
dua tahun kemudian
sebuah mobil mewah memasuki gang menuju ke sebuah rumah, setelah sampai tujuan seorang wanita turun dari mobil tersebut, warga yang melihat wanita itu penasaran siapa dia, jarang ada mobil mewah memasuki wilayah mereka, saat wanita itu turun dan melepas kacamatanya warga terkejut
"hey itu bukannya calista"
"iya benar itu calista'
"kenapa dia bisa berpakaian mewah dan punya mobil mewah ya"
"hey apa kalian lupa, pasti dia jual dirilah untuk mendapatkan semua itu" celetuk salah satu ibu ibu.
ya benar wanita yang turun dari mobil tersebut adalah calista dan tujuannya datang ke tempat tinggal yang lama dimana ibunya di bunuh dan di fitnah. saat memasuki wilayah itu calista merasa sedih terbayang akan kehidupan yang dulu dan calista masih ingat betul saat warga menghina ibunya dan apalagi fitnah yang di lakukan oleh suami pemilik kontrakan yang ia tinggali dan membuatnya terusir, sungguh miris kehidupannya yang dulu. mulai hari ini calista akan membalas satu persatu orang yang telah membuatnya menderita. calista langsung menuju ke rumah pemilik kontrakan.
tok
tok
tok
pemilik kontrakan membuka pintu dan terkejut saat melihat calista di hadapannya.
"Calista untuk apa kamu datang kemari ingin menggoda suami saya" sarkas ibu pemilik kontrakan
"kedatangan saya kesini bukan untuk menggoda suami ibu, tapi saya ingin membeli semua kontarkan yang ibu punya" jawab calista dengan angkuh
"membeli, ibu ibu kumpul" pemilik kontrakan mengumpulkan warga berniat mempermalukan calista.
"ibu ibu kalian dengar tadi yang di bicarakan, kata ingin membeli kontrakan ku, punya uang dari mana kamu" pemilik kontrakan meremehkan calista.
"alah pasti hasil uang jual diri 2 tahun gak kelihatan kembali dengan gaya sok kaya" sambung ibu ibu yang lain.
"saya tidak punya banyak waktu, mau tidak mau ibu harus menjual kontarkan yang ibu punya" penekanan dari calista
__ADS_1
"aku tidak akan pernah menjualnya" bantah pemilik kontrakan lalu calista mendekati ibu pemilik kontrakan dan berbicara di telinga ibu itu
"saya tau kamu sering menjual seorang gadis kepada laki laki hidung belang dan jika warga di sini tau jika anaknya juga menjadi korban mu kira kira apa yang akan mereka lakukan" bisik calista dengan sinis.
"apa maksud mu"
"masih kurang jelas, akan aku tunjukan sebuah video" calista memutar Vidio yang ada di hp nya dan membuat pemilik kontrakan terkejut.
"bagaimana mana menjual atau di amuk warga dan masuk penjara" sinis calista
"baiklah saya akan menjualnya" jawab itu membuat warga menjadi bingung apa yang sebenarnya terjadi.
"tanda tangan ini dan kosongkan semua kontarkan berserta rumah mu" calista memberikan berkas dan cek untuk membayar kontrakan tersebut.
setelah selesai calista melewati warga dengan angkuh dan masuk kedalam mobilnya meninggalkan banyak tanya dari warga.
"hallo aku mau kamu mencari semua kelemahan dari warga yang telah membunuh ibu ku" perintah calista kepada seseorang
"baiklah aku kan mencarinya untuk mu" jawab orang di sebrang telfon
"baik bos semua akan beres secepat mungkin"
setelah memberi perintah calista mengendarai mobil menuju ke sebuah pemakaman. sesampainya di sana calista langsung menuju ke makam ibunya.
"maaf Bu dua tahun lamanya calista tidak berkunjung di makam ibu, Bu sebentar lagi orang orang yang membuat ibu menderita akan mendapatkan balasannya, Bu bantu calista agar menjadi kuat" monolog calista di makam ibunya, calista mencurahkan semua isi hatinya di makam ibu, setelah mencurahkan calista merasa bebannya seketika hilang. hampir satu jam calista di makam ibunya untuk melepas rindu setelah merasa baikan calista memutuskan pulang.
