
hari ini Marisa datang ke rumah dion
tok tok tok
"Marisa, tumben kesini gak bilang bilang" ibu Dion terkejut saat Marisa datang ke rumahnya
"iya Tante, hanya ingin berkunjung saja, sudah lama tidak kesini" jawab Marisa
ibu Dion mempersilahkan Marisa masuk dan membuat kan minuman untuk Marisa
"Dion baru saja pergi Marisa, ibu juga tidak tau tumben pagi pagi sudah pergi" penjelas ibu Dion yang merasakan firasat tidak enak saat kedatangan Marisa
"saya kesini untuk bertemu dengan Tante bukan Dion" jawab ketus Marisa
"ada keperluan apa tiba tiba datang"
"Tante tau kan almarhum suami Tante punya hutang kepada ayah ku, dan juga selama ini yang membiayai tante berobat adalah saya" Marisa menjelaskan dengan penekanan
"iya Tante tau" ibu Dion berusaha santai
"dan semua itu akan di anggap lunas jika Dion menikah dengan mu" sambungan Marisa
"iya itu juga tante tau, Marisa dan Dion juga sudah bertunangan, dan tidak lama lagi juga akan menikah" jawaban dari ibu Dion
"tapi Dion berencana mau membatalkan pertunangan ini karena dia suka dengan karyawannya, dan Tante tau kan kalau pertunangan ini di batalkan apa konsekuensi nya, dan konsekuensi adalah Tante masuk dalam penjara" Marisa berusaha menekan ibu Dion
"jangan masuk Tante ke penjara Marisa, Tante akan memberi pengertian kepada Dion agar tidak membatalkan pertunangan kalian berdua" mohon ibu Dion
"bagus dan saya mau jangan sampai Dion menolak atau membantah" jelas Marisa dan kemudian Marisa pergi dari rumah tersebut.
setelah kepergian Marisa ibu Dion termenung di ruang tamu "Dion apa yang kamu lakukan nak, jangan buat ulah mama tidak mau mendapatkan masalah atau hidup menderita seperti dulu" monolog ibu Dion
..........
sedangkan di tempat di kontarkan calista Dion sedang berkunjung di sana.
"aaaa ampun Dion jangan sudah huuu huuu" mohon ampun calista saat dion menggelitik nya
"oke oke aku kan berhenti, jangan mengejek lagi, kalau tidak aku akan menggelitik mu" jawab Dion
"iya iya"
tiba tiba dion tiduran di pangkuan calista
"calista aku membayangkan jika nanti saat kita menikah pasti kamu akan kelihatan cantik, dan apalagi saat melihat mengandung anak kita pasti akan jauh lebih cantik, dan kita hidup bahagia bersama anak anak kita, mau kan kamu menikah dengan ku" angan angan Dion
"pasti aku akan menjadi perempuan paling beruntung jika menikah dengan mu dan memiliki suami seperti mu Dion" jawab Marisa malu malu dengan pipi yang merah Dion yang melihat itu terkekeh dan tanpa aba aba Dion duduk dan menarik tengkuk calista dan kedua pipi calista
"ini kenapa pipi nya merah hmmm" tanya Dion sambil menoel Noel pipi calista sedangkan calista berusaha menetralkan detak jantungnya. dan kegiatan mereka berdua di lihat Marisa dari kejauhan
"sial mereka berdua semakin dekat aku tidak akan membiarkan mu merebut Dion dari ku, aku akan membuat mu menderita sehingga kamu tidak akan pernah melupakan penderitaan tersebut, dan kamu Dion aku pastikan akan menjadi milik ku" monolog Marisa sambil memukul setirnya dan segera mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"hallo aku ada tugas untuk mu" perintah Marisa kepada orang di sebrang sana
"tugas apa" jawab seseorang
"aku mau kamu mencari indentitas seseorang dan harus lengkap bahkan sampai aibnya yabg sekecil biji cabai jangan sampai ketinggalan" sambungan Maria
__ADS_1
"baiklah dan semua itu tidak gratis" jawab seseorang di sebrang sana
"aku akan membayar mu berapa pun yang kamu mau"
"aku tidak ingin uang" tolaknya
"lalu apa yang kamu mau"
"kamu pasti tau apa yang aku mau" sambungnya
"baik aku akan memberikan nya, jika kamu bisa mendapatkan indentitas itu dalam tiga hari ini" penjelas Marisa
"baiklah"
Marisa mengakhiri telvon tersebut dan melakukan mobilnya.
........
saat dion sedang bersama calista mendapatkan telfon dari ibu nya dan menyuruh pulang karena ada hal yang akan di bahas oleh ibunya,
"sayang aku pulang dulu ya"
"iya hati hati di jalan"
"jaga hati ya, jangan berpaling ke orang lain saat aku tidak ada" gombal Dion
"hahahaha itu tidak kan, karena hati ini sudah terisi penuh oleh mu" jawab calista
lalu dion pergi meninggalkan calista, setalah kepergian Dion calista membersihkan kontarkan dan tidak mungkin ia berangkat ke toko karena hari sudah siang dan penyebab nya adalah dion.
.........
