Bayanganmu

Bayanganmu
Memilih Gaun Pengantin


__ADS_3

area terlarang


setelah selesai makan Kevin mengantar calista pulang karena ada meeting mendadak.


"sayang maaf cari gaunnya besok ya". Kevin berbicara dengan calista dan mengelus pipi calista


"tidak papa kakak". jawab calista, Kevin memandangi bibi calista yang berwarna pink cery dan segera sedetik kemudian bibirnya telah menempel dengan bibir calista dan ********** awalnya pelan lama lama sedikit bergairah


"Ummmh" saat ciuman itu semakin dalam dan calista memukul dada Kevin saat akan kehabisan nafasnya.


"maaf aku tidak bisa mengontrol diri".


lalu Calista turun dan Kevin mengendarai mobilnya meninggalkan rumah calista.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedangkan ditempat lain Marisa sudah berada di kamar hotel bersama Hans karena Marisa tidak ingin Hans menganggu dirinya dan juga Dion.


"sayang akhirnya kamu datang juga". tanya Dion dengan senang.


"iya apa yang kamu inginkan sekarang".


"aku ingin menengok anak kita".


Hans langsung ******* bibir Marisa tanpa persetujuan calista dan melepas baju yang yang dikenakan oleh Marisa, kini keduanya sudah sama sama polos, tangan nakal Hans menjelajahi semua titik sensitif marisa sedangkan Marisa hanya bisa mengeluarkan erangan, setelah sepuluh menit pemanasan Hans siap memasuki Marisa


"anak Deddy bobo aja ya, Deddy mau melihatmu sebentar". Hans mengelus perut buncit Marisa sebelum melakukan kegiatan inti tetapi Hans ingin menggoda Marisa dengan menggesekkan miliknya


"Hans jangan main main". pinta Marisa karena gairahnya tinggi.


"sabar baby". dan Hans langsung memasuk ke intinya

__ADS_1


"mmmm"


Hans bermain dengan lembut karena Marisa sedang hamil


drt


drt


drt handphone milik Marisa berbunyi saat melihat siapa yang menelpon Marisa menyuruh Hans berhenti dan mengangkatnya


"hallo sayang". jawab Marisa


"sayang sedang apa kamu". tanya Dion di sebrang sana


"aku sedang berada di mall bersama temanku"


"ingat jangan terlalu capek" perintah Dion


"ughh" erang Marisa sambil melotot ke arah Hans yang sedang mengerakan miliknya


"sayang kau kenapa" tanya khawatir Dion


"tidak papa sayang hanya sedikit keram, aku tutup ya" sambil menahan suaranya


Tut


"Hans apa yang kau lakukan tadi". Hans tidak mendengarkan protes Marisa dan tetap asik dengan kegiatannya


setelah satu jam lamanya akhirnya Hans sampai kepuncak permainan dan berbaring di samping Marisa


"terima kasih" Hans membawa Marisa kedalam pelukannya dan mereka berdua tertidur.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sesuai janjinya kemari hari ini kevin membawa Calista kebutik langganan ibunya untuk memilih gaun pengantin.


"tuan Kevin ,nona Calista mari, ini ada beberapa refrensi baju". penjelasan pelayanan tersebut


Calista segera mencoba Baju pertama yaitu gaun tanpa lengan hanya sebatas dada, Calista menunjukkan kepada Kevin.


"tidak" lalu calista mencoba gaun berikutnya gaun dengan belahan bawah sampai sebatas paha


"tidak, kenapa gaun terbuka semua, aku ingin gaun yang tertutup". pinta Kevin kepada pelayan tersebut


"baik tuan akan kami bawakan". jawab Pelayan tersebut


"ini tuan gaun dengan lengan dan panjang, gaun ini tertutup".


kemudian calista mencoba gaun tersebut, gaunnya sangat pas dan cocok di badan calista.


"bagiamana sayang". tanya calista


"bagus, aku tidak suka jika tubuh istriku nanti di nikmati orang lain dengan pandangan yang menjijikan" penjelas Kevin.


"mbak kami ambil yang ini saja"


"baik tuan".


lalu mereka meninggalkan tempat itu, pernikahan mereka tinggal dua Minggu lagi


"sayang aku sudah tidak sabar menuju hari pernikahan". Kevin berbicara sambil mengecup tangan calista


"Sabar sayang dua Minggu lagi, fokuslah menyetir jangan memandangiku" perintah Calista.

__ADS_1


sepanjang perjalanan senyum Kevin tidak luntur Calista yang melihat senyum kevin ikut senang, dan dia juga sangat bersyukur karena Kevin mau menerimanya tanpa melihat masa lalunya.


__ADS_2