..............................
di apartemen
dion yang sedang duduk santai di balkon sedang memikirkan calista sampai saat ini ia tidak percaya bahwa calista seperti itu, tapi apa yang dilakukan dan ia Dengar malam itu dan video serta foto yang di berikan oleh Marisa dua tahun lalu membuat nya kecewa. dua tahun ia menikah dengan Marisa tetapi hatinya masih memikirkan calista bahkan kadang Dion membayar Marisa sebagai calista.
"seharusnya aku menikah dengan mu calista dan hidup bahagia bukan dengan marisa, tetapi kau telah membuatku kecewa, semoga keputusan ku membuat ku bahagia" monolog Dion, dan di mana Marisa dion tidak tau karna dari pagi belum kembali ke apartemen, walaupun sudah menikah Dion tidak ingin ikut campur urusan Marisa.
__ADS_1
"sayang kau di mana" suara Marisa terdengar Dion menghela nafas jika Marisa pulang pasti akan membuatnya pusing.
"di balkon " sahut Dion.
kemudian Marisa menghampiri dion dan duduk di pangkuan Dion sembari mengelus rahang Dion, sedangkan Dion yang di perlakukan seperti itu merasa risih dan menepis tangan marisa
"sayang kenapa kau tepis tanganku" tanya Marisa sambil jemberut.
"aku hanya merasa risih" jawab Dion.
"sayang aku menginginkan kan mau" rayu Marisa.
"Marisa aku sedang tidak ingin melakukan itu" jawab dion tanpa melihat Marisa.
" sayang kau itu kenapa sudah seminggu ini, setiap kali aku meminta selalu kau tolak, sudah dua tahun menikah kita juga belum punya anak, ayah dan ibu selalu menanyakan anak sayang" tanya Marisa.
"aku hanya saja sedang capek Marisa, pekerjaan kantor banyak dan aku baru pulang, jangan menggangguku" jawab dion.
kemudian Marisa berdiri dan meninggalkan Dion sendirian di balkon tersebut.
"hallo ibu" sapa Marisa dari sambungan telvon kepada ibu mertua nya.
"hallo sayang ada apa menlvon ibu malam malam begini" jawab ibu mertua nya.
"hiks hiks Bu" sebuah tangisan Marisa.
"hey ada aku menangis apa Dion berbuat kasar kepada mu" tanya sang ibu mertua.
"tidak Bu hanya saja Dion tidak mau melakukan kewajiban sudah satu Minggu ini saat aku meminta nya dia selalu menolak bu" adu Marisa kepada ibu mertuanya.
"ya sudah kalau begitu ibu akan menegurnya, sekarang ibu tutup telfonnya" jawab sang mertua.
setelah sambungan telfon tertutup calista tersenyum puas pasti sebentar lagi Dion pasti akan melakukan ke inginnya tersebut dan benar saja dion menghampiri Marisa.
__ADS_1
"Marisa kau itu apa apaan mengadu pada ibu ku, aku sudah bilang hanya sedang capek saja" sarkas Dion, sebelum Marisa menjawab dion meninggalkan Marisa begitu saja dan ke luar dari apartemen dan Marisa menyusul dion tetapi tidak bertemu dengan Dion. Dion duduk di bangku taman untuk menyegarkan pikiran setelah menikah dengan Marisa hidupnya merasa seperti robot yang selalu di kendalikan oleh orang lain. "hufff aku capek, untuk beberapa hari ini akan ada pekerjaan di luar kota semoga saja setelah pulang sifat Marisa bisa berubah tidak menjadi orang yang selalu memaksakan apa yang dia mau" monolog dion.
setelah pikirannya tenang ia kembali ke apartemen tetapi Dion tidak menemukan Marisa di apartemen, Dion tidak ingin mengambil pusing lebih baik dia beristirahat agar besok pekerjaan bisa lancar.