
setelah pulang dari toko Dion langsung ke kontarkan calista
tok tok tok
Dion mengetuk pintu kontrakan calista
"calista buka pintunya, aku mau berbicara denganmu" teriak Dion dengan tetap mengetuk pintu
"Calista aku tau kamu di dalam, aku mohon buka" mohon Dion , Dion sudah sangat frutasi
"ayo buka pintunya, aku akan menjelaskan semua" tetap tidak ada sahutan dari dalam, kemudian Dion mencoba menelfon calista, telfon tersambung tetapi tidak di angkat sama sekali, Dion duduk di depan pintu Calista sambil mengetuk pintu
tok tok tok tok tok berulang kali Dion mengetuk hasilnya tetap sama tidak ada jawaban
"calista aku mohon, aku tidak mencintai Marisa, hanya kamu yang aku cintai, aku harap kamu bisa bersabar sampai aku menyelesaikan semuanya" Dion berbicara di balik pintu
sedangkan calista yang kelelahan menangis tertidur sangat nyenyak, sehingga tidak mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu, Dion tetap menunggu di depan pintu sampai tengah malam dan akhirnya memutuskan untuk pulang dan akan kembali besok pagi.
...............
keesokan paginya Dion benar benar datang pagi sekali ke kontrakan calista
tok tok tok
"calista buka pintunya, aku mohon" Dion berusaha menemui calista bagaimanapun caranya
sedangkan calista di dalam mendengar suara Dion, tidak ada niatan sama sekali untuk menemui Dion, karena hatinya merasa sakit telah di bohongi oleh Dion
"calista aku tau kamu mendengar ku, tolong temui aku" mohon Dion
"oh ternyata kamu di sini Dion" tiba tiba Marisa datang
"kenapa kamu bisa sampai sini" tanya Dion
"tadi aku ke rumah mu, tapi aku melihat mobil keluar, jadi aku suruh sopir mengikuti mu" pengelasan Marisa
"apa yang kamu lakukan di sini, membujuk perempuan itu, ingat Dion kamu tunangan ku" sambungan calista
"ingat Marisa aku tidak mencintai mu" tegas Dion
"aku pulang" ajak Marisa, Dion tidak mengindahkan perkataan Dion
"baiklah jika kamu tidak mau ikut, aku akan menelfon ibu mu" ancaman Marisa
"oke kita pergi dari sini" putus Dion
akhirnya mau tidak mau Dion mengikuti perintah Marisa dan mereka berdua pergi dari kontarkan Marisa.
calista yang mengintip dari balik jendela merasa sakit " nyatanya kamu tetap memilih dia Dion, Marisa mempunyai segalanya sedangkan aku hanya bisa membuat mu susah saja" monolog calista dengan air mata yang jatuh ke pipinya, hari ini calista memutuskan tidak akan berangkat bekerja, Calista akan pergi ke makam ibunya
__ADS_1
............
setelah menempuh waktu dua jam Calista sampai di makam ibunya
"ibu maaf calista baru bisa datang sekarang" calista menabur bunga di makam ibunya dan mengelus nisannya
"Bu aku rindu dengan ibu, aku rindu ibu mengelus kepalaku, menceritakan dongen seperti waktu aku masih kecil Bu" curhatan calista dengan makam ibunya
"ibu tau saat ibu pergi , aku baru berumur sepuluh tahun, butuh perjuangan untuk bertahan hidup Bu, setelah aku beranjak dewasa warga selalu menghina ku Bu, bahkan hampir di lecehkan oleh bapak pemilik Kontrakan untung saja istrinya datang jika tidak mungkin aku sudah kehilangan ke hormat kan Bu hiks hiks kenapa dunia begitu kejam" tangis calista pecah
"beberapa bulan ini aku hidup dengan nyaman Bu, hingga akhirnya ada pria yang mendekati ku dan satu Minggu yang lalu dia menyatakan perasaannya saat itu aku senang ternyata cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan, hingga akhirnya kami jadian Bu, tapi kemarin tunangannya datang, hati hancur Bu, kenapa saat aku merasa kebahagiaan hanya sementara Bu hiks hiks" frustasi calista
"Bu Calista mohon jemput calista" di makam ibunya calista mencurahkan apa yang dia rasakan selama ini, begitu kesakitan hidupnya.
ingin rasanya Calista mengakhiri hidupnya tetapi dia masih memiliki kewarasan, mengakhiri hidup bukan jalan yang baik, hanya akan membuat dia semakin menderita.
setelah puas mencurahkan isi hatinya calista pergi dari makam ibunya, dia akan pergi ke pantai untuk menenangkan pikiran nya.
..............
sudah satu Minggu lamanya calista menghindari Dion, entah itu di tempat kerja sebisa mungkin calista menghindari Dion, dan hal itu sukses membuat Dion uring uringan sendiri. hari ini calista berangkat bekerja seperti biasanya. saat calista sedang merangkai pesenan bunga Dion menarik tangan calista dan membawa keruangan nya.
