
setelah sampai di kantor David memasuki ruangannya dan memikirkan rencana apa yang ada di lakukan terhadap perempuan itu.
sore hari calista sudah selesai dan pulang ke kontrakannya, sesampainya di kontarkan calista mendudukkan dirinya di ruang tamu, setelah beberapa menit istirahat Calista menuju kamar dan saat sampai di kamarnya Calista terkejut ada seseorang yang menarik tangan dan menghempaskan Calista ke kasurnya.
"siapa kau, kenapa ada di kamarku" tanya Calista.
" kau tak perlu tahu , siapa aku, yang perlu kau tau puaskan aku malam ini" jawab pria itu sambil melepaskan bajunya sendiri.
Calista yang menyadari adanya bahaya berusaha lari tetapi terlambat saat pria itu menarik tangan calista dan membuat nya terbaring kembali dan kemudian menindih tubuh calista dan mengikat kedua tangannya ke atas, dan pria itu mulai melancarkan aksinya terhadap calista.
"hentikan jangan lakukan itu, aku bukan perempuan seperti itu" tanya Calista berusah memberikan pengertian pada pria itu.
tetapi pria itu tidak mendengarkan calista, dan
tangis calista pecah dia merasakan diri seperti terbelah menjadi dua, dan darah mengotori sprei yang ada di kamar Calista, hilang sudah kehormatan yang dia jaga. pria itu tidak mempedulikan teriakan kesakitan calista.
sedangkan Dion yang berada di luar kontrakan calista mendengar suara.
"jadi benar kamu bukan perempuan baik baik Calista, betapa menjijikannya kamu menikmati nya, telah salah saya sempat menyukai" geram dion dan meninggalkan tempat itu.
david tetap melanjutkan aksinya walaupun dia tahu bahwa calista telah pingsan.
setelah selesai pria itu berdiri dan melihat Calista yang sudah pingsan karena ulahnya, dan dia melihat ke sprei yang terdapat bercak merah.
"astaga apa yang aku lakukan ternyata dia masih tersegel dan aku menghancurkan masa depan seorang gadis" geram David merasa frutasi,. ya pria itu David.
David pun memakai pakaiannya, dan setelah itu membungkus tubuh polos Calista dengan selimut dan kemudian David keluar dari kontarkan calista
"hallo tumben kau menghubungi ku David ada apa" jawab orang yang berada disebrang telpon.
"aku butuh bantuan mu, aku mau kamu cari informasi tentang seseorang, dan informasi itu harus lengkap" perintah David.
"baiklah kau tunggu sampai 3 hari nanti datanya aku kirimkan kepadamu" jawab orang yang disana
kemudian David menutup sambungan telpon tersebut dan berjalan menuju kamarnya, dan membersihkan dirinya, dan merutuki kebodohannya. setelah ia membersihkan tubuhnya David memasuki ruang kerjanya
prang
prang
prang
David melempar dan menghancurkan barang barang yang ada di ruang kerjanya.
__ADS_1
"aaaaa kenapa aku bodoh sekali, kenapa aku tidak mencari tahu dahulu, bagaimana jika dia hamil aku tidak mau terikat dengannya, aaaaaa aku harus melakukan sesuatu sebelum dia benar benar hamil" teriak frutasi David.
..........
sedangkan di kontarkan tepatnya pukul 03.00 calista terbangun dengan keadaan badan terasa sakit terutama di bagian inti nya, calista menyenderkan punggungnya di ranjang
"hiks hiks hiks hidup ku sudah hancur kenapa pria itu tega melakukan itu kepada ku padahal aku tidak kenal dengannya hiks hiks hiks" tangis pilu calista.
setelah puas menangis calista bangkit dari ranjang saat ia bangkit tidak sengaja melihat bercak darah di sprei hatinya terasa sesak saat melihat bercak itu, calista mengingat kejadian semalam lalu ia beranjak untuk membersihkan dirinya dan berjalan dengan tertatih tatih karena intinya terasa sakit. beberapa menit di kamar mandi calista kembali ke kamar untuk memakai pakaian dan memasukan Pakaiannya ke dalam tas.
"aku harus pergi dari kontarkan ini jika perlu dari kota ini, aku tidak mau pria itu kembali dan Melakukan kegiatan itu lagi, walaupun aku sudah hancur aku tidak ingin di perlakukan se enak nya saja" monolog calista dan pergi dari kontarkan tepat pukul 05:00 pagi.
.........
di tempat lain, tepat ya di toko bunga seorang pemuda sedang merenungi apa yang di dengar semalam, nampak rasa wajah yang kecewa, saat sedang merenung tiba tiba pintunya ruanganya di buka oleh seseorang.
