Bara Queen

Bara Queen
Serahkan kalung itu atau...(3)


__ADS_3

Gilang tiba dirumahnya, dia langsung ke kamarnya. Suasana hatinya sangat tidak baik. Saat dia masuk ke kamar mandi, air mandi nya belum di siapkan oleh Queen, Gilang dengan marah keluar kamar ,mbok sum ...mbok sum!


"iya tuan" ucap mbok sum sambil berlari kecil.


" Queen mana!! panggil kesini sekarang juga!"


"Ada dikamar nya tuan akan saya panggilkan" ucap mbok Sumi. Dalam hati mbo Sumi sangat khawatir dengan Queen karena dari wajah marah Gilang pasti Queen akan dapat masalah lagi.


tok.. tok...


Queen keluar kamar, " Ada apa mbo sum?


" tuan Gilang marah cariin kamu"


Queen kaget Gilang sudah pulang ,dia sudah menebak alasan Gilang mencarinya.

__ADS_1


"gimana ini mbok sum,pasti dia marah karena saya belum menyiapkan air mandi nya soalnya saya pikir tuan Gilang bakal pulang tengah malam lagi hari ini, saya salah prediksi" ucap Queen dengan air muka khawatir.


Queen!! dari lantai 2 kedengaran Gilang memanggil Queen. Queen segera berlari menuju kamar Gilang. Tiba disana karena tidak mendapatkan Gilang di depan kamarnya dia langsung masuk ke kamar Gilang untuk menyiapkan air mandinya, namun belum sempat dia sampai dikamar mandi Gilang langsung menarik tangan Queen dan memepetnya ke belakang pintu yang sudah di tutupnya.


Queen sangat kaget dengan hal ini dan berusaha menepis tangan Gilang namun Gagal dan gilang mencengkeram erat tangan Queen,


"isshh... ssakit pak" Dia betul-betul kesakitan lalu dengan sisa kekuatannya dia dengan keras menepis kembali tangan Gilang dan terjadilah mereka saling tahan, Queen seketika berontak dan tanpa sengaja tangannya menampar mulut Gilang.


mata Gilang menatap tajam Queen seakan ingin membunuh dan Queen menatap takut serta sangat kaget dengan hal tersebut dia sama sekali tidak ada niatan itu semua refleks saat dia memberontak dari himpitan Gilang.


seketika Gilang menutup matax dan menarik napas dalam dan menghembuskan dengan kasar lalu berkata " oke aku maafkan" dengan disertai senyum licik Gilang.


" terima kasih pak" ucap Queen.


" tapi maafku tidak GRATIS!?" Gilang menekankan kalimat itu.

__ADS_1


Air mata Queen tidak terbendung lagi, " baik pak apa yang harus saya lakukan?"


" cium aku SEKARANG DITEMPAT KAMU MENAMPAR KU!!" Ucap Gilang berteriak didepan Queen.


" Tapi pak" SEKARANG!! Gilang menyela tanpa menunggu Queen menyelesaikan kata-katanya.


Queen maju kehadapan Gilang dan lebih dekat lagi dengan tubuh yang bergetar takut serta air matanya yang deras mengalir dipipinya dia berusaha tegar tapi tidak bisa, sekilas dia menatap benci Gilang dan menyatukan bibirnya degan bibir Gilang hanya menyatukan saja.


Deg....


Hati Gilang dan Queen berpacu kencang saat itu juga. Selanjutnya Queen langsung berlalu meninggalkan Gilang yang hanya diam membisu, Queen menyiapkan air mandi Gilang dengan aromaterapi nya dan segera berlalu melewati Gilang yang belum beranjak dari tempat awal. sedetik kemudian dia sadar dan segera ke kamar mandi.


Dikamar Queen mencuci mukanya, dia sdh bertekad tidak mau menangis lagi karena masalah itu, sepertinya dia sudah lelah dan hal itu sudah terjadi juga dia tidak bisa berbuat apa-apa juga. Dia keluar kamar dan membantu mbo Sumi menyiapkan makan malam diatas meja makan.


Beberapa menit kemudian Gilang turun untuk makan malam. Tanpa banyak kata Gilang menyelesaikan makannya lalu masuk kembali ke kamar dan Queen jangan ditanya saat Gilang makan tadi dia hanya berdiam didapur dia belum siap bertemu muka dengan Gilang sampai gilang selesai makan dan masuk ke kamar baru Queen berani keluar merapikan meja dan lauk pauk bersama mbo Sumi.

__ADS_1


__ADS_2