"Dion lepas" calista berusaha melepaskan pegangannya Dion sedangkan Dion seakan tuli tetap menarik calista
ceklek pintu ruangan di kunci oleh Dion
"kenapa kamu kunci pintunya" terkait calista
"calista aku mohon dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu" mohon Dion dan akhirnya calista menganggukan kepalanya, Dion mengusap kan ibu jarinya di bibir calista untuk menghilangkan Saliva belas c****m mereka tadi. dion mengajak calista duduk di sofa
"calista dengarkan aku, jangan potong pembicaraanku"
"aku tidak pernah mencintai Marisa, aku terpaksa bertunangan dengan karena jika saya menolak tunangan tersebut, ayahnya Marisa akan memasukkan ibuku kedalam penjara, ibu punya hutang 4 milyar dengan ayahnya Marisa, jadi mau tidak mau aku harus menerima tunangan itu, jika tidak ibuku akan masuk penjara"
"aku mohon jangan menjauh dari mu, aku harap kamu bersabar aku sedang berusaha untuk membayar hutang itu, dan aku janji setelah aku bisa membayar hutang itu, aku akan menikah dengan mu" Dion menjelaskan semua kepada calista
"lalu bagaimana caramu membayar uang sebanyak itu" tanya calista
"kamu tidak perlu memikirkan nya , aku akan mencari jalan keluarnya"
"yang aku ingin kamu tetap di samping ku bersama ku, mau kan"
"iya aku mau, tapi janji kau segera menyelesaikan masalah mu" Dion membalas dengan anggukan kepala
calista mempercayai penjelasan dion, dan Dion senang dengan hal itu, dan kemudian Dion memeluk calista, menyalurkan rasa rindu selama satu Minggu ini.
"ya sudah aku kembali bekerja, tidak enak dengan yang lain" pinta calista
"baiklah, terima kasih sudah mempercayaiku calista"
__ADS_1
"aku akan selalu percaya dengan mu"
mereka berusaha sama Sam tersenyum, calista segera melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.
saat sedang melaksanakan pekerjaan Marisa menghampiri nya
"hey permainan murahan ,berani sekali kamu mendekati tunangan ku" bentak Marisa
"bukan saya mba yang mendekati tapi tunganan mba sendiri" jawab calista sambil mengerjakan pekerjaan nya
"saya peringatkan jangan dekati Dion atau kamu..."
"atau apa mba, mau mengancam saya seperti mba mengancam dion" sambungan calista sebelum Marisa menyelesaikan bicaranya
"mba Dion itu tidak mencintai mba, Dion melakukan itu karena terpaksa, Dion tidak mau ibunya masuk penjara, mba mengancam dion kan sehingga Dion mau bertunangan dengan mba, apa untungnya mba tunangan dengan orang yang tidak mencintai mu" calista berusaha menjawab dengan lantang agar dirinya tidak di tindas lagi, dia berpikir untuk mendapatkan kebahagiaan dia harus menjadi orang yang berani, jika lemah maka penderitaan yang akan ia dapat.
Marisa tidak terima dengan perkataan calista sehingga akan menampar calista, tapi sebelum itu calista lebih dulu menangkap tangan Marisa
"mba jangan macam macam dengan saya dan jangan berani tangan mu itu menyentuh pipi saya, saya bisa melaporkan mba ke kantor polisi dengan kasus tindakan kekerasan" penjelasan calista sambil mencengkram tangan Marisa
"awas aja kamu, aku pastikan hidup mu akan menderita" ancam Marisa dan meninggalkan calista
"huffh" calista menghembuskan nafasnya setelah Marisa pergi " ayo calista jadilah perempuan pemberani jangan jadi orang lemah, jika lemah mereka akan selalu menindas mu, ayo calista semangat untuk bahagia maka hanya diri sendiri yang bisa menciptakan kebahagiaan" monolog calista
sedangkan di dalam mobil Marisa uring uringan
*sial sial berani sekali perempuan itu mengancam ku, kau telah salah memilih lawan, aku pasti aku akan mendapatkan apa yang aku mau, akan aku buat mau menderita dan akan di benci Dion Selama lamanya" monolog Marisa "aku harus memikirkan cara bagaimana membuat menderita" sambung Marisa.
................
malam ini Dion datang ke kontarkan calista dengan membawa bunga untuk calista
tok tok calista yang mendengar pintunya di ketuk membuka pintu dan pertama yang di lihat adalah sebuah bunga
"kejutan"
"ishhhh aku kira siapa, ternyata kamu Dion, kenapa malam malam ke sini"
"ini tidak di suruh masuk"
"o ya lupa, masuklah"
"ini bunga untuk mu"
"dalam rangka apa"
"sebagai tanda bahwa kamu sudah percaya dengan ku"
"terima kasih" calista menampilkan senyum manisnya
__ADS_1
mereka berdua menghabiskan waktu dengan melepaskan rindu selama satu Minggu ini karena terdapat jarak di antara mereka, calista bahagia karena Dion bersamanya lagi. calista berharap sampai akhir dia akan selalu bersama Dion.