Bayanganmu

Bayanganmu
Pernikahan Dion Dan Marisa


__ADS_3

1 bulan kemudian


hari ini adalah hari yang sangat di tunggu Marisa karna pada hari ini ia akan menjadi istri Dion pria yang ia sukai sejak duduk di bangku SMP. di sebuah gedung sedang di adakan sebuah peseta pernikahan yaitu pernikahan Marisa dan Dion, banyak tamu undangan yang datang, pasangan pengantin yang duduk di pelaminan.


"selamat ya Marisa adik kesayangan kakak, akhirnya nikah juga" ucapan selamat David kepada Marisa.


"terimakasih kakak selalu ada buat Marisa dan melakukan apapun untuk Marisa" jawab Marisa dengan memeluk David.


"dion jaga adik ku jangan kau sakiti dia" peringatan David kepada Dion.


" baik kakak" jawab Dion.


kemudian David turun dari plaminan dan izin pulang karna dia malas berada di sebuah peserta pernikahan.


"Herman aku senang akhirnya kita jadi besan" ibu Dion berbicara


"ya aku juga senang melihat putri ku bahagia akhirnya dia bisa bersama laki laki yang di cintainya" timpal ayah Marisa


"iya lili akhirnya mereka bisa menikah walaupun Dion sempat mau berpaling ke perempuan lain" sambung Sarah ibu Marisa


"Herman Sarah ngomong soal hutang almarhum suamiku bagaimana" lili bertanya hati hati berharap hutangnya lunas


"lili kamu tenang saja karena Dion mau menikah dengan Marisa maka otomatis hutangnya sudah lunas dan Dion juga mulai besok akan bekerja di Perusahaan ku" jawab ayah Marisa


"kamu santai saja lili selama Dion tidak berulah maka kami tidak akan membahas masalah hutang" sambungan ibu marisa sambil tersenyum


"kalian berdua tenang saja, aku akan memberikan pengertian kepada Dion agar menurut dengan kalian" jawab ibu Dion dengan senyuman dan dalam hatinya "akhirnya aku tidak akan hidup susah lagi jika Dion ikut memegang perusahaan Herman, ya walaupun selama ini Dion memberikan apapun untuk ku dari toko bunga tapi itu tidak cukup".


acara pernikahan Dion dan Marisa berjalan dengan lancar dan berlangsung dengan mewah karena banyak kolega bisnis dari Herma yang di undang bahkan teman teman Dion dan Marisa pun ikut di undang untuk menghadiri pernikahan mereka. setelah acara selesai semua keluarga pulang ke rumahnya masing-masing sedangkan sepasang pengantin mereka tetap tinggal di hotel untuk menghabiskan malam bersama.


..........


pagi hari di kamar hotel


Marisa mengerjapkan mata dan senyuman mengembang saat menemukan seseorang tidur di sampingnya dia sangat senang bahwa. dion telah menjadi miliknya, Marisa berusaha bangun dan saat akun turun dari ranjang ia merasakan sakit di bagian bawahnya.


ssh


ssssh Marisa meringis merasa sakit dibagian intinya dan badannya juga terasa remuk

__ADS_1


desis Marisa dan itu membangunkan Dion


"Marisa kau kenapa" tanya dion


"bagian bawahku sakit rasanya Dion" jawab Marisa sambil meringis.


"maafkan aku jika semalam terlalu kasar" permintaan maaf dion sambil mengelus punggung Marisa.


"bagaimana aku berjalan ke kamar mandi dion aku ingin mandi membersihkan diriku, ini perih rasanya" keluh Marisa kepada Dion


kemudian dion memakai boxernya dan turun dari ranjang dan mengendong Marisa ke kamar mandi setelah sampai kamar mandi dion menurunkan Marisa di bath up setelah itu ia meninggalkan Marisa untuk membersihkan dirinya.


"apa semalam aku terlalu kasar ya mainnya sampai Marisa sulit berjalan, tapi aku tidak merasa apa apa mungkin karna efek semalam terlalu semangat sehingga tidak merasakan" monolog Dion.


