gilang, diapun sangat kaget dan segera mundur ke arah belakang ,Gilang Semakin maju dengan tatapan amarah seakan ingin membunuh , Queen makin terpojok di dinding tubuhnya bergetar hebat dia takut saat Gilang hendak mencekik lehernya , Queen langsung terduduk gemetar menyembunyikan wajahnya sambil memegang kedua lututnya dia menangis lirih saat Gilang menarik rambutnya, hiks..hiks Bara tolong Queen, bara...aku takut hikss...hikss...seketika Gilang terperanjat kaget dan melepaskan Queen menatap Queen dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, sampai dia tersadar Queen sudah jatuh pingsan.
Gilang segera mengangkat tubuh Queen membaringkan dengan lembut di tempat tidur, dia kemudian segera menghubungi dokter pribadinya. "Rasya kamu di mana segera ke kantor ku sekarang! baik Gilang saya menuju kesitu ucap Rasya.
Queen apa benar ini Queenku...arghhh Gilang mengusap kasar wajahnya, " tidak sekalipun dia Queen kamu harus melupakan nya, demi....dalam hati Gilang berucap" Queen maafkan aku, ucap gilang lirih nyaris tak terdengar.
"Gilang ada apa kamu menelpon mendadak? untung belum jauh dari kantor mu"
__ADS_1
"Periksa dia pingsan, Rasya baru menyadari ada seorang perempuan terbaring di tempat tidur di ruang pribadi gilang, mm... ini siapa ,Jangan banyak tanya periksa dia sekarang!! bentak Gilang, ba..baikk Gilang ucap Rasya dengan wajah pucat. beberapa menit kemudian Rasya telah selesai memeriksa keadaan Queen.
" perempuan ini tidak apa2 , hanya lelah dan seperti nya dia blm mkn seharian alias dia lemah karena lapar" sebentar lg siuman . ini ada vitamin buatnya kebetulan aku bawa stock.
" Oke kau boleh pergi, ucap Gilang. Queen ...apa benar ini kamu..Arghhhh....teriak Gilang kenapa harus bertemu kenapa. kamu harus membenciku Queen ya kamu harus membenciku, aku akan cari cara dan waktu yang tepat gumam Gilang"
Dia segera beranjak dan ke parkiran menuju mobilnya dan melajukan ke apartemen nya. dia hanya ingin segera istirahat dia merasa sangat lelah.
di rungan pribadi Gilang..." di mana gadis itu digta!! cari segera!! ba..baik tuan , Digta segera mengecek cctv yang ada diruangan itu terlihat pergerakan Queen hingga ditelusuri nya ccvt tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana sudah kamu temukan? sudah tuan ,Bu Queen sepertinya sudah balik ke apartemen nya.
" namanya siapa? Queen Khansa Hutomo tuan "
" kamu sudah tahu apartemen nya di mana? iya sudah tua di apartemen Cendana lt 6 nomor 212. kita kesana sekarang , ucap gilang"
mereka sdh tiba di depan kamar 212. " kamu balik sj ke kantor,nnti saya akan hub kamu,mana kunci cadangan yang sudah kamu minta sama pengelola tadi? digta memberikan kunci tersebut dan berlalu, baik tuan saya permisi duluan, Gilang pun mengangguk.
Ada apa ini ya, gumam Digta. " penasaran sekali dengan tuan sampai bela- belain harus kesini dan mengancam pengelola ini untuk menyerahkan kunci cadangan dan apa yang sudah terjadi tadi sampai dia pingsan, tuan juga meninggalkannya dalam keadaan belum sadar untuk meeting disisi lain sejurus kemudian tuan langsung panik tidak mendapati Bu Queen itu di sana....ahhh apa yg aku pikirkan itu urusan tuan ,aku tinggal tunggu perintah saja. Digta berlalu kembali ke kantor
__ADS_1