Bara Queen

Bara Queen
18. Hari pertama di rumah Gilang


__ADS_3

huahghh.... Queen bangun dan meregangkan otot-otot nya, dia kesiangan dan segera dia berlari ke kamar mandi untuk mandi. sekarang dia sudah selesai pakaian dan keluar kamar menuju dapur, namun langkahnya terhenti waktu mendapati suara Gilang dari arah tangga


" enak yah disini bangun siang serasa rumah sendiri ya!!"


sambil menuruni tangga dia menuju ke arah Queen, " kamu mau numpang gratis Disni? hah?!."


" em...mmaaf pak saya kesiangan saya kurang enak badan dan kemarin tungguin bapak.


kening Gilang berkerut" tungguin saya untuk apa?"


" ya untuk menanyakan bapak pekerjakan saya disini untuk perkejaan apa saja,saya bingung" Queen menjelaskan Panjang lebar.

__ADS_1


"Sssst ...ribut!!! cerewet!!!


pekerjaan kamu disini intinya menjadi pelayan saya ,apa yang saya perintahkan kamu kerjakan?!"


Queen terdiam bukan paham malah makin bingung mau bertanya takut salah lagi, ah...sudahlah jalani saja dulu ntar lihat aja bagaimana ,dalam hati Queen berkata.


" kenapa kalau hanya berdiam diri disitu?"


Aa...apa yang harus saya lakukan pak?


begitu emosi diperlakukan Gilang seperti itu Queen tidak tinggal diam ,ntah keberanian dari mana Queen menyahut dengan mantap,

__ADS_1


" Pak gilang yang terhormat ,bapak tahu sendiri dengan tiba-tiba bapak memerintahkan saya bekerja disini ,dengan segala yang bapak sudah lakukan ke saya, tolong bapak tidak perlu berkata dan memperlakukan saya dengan semena-mena! katakan sj pak dengan jelas hal-hal apa yang harus saya lakukan sejak membuka mata di pagi hari hingga saya mau menutup mata!!"


sebenarnya salah saya apa sama bapak!! ucap Queen dengan nafas yang berpacu cepat menahan emosinya.


tanpa berkata-kata gilang langsung menarik kasar Queen membawanya ke kamarnya ,menutup pintu dengan membanting keras ,lalu menyudutkan Queen ke tembok ,Queen memberontak berteriak "LEPASKAN!!!" dan terus berusaha melapaskan diri dari Gilang dengan sekuat tenaga namun usahanya sia-sia dan dengan gerakan cepat ketika ada peluang ditengah amukan tangan Queen untuk berusaha melepaskan diri dari Gilang ,Gilang menarik tengkuk Queen dan mencium bibir Queen semakin berontak sampai dia sudah merasa sangat lelah dan hanya terdiam mematung air matanya saja yang terus mengalir deras disudut matanya dan terisak , ditengah ciuman Gilang yang semakin dalam semakin melembut dia menghentikan ciumannya dan menangkup wajah Queen yang terus terisak , tiba-tiba queen menghempas tangan Gilang dan merosot terduduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya ,


"hikssss.... hikssss..hikss...... Bara...!!!! kamu di mana kapan kamu tolong aku hiksss...tangisan Queen makin pecah dia memegang meremas dadanya yang sesak ,ntah setiap ada yang menyakiti nya dia selalu berharap ada jalan untuk bara menemukannya janji bara untuk melindunginya selalu menjadi penyemangat dan harapan tersendiri bagi Queen.


melihat itu semua Gilang mematung rasanya hatinya sangat sakit, " aku tidak kuat Queen menyakitimu,tuhan aku tidak kuat...kenapa harus kamu Queen ,aku harus membalas kematian mama aku,...bathin gilang..


Queen langsung berdiri menatap tajam Gilang kata-kata tajam dia berkata ke Gilang " dalam hidupku aku merasa tidak pernah menyakiti orang lain ,dalam hidup ku pak baru kali ini saya melihat laki-laki pengecut seperti anda, katakan kesalahan saya apa pak!!!!sambil berteriak..apa hanya berawal dari ketidaksengajaan saya menabrak bapak ,semua harus seperti ini?" saya pikir anda harus memeriksakan mental anda!!

__ADS_1


Queen berlalu dari Gilang sebelum Gilang menyadari semua arah pembicaraan nya untuk Gilang, dia berlari ke kamarnya dan mengunci pintu ,membasuh wajahnya dan lagi-lagi berbicara pada dirinya sendiri menguatkan dirinya untuk kembali tegar.


dikamar Gilang dia hanya terduduk ditepi ranjangnya dan mengusap wajahnya kasar...dia bingung sungguh dia merasa ada yang hilang. " Queen.." dia berkata lirih.


__ADS_2