
Pagi itu sudah pukul 9 pagi gilang belum keluar juga dari kamarnya, " tidak biasanya bos Gilang jam segini belum bangun, harusnya aku sudah selesai membersihkan kamarnya,gumam Queen"
Queen memberanikan diri membangunkan Gilang. tok..tok (suara Quenn mengetuk kamar Gilang) namun tak ada sahutan. " ahh sudahlah mungkin bos lg mau bermalas-malasan" saat Queen hendak berbalik kembali ke dapur ia mendengar dengan jelas suara gilang merintih. Queen segera memberanikan diri membuka kamar Gilang. " bos...bos Gilang..."tidak ada sahutan,matanya tertuju ke tempat tidur saat ia mendekatkan tangannya ke dahi Gilang karena melihat banyak keringat keluar disana betapa kagetnya suhu Gilang begitu panas sampai sampai badannya menggigil dan Gilang mengeluarkan rintihan menahan rasa yang tidak nyaman itu.
__ADS_1
"Astagfirullah..bos ..." Queen langsung berlari ke dapur mengambil baskom kecil dan mengisinya dengan air panas dan dingin di dispenser sampe terasa hangat lalu kembali ke kamar Gilang ,dicarinya sapu tangan di lemari pakaian Gilang dan menemukannya, lalu mengkompres dahi Gilang. Queen lalu ke dapur memasak bubur, para pekerja yang lain sudah sibuk dengan pekerjaan nya mereka dan segala kesibukan Queen dianggap hal biasa yang menurut mereka pasti disuruh bos gilang.
" Bos bisa kah anda bangun nnti sy bantu" ,dengan malas Gilang bangun dan menyandarkan tubuhnya ke Sandaran tempat tidur. Queen perlahan menyuapi Gilang bubur dan Gilang menurut saja karena badannya tidak enak dirasa ,dia begitu lemas kepalanya sakit, lalu Queen memberi obat penurun panas yang diambil di kotak P3K yg ada dirumah itu, sebelum membaringkan tubuh Gilang , Queen melihat ada bekas bubur dipinggir bibir Gilang dan dengan spontan Queen mengelap dengan ujung jarinya seketika Gilang menatap lekat mata Queen ," ingin rasanya ku memeluk mu Erat queenku, bisikan dalam hati gilang". Queen lalu merebahkan bosnya itu dan memakaikan selimut lalu menyarankan bosnnya untuk istirahat , kemudian Gilang memejamkan matanya dan Queen berlalu dari kamar Gilang dengan membawa perkakas bekas makan Gilang.
__ADS_1
orang-orang di rumah Gilang bekerja sesuai tugasnya dan jika tidak gilang sendiri yang meminta disiapkan makanan atau hal lainnya tidak akan ada yang berani, untuk itu di jam-jam tersebut queen pun bebas di kamar pak Gilang menemani karena bagian tugasnya sebagai pelayan pak Gilang dirumah itu yang diberi keleluasaan masuk kekamar gilang.
waktu menunjukkan pukul 12 siang queen sudah siap dengan bubur ditangannya dibangunkannya Gilang " pak Gilang pak bisa bangun sebentar saja makan dulu pak lalu minum obat" Gilang hanya membuka matanya sedikit dan dia melihat queen sungguh sangat emosi bukan karena adanya queen tetapi karena keadaan dia sangat merindukan queen namun tak bisa menggapai nya. " aku tidak mau makan dan kamu keluar" Gilang dengan nada lemah, " tapi pak bapak harus ma.."KELUAR KATAKU!! sambil menghempaskan semangkuk bubur yang dipegang oleh queen, bubur tersebut berhamburan dikarpet ,queen tidak bicara apa-apa dia diam dan segera mengambil alat kebersihan dan mulai membersihkan bubur yang berserakan tersebut serta mangkuknya disimpan kembali ke nampan. setelah membersihkan queen pamit pada Gilang, Gilang tak bicara hanya menatap tajam pada queen. "pak maaf apa perlu saya amb...keluar dengan nada lirih Gilang menunjuk pintu kamarnya..." baik pak " ucap queen dengan bibir bergetar menahan tangis kemudian berlalu dari pandangan Gilang kemudian Gilang merebahkan badannya dan menutup matanya dengan lengannya tubuhnya bergetar dia menangis tanpa suara "queen ...maafkan aku"
__ADS_1