"pagi sayang" sapa Marisa kepada dion.
"pagi" jawab dion singkat.
"aku menemui mu bukan untuk menganggu mu, aku mau memberimu sesuatu" Marisa duduk di depan Dion dan seraya memberikan amplop.
lalu dion membuka amplop tersebut , saat tahu isinya dia meremas foto itu , kemudian Dion mengambil rekaman yang ada di amplop itu juga dan melihat setelah melihat Dion membanting rekeman itu. Dion nampak marah terlihat jelas urat urat nadinya.
"kau lihat sendiri kan sayang bagaimana ia menikmatinya" jelas Marisa kepada dion.
tiba tiba dion mengambil hp dan menelfon seseorang saat sambungan terhubung
"hallo Bu, dion mau pernikahan dion dan marisa di percepat" jawab Dion saat telfon itu terrsambung dengan ibunya.
"kamu serius Dion, ibu gak salah dengar kan" tanya ibu dion di seberang telvon.
"tidak by Dion serius, silahkan ibu hubungi orang tuanya Marisa dan mengatakan hal ini" jawab dion.
"baiklah nak, ibu senang akhirnya kamu mengambil keputusan ini, daripada kamu memilih perempuan tidak jelas itu, ya sudah ibu tutup telvonya"
"baiklah bu" akhiri Dion dengan mata terpejam, Dion mengambil keputusan tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu.
Marisa yang mendengar itu sangat senang.
"sayang kamu serius kan, tidak bohong" tanya Marisa untuk memperjelas
"benar, silahkan kamu keluar dari ruangan ku" jawab dion.
__ADS_1
"baiklah, makasih lebih memilih mempertahankan aku daripada dia" Marisa berbicara, dion hanya menganggukan kepalanya. kemudian Marisa keluar dari ruangan Dion.
...........
di kantor David masih memikirkan langkah apa yang akan dia ambil bahkan dia belum menemui Calista.
"bodoh david, kenapa tidak mencari tau lebih dulu" rutuk David pada dirinya sendiri sambil mengebrak meja.
brak. emosi David melampiaskan marahnya pada meja kerjanya.
"apa yang kau lakukan David" tiba tiba seseorang masuk yaitu seketaris sekaligus teman David.
"aku lihat dari kau berangkat wajahmu menahan amarah" tanya Rey pada david.
devid mengelakan nafasnya, dan menceritakan apa yang ia lakukan semalam, Rey yang mendengar itupun terkejut dan tak percaya apa yang di lakukan oleh David.
"apa yang ku lakukan David, kenapa kau bertindak tanpa mencari tau dulu" tanya Rey sedikit emosi.
"kau kan tahu aku menyayangi Marisa , dan aku aku akan melakukan apapun untuk kebahagianya" jawab David.
"tapi tidak dengan menghancurkan kehidupan seorang gadis" jawab Rey lagi.
"Marisa cerita kalok perempuan itu seorang penggoda jadi aku pikir aku akan memberikan dia pelajaran dengan membuatnya tidak mendekati dion tunangannya Marisa Rey" jawab David lagi
"seharus kamu cari tahu Dulu, lalu sekarang apa yg akan kamu lakukan" tanya Rey sambil menghela nafasnya, merutuki kebodohan sahabatnya.
"aku tidak tau" Jawa David enteng.
"tidak tau, lalu bagiamana kalok perempuan itu hamil David, kamu harus menikahinya" perintah Rey.
"aku tidak akan menikahi nya ,kau tahu aku tidak akan pernah menikah" jawab Rey
"lalu kau akan biarkan hidupnya menderita" tanya Rey.
"tidak, jika dia hamil aku akan mengurus anak itu dan akan aku berikan dia komisi atas apa yang aku lakukan dan setelah di melahirkan akan aku cari pria yang mau menerimanya" jawab David.
"what apa kau sudah gila ya, lalu di mana perempuan itu sekarang" tanya Rey sekali lagi.
"berada di kontrakannya, semalam setelah aku melakukan aku segera meninggalkan dia" jawab enteng David
"kau benar benar gila David, setelah kamu melakukan hal bejat itu" Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya saat David dengan mudahnya berkata seperti itu
"kau tenang saja nanti atau besok aku akan menemuinya dan mengajak tinggal bersama ku sampai aku memastikan dia hamil atau tidak, lagian dia orang gak punya akan pergi kemana dia" sambungan David
__ADS_1
"awas jangan sampai kau menyesal David" peringatan dari Rey
setelah berbincang panjang kali lebar mereka berdua menuju ketempat meeting.