Bara Queen

Bara Queen
20. Bermain perasaan


__ADS_3

keesokan harinya Queen sudah bangun lebih awal. dia sudah bertekad untuk menghadapi semuanya dengan lapang dada. di mulai dengan pagi ini dia sudah menyiapkan sarapan dimeja makan yang merupakan hasil kolaborasi dengan pelayan bagian dapur.


kemudian dia ke taman belakang menyirami tanaman-tanaman yang ada disekitarnya walaupun sebenarnya sudah ada tukang kebun khusus namun karena sudah tertera dalam kertas dari Gilang yang salah satu rutinitasnya adalah menyiram tanaman di taman belakang.


dia naik ke lantai 2 Dan mengetuk kamar tidur Gilang , Gilang membukakan pintu kamarnya dengan kondisi sudah lengkap pakaian kantor.


" permisi pak saya mau membersihkan kamarnya"


hmm... hanya jawaban seperti itu dari Gilang, Queen masuk dan membereskan kamarnya yang terbilang tidak begitu berantakan, sebelum Gilang keluar kamar dia berpesan " jangan pernah sentuh apapun barang-barang dikamar ini selain tujuannya hanya membersihkan saja tidak lebih"


"ckkk..sapa juga yang tertarik menyentuh dan lagi mana Berani saya!!? ucap Queen kecil nyaris tak terdengar.


Queen sudah selesai membersihkan kamar Gilang ,dia lanjut ke aktifitas lainnya berbaur dengan ART lainnya.


waktu menunjukkan pukul 10 malam ,Queen tertidur di sofa ruang tamu karena salah satu tugasnya menunggu Gilang pulang dan menemani Atau melayani segala aktivitas atau kebutuhan sesuai instruksi nya ketika sudah balik ke rumah.


mendapati queen yang tertidur ,Gilang menendang kaki queen, seketika queen terkaget dan refleks langsung berdiri, namun karena belum stabil dia langsung hilang keseimbangan Dan hampir terbentur meja kaca didepannya,dengan sigap Gilang meraih pinggang queen, queen berpegang erat di kemeja Gilang sambil menutup matax.

__ADS_1


gilang lama menatap lekat wajah Queen, quenn yang merasa tidak ada pergerakan sedikit demi sedikit membuka matax dan alangkah terkejutnya wajahnya hampir tidak ada pemisah jarak 1 jari Saja.


Deg...deg...


detak jantung keduanya saling beradu dengan keras , Gilang langsung mendirikan Queen dan queen hanya diam mematung depan Gilang.


" Apa kamu selalu ceroboh seperti itu!!" ucap Gilang sinis"


"siapkan air mandiku segera!!"


queen telah selesai menyiapkan baju rumahan buat Gilang "


"hoooahmm...ngantuk banget" tanpa sadar queen duduk ditepi ranjang dan tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar pada pinggiran tempat tidur nya, kelihatan dari raut wajahnya begitu lelah"


ceklekk... (suara pintu dibuka)


Gilang keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju tempat tidur ,dimana sudah tergelatak baju nya yang disiapkan Queen. melihat Queen tertidur Gilang serta Merta langsung memakai pakaian nya langsung dihadapan Queen yang tertidur.

__ADS_1


dibiarkannya Queen dan dipandanginya dengan lekat wajah Queen dengan tatapan yang susah diartikan. banyak hal dipikiran Gilang saat ini ," Queen akan seperti apa kita nanti, aku tengah bermain perasaan, kebencian ku dan....." Gilang tidak meneruskan kata-katanya, diangkatnya tubuh Queen dibawa nya ke kamar Queen membaringkan dengan hati-hati, mengecup keningnya dan berlalu dari kamar Queen.


drtt...drtt...


" hallo son.. bagaimana kabarmu?"


"yah mama baik" mama cuma memastikan kamu tidak melupakan tujuan kita, mama tahu anak itu sudah di rumahmu?"


" tentu mama tidak akan pernah aku lupakan sedetikpun tujuanku, Queen yang akan merasakan Dan menanggung kejahatan ibunya"


" oke son ,lain kali mama hubungi lagi dan jaga hatimu jangan terjebak perasaan dengan anak itu"


Gilang terdiam sesaat usai menerima telpon dari mama sofia.


"Arggghhh.....Gilang memukul-mukul kaca dihadapannya dengan kepalan tangannya dan darah segar sudah mengalir ditangannya"


aku harus cepat menyelesaikan dendam ini ,aku bisa terjebak perasaan ini, Gilang berucap dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2