Marisa sudah selesai membersihkan dirinya dan gantian dion, saat dion membersihkan dirinya Marisa beristirahat dengan bersandar di kepala ranjang "apa yang selama ini aku inginkan bisa terwujud juga" monolog Marisa


ceklek pintu kamar mandi di buka menandakan dion selesai membersihkan dirinya.


"Dion bisakah kita pulang agak sore saja, rasa masih sedikit mengganjal jika buat jalan dan terasa lemas kakiku" tanya Marisa kepada dion.


"baiklah sekarang istirahat sebentar lagi sarapan akan datang" jawab David sembari berjalan mendekati Marisa


"maafkan aku" ucap David sambil mencium kening Marisa.


Ting tong


David berjalan membuka pintu kamar dan seorang pegawai hotel membawakan mereka sarapan kemudian David membawa sarapan tersebut kehadapan Marisa, mereka makan dengan tenang.


...........


pagi pagi sekali David sudah berada di kantor banyak jadwal meeting yang harus ia hadiri


ceklek


pintu terbukanya Herman segera memasuki ruangan David karna ia ingin meminta pendapat kepada ponakannya tersebut


David sudah sampai di kantor dan saat masuk ke ruangan sudah ada pamannya di sana.


"tumben paman pagi pagi sudah datang kemari apa paman tidak lelah habis mengurus pernikahan marisa" tanya David.

__ADS_1


"kalau di bilang lelah yang lelah David, tapi paman ingin meminta pendapat mu" jawab paman.


"oh ya apa kedatangan paman kesini soal terkait kerja sama dengan perusahaan asing kemarin" tanya David kepada pamannya.


"iya David, menurutmu apakah paman harus mengambil atau bagaimana" paman meminta pendapat.


"menurut David lebih baik di ambil saja paman, dalam berkas kemarin yang David baca itu akan menguntungkan untuk perusahan paman jika bekerja sama dengannya" saran dari David.


"baiklah paman akan mengambil, David kenapa kau tak pernah mau bekerjasama sama dengan perusahan paman" tanya herman hati hati takut David marah dengan pertanyaannya.


"tidak paman, jika nanti kedepannya ada masalah, maka akan retak hubungan keluarga kita paman" jawab David.


dan Herman hanya menganggukkan kepala. setelah selesai berbincang-bincang mengenai perusahaan, Herman kembali ke kantor. sedangkan David segera berjalan ke ruangan meeting.


.............


di sebuah hotel sepasang pengantin baru sedang bersiap siap untuk meninggalkan kamar tersebut. Dion dan Marisa segera keluar dari hotel tersebut, saat berjalan Marisa menahan rasa yang aneh di pangkal pahanya, menurutnya permainan semalam terlalu kasar sehingga membuat kakinya masih bergetar untuk jalan, saat keduanya sampai di lobi dan masuk ke mobil yang menjemputnya dari kejauhan ada seseorang yang melihat mereka berdua dengan seringai tipis di bibirnya.


di dalam mobil


"apa masih sakit" tanya dion kepada istrinya.


"sedikit" jawab Marisa.


"ini mau kemana dion, ini bukan arah ke rumah ku atau ke rumah orang tua ku" tanya marisa.


"kita akan pulang ke apartemen ku Marisa" jawab Dion.


"jadi kita akan tinggal di apartemen"


"iya apa kamu keberatan jika tinggal di apartemen"


"kenapa kita tidak tinggal di rumahku atau rumahmu saja" tanya Marisa


"Marisa kita baru menikah butuh privasi, butuh banyak waktu untuk menghabiskan waktu berdua agar kita bisa beradaptasi dengan sifat kita pasti kita memiliki sifat yang berbeda agar kita bisa saling memahami sifat, Sikap dari pasangan kita, kamu paham" Dion menjelaskan


"iya aku paham sayang"


setelah itu tidak ada pembicaraan lagi dan keadaan di dalam mobil menjadi hening kembali. setelah sampai di apartemen Dion langsung membawa Marisa ke unit tempat mereka tinggal.

__ADS_1


Hay Hay jangan lupa like, komen, hadiah dan vote nya ya , dukungan kalian sangat berharga.


bagaian menurut kalian bab ini?


__ADS_2