"ibu kenapa nunggu di luar" tanya Dion
"ibu hanya ingin menyambut kepulangan anak ibu" jawab ibu Dion sambil mengelus kepala Dion
Dion dan ibunya masuk kedalam rumah
"Dion ibu harap kamu jangan buat ulah" ibunya berbicara dengan nada yang serius
"ulah apa Bu" jawab Dion santai
"ibu tau kamu menjalin hubungan dengan karyawan mu , Dion kamu sudah memiliki tunangan dan tanggal pernikahan kalian sebentar lagi, jangan membuat Marisa dan ayahnya marah nak" ibu Dion berusaha memberi pengertian kepada Dion
"Marisa mengadu pada ibu" tanya Dion dan ibunya hanya diam saja tanpa berminat menjawab pertanyaan dion
"Bu ibu tenang saja, Dion akan menyelesaikan semuanya" Dion berusaha menenangkan ibu dengan memegang tangan ibunya
"tinggalkan perempuan itu Dion" mohon ibu Dion
"Dion sangat mencintainya jangan suruh dion meninggalkan nya Bu" mohon Dion juga kepada ibunya
"ibu tidak mau tau tinggal perempuan itu atau kamu jadikan saja dia istri kedua mu dan yang pertama tetap Marisa, ibu tidak mau masuk penjara atau hidup menderita seperti dulu" tegas ibu Dion dan meninggalkan Dion sendirian.
setelah kepergian ibunya Dion merasa pusing kenapa ibunya bisa berbicara seperti itu, "tapi benar juga yang di katakan ibu jika aku tidak bisa melunasi hutang hutang itu dan aku menikah dengan Marisa tapi aku tidak mau kehilangan calista jadi aku bisa menjadikan calista istri kedua dan aku bisa bersama Dengan ya ibu benar, tapi aku tetap akan berusaha melunasi hutang itu jika tidak bisa maka jalan yang di bilang ibu yang akan aku ambil" monolog Dion.
..........
__ADS_1
hari ini hari yang di nanti Marisa, ia akan mendapatkan asal usul calista, Marisa membuka berkas yang dia terima saat membacanya Marisa tersenyum dan itu akan membuat jalannya menyingkirkan calista sangat mudah
ting pesan masuk
H
"aku sudah mendapatkan apa yang kamu mau, jangan lupa balasannya"
^^^Marisa^^^
^^^k*au tenang saja, kau akan^^^
^^^mendapatkan apa yang kamu mau*^^^
Marisa membalas pesan tersebut dan kemudian datang ke toko bunga , setelah sampai di sana Marisa langsung menghampiri calista
"hey perempuan perebut tunangan orang" sapa calista
"apa yang kau mau kenapa datang kemari bukankah Dion menolakmu" balas calista dan Marisa hanya tersenyum miring mendengar
"hey para karyawan berkumpul kalian semua, aku punya berita buat kalian" teriak Marisa dan semua karyawan berkumpul
"kalian tau siapa calista yang sebenarnya, jika tidak aku akan menjelaskannya, calista adalah anak yang lahir dari seorang pelacur dan soal ayahnya tidak jelas, aku benar bukan calista" ejek marisa dan calista berusah tetap tenang agar dia tidak di hina lagi
"apa kalian semua tidak curiga kepadanya padahal dia baru bekerja di sini sudah mendapatkan perhatian khusus dari seorang bos, pasti dia sama seperti ibunya jadi wajar jika tunangan ku Dion dekatnya dengannya, karena apa jadi perebut tidak perlu cantik tapi hanya perlu gatal saja" sambung Marisa dan karyawan mulai berbisik bisik tentang calista
"CUKUP" teriak calista
"aku bukan perempuan seperti itu, karena tidak mendapat cinta Dion kau mencari indentitas ku, ck ck takut kalah saing, terima saja jika Dion tidak mencintai mu, Dion bertunangan dengan mu karena hutang bukan" senyum mengejek calista kepada Marisa, sebenarnya dalam hati calista takut saat melakukan itu
"lebih rendah mana sekarang, demi memiliki seseorang menggunakan ancaman akan masukkan ibunya di dalam penjara jika tidak mau bertunangan dengannya" tanya calista
"alah gak usah bahas hutang, dasar penggoda" jawab lantang Marisa
Dion yang mendengar keributan langsung mendekat
"kenapa pada berkumpul di sini" tanya Dion
"kebetulan kau keluar, aku mau memberitahu mu bahwa perempuan yang kau cintai ini adalah perempuan yang tidak suci aku yakin dia sudah menjual kehormatan nya untuk makan" ejek marisa
"CUKUP MARISA" bentak dion
"bubar kalian semua, kembali bekerja" perintah Dion
"dan kau Marisa silahkan pulang" sarkas Dion
"kau mengusirku, lihat saja suatu saat kau akan jijik dengan perempuan itu" kemudian Marisa pergi.
Dion langsung memeluk Marisa dan menenangkannya
"aku percaya kamu tidak seperti itu"
"terima kasih sudah percaya denganku"
"aku antar pulang saja ya" dan di balas senyuman oleh calista.
Dion mengantar calista pulang agar dapat beristirahat dan ia akan memikirkan cara agar bisa terbebas dari Marisa.
__